
Waktu itu Tama mencoba menghubungi Tiwi ,tapi sayang sekali Tiwi tidak pernah menjawab telpon dari Tama ,karena no nya baru jadi Tiwi tidak menanggapi setiap panggilan yang nonya tidak tercatat dalam kontaknya. Sudah beberapa kali Tama mencoba ,tapi masih sama tidak ada jawaban.
Tama berpikir Tiwi benar benar sudah melupakannya ,dan dia mencoba untuk pasrah pada takdir,mungkin ini belum jodoh .
Satu Minggu berlalu ,Tama masih merasa penasaran ,apakah mungkin Tiwi benar benar sudah melupakannya ,dia kembali mencoba menekan no Tiwi dan memanggilnya.tapi sayang yang jawab bukan Tiwi tapi malah teman satu kerjaan dengan Tiwi ,karena hendphon Tiwi saat itu tertinggal di cafe.
Tapi ,berkat teman Tiwi yang menjawab ,akhirnya Tiwi menjawab telpon yang kedua dari Tama ,karena waktu itu ,Tiwi kembali ke cafe setelah menyadari kalau ponselnya tertinggal.dan Reni teman Tiwi mengatakan bahwa ada yang menelpon,dan dia menyuruh Tiwi untuk menjawab panggilannya,dan dia sempat menyebutkan namanya ,Tama .
Tiwi merasa kaget mendengar ucapan Reni ,dia tidak percaya kalau Tama menghubunginya setelah sekian lama los kontek ,dan kebetulan waktu itu Tiwi langsung mengganti no ponselnya dan lupa ngesave no Tama.
Beberapa menit setelah itu ,Tama langsung menghubungi Tiwi kembali ,dan disitulah mereka kembali melanjutkan kisah cinta mereka yang sempat tertunda .
__ADS_1
Mereka jadi sering berkomunikasi ,tanpa sepengetahuan sahabat Tiwi ,karena Tiwi tidak mau sahabatnya membencinya kembali karena mengingkari janji untuk tidak menjalani hubungan,meskipun Tiwi sendiri belum tau dengan hubungannya dengan Tama selama ini .
Setiap kali mereka berkomunikasi ,Tama selalu mengatakan perasaannya ,dan berkali kali meminta Tiwi untuk menjadi pacarnya ,karena Tama tidak mau kehilangan Tiwi ,tapi sayang ,Tiwi tidak pernah menanggapi semua itu ,dia lebih memilih topik lain untuk di bahas ketimbang harus menjawab pertanyaan Tama .
#falsh back of...
Dan sekarang ,Tama benar benar ingin mendengar jawaban dari pujaan hatinya ,Tama berharap cintanya kali ini tidak bertepuk sebelah tangan .
"Gimana Tiwi,apa jawaban mu " ucap Tama yang terus menerus ingin kejelasan dari Tiwi.
"Aku masih bingung tam ,aku tidak tau akan hati ku selama ini,tapi yang jelas aku merasa sangat nyaman berada di samping mu,dan tidak ingin kehilangan mu,tapi ,untuk jadi pendamping mu ,aku rasa itu terlalu cepat .dan aku masih belum siap menerima jawaban dari sahabat ku juga " jelas Tiwi .
__ADS_1
"Gimana kalau kita jalani dulu semua ini,kalau kamu merasa belum yakin ,aku siap untuk menerima jawaban mu apapun itu." pinta Tama
"Ok ,,mungkin aku harus mencoba untuk membuka hati ku .tapi bagai mana dengan Sinta dan juga Ayu ? apa mereka akan kecewa lagi pada ku ?" Tiwi merasa bersalah dan mengingat kejadian tiga tahun dahulu.
"Untuk sahabat mu itu ,biar nanti kita pikirkan ,yang jelas kali ini kita persiapkan dulu untuk pertemuan kita dengan orang tua ku ,kami harus siap " ucap Tama
"Ok ,baiklah ,tapi gimana kalau orang tua mu tidak menyukai aku ??" tanya Tiwi
"Kita lihat aja nanti ,sekarang aku antar ku pulang,dan istirahat lah " jawab Tama .
Setelah itu mereka langsung meninggalkan restoran ,dan Tama mengantarkan Tiwi pulang.
__ADS_1
di perjalanan mereka tidak berbincang sedikitpun,mereka hanya melempar senyum saja,Tiwi sibuk dengan segala pemikirannya,dia bingung bagai mana untuk mengatakan hal ini pada kedua sahabatnya itu ,sedangkan untuk urusan orang tua Tama,Tiwi akan berusaha meyakinkannya .
bersambung...