
Di rumah kos sudah ada Tiwi dan Ayu yang sedang menyiapkan makan malam, mereka bercanda ria sambil terus memasak, sampai sampai kehadiran Sinta yang baru pulang tak membuat mereka tau, sampai sampai Sinta mengejutkannya.
"Ehm.. seru banget yah kalian senang senang gak ngajak aku " ucap Sinta menggebrak meja.
"Astaga, kamu ngagetin kita deh Ta, " ucap Ayu
"Iya tau nih, pulang pulang bukannya ngasih salam malah ngagetin " sambung Tiwi
"Habis, kalian gak sadar sih kalau aku sudah ada di sini" jawab Sinta kesal
"Gimana kencan lo? seru gak? " tanya Ayu
"yah begitu lah , nanti gue ceritain yah, gue lapar " ucap Sinta
"Ya udah sekarang kita makan dulu, kebetulan udah pada siap nih " ucap Tiwi
Akhirnya mereka bertiga makan bersama sambil bercanda ria, melupakan sejenak rasa tegang di antara Sinta dan Tiwi, hari ini mereka benar benar seperti semula tanpa ada beban di hati mereka.
Selesai makan mereka membereskan meja, dan mencuci piring, lalu membersihkan diri bersiap untuk tidur.
__ADS_1
Malam ini mereka tidur dalam satu kamar, yaitu di kamat Ayu,rencana nya mereka ingin mendengarkan cerita tentang kencan Sinta hari ini, sekalian belajar bersama, karena besok sudah mulai ujian sekolah untuk kenaikan kelas.
"kemana aja kamu hari ini" tanya Ayu pada Sinta
"Hari ini, gue ke mall, nonton, main game, lalu ke kafe" jawab Sinta bahagia
"Pasti seru dong " ucap Tiwi
"Pastinya, karena ini kencan perdana gue tanpa kalian " jawab Sinta
"Sialan lo, lo kira selama ini kita pengganggu ? " ucap Ayu kesal sambil memukul Sinta dengan bantal.
"Coba jelaskan lebih detail, gue mau tau, siapa tau gue bisa coba cara lo " ucap Ayu sinis dan langsung mendekatkan diri tepat dekat Sinta
Sementara Tiwi tak banyak menyela, dia hanya pokus dengan buku yang ia baca dan sesekali sambil mendengarkan cerita Sinta. Dia berusaha menahan rasa sakit di hati nya.
"tadi gue nonton film dewasa yang romantis, dan waktu pertengahan filmnya tiba tiba saja Rama mencium gue Yu,, " ucap Sinta senang
"yang benar lo, terus gimana? " ucap Ayu penasaran
__ADS_1
"Ya terpaksa deh gue ladenin ciuman dari Rama, tanggung kan kalau gue nolak" jelas Sinta yang berusaha memancing reaksi Tiwi.
"jadi kalian ciuman gitu? " ucap Ayu
"Ehm,,, dan rasanya hangat banget, lembut,, meskipun gak terlalu lama sih, karena gue keburu kaget karena baru pertama kali nya" jelas Sinta dengan rasa senangnya
Sinta terus menceritakan kejadian yang romantis sambil sesekali memperhatikan reaksi wajah Tiwi, karena Sinta sengaja ingin membuat Tiwi terlihat cemburu, tapi sayang, reaksi Tiwi biasa saja. Meskipun hatinya meras sakit tapi ia tetap menahan nya.
Tiwi ingin melupakan sesaat tentang sakit hati nya dan segala macam kegelisahan nya, dia ingin pokus dengan ujiannya, dia tidak mau membuat nilainya jelek gara gara masalah ini.
Sedangkan di sisi lain, Rama masih dengan rasa bimbangnya, dia berkali kali menghubungi Tiwi, tapi tidak ada jawaban, lalu mengirim pesan masih saja tak ada jawaban, semakin membuat nya gelisah, padahal Tiwi sengaja menaruh ponselnya di kamar, dia tidak mau kalau saat bersama sahabat nya tiba tiba Rama menelpon dirinya.
Malam pun berlalu, mereka bangun pagi sama sama, bersiap berangkat sekolah, mereka tidak mau hari ini terlambat, karena hari ini adalah hari pertama ujian di mulai.
Saat Tiwi bersiap merapikan peralatan sekolah nya, Tiwi melihat banyak nya panggilan masuk dan pesan dari Rama, tapi Tiwi masih mengabaikannya dan langsung bergabung dengan sahabatnya untuk pergi ke sekolah.
Setibanya di sekolah mereka langsung menuju tempat duduk sesuai dengan no peserta milik masing masing. dan siap untuk mengerjakan soal.
Sementara, Rama menghubungi Doni dan Tama, berniat mengajak mereka hangout, karena ini sudah jadi hari bebas bagi mereka, tinggal menunggu hasil akhirnya saja.
__ADS_1
Mereka bertiga pun pergi bersama, menghabiskan waktu kebersamaanya, karena sebentar lagi mereka akan berpisah jarak yang lumayan jauh untuk melanjutkan studi mereka masing masing, dan hari ini mereka tidak melewatkan waktu bersenang senang sedikit pun, begitu juga dengan Rama yang melupakan sejenak tentang kegalauan hati nya.