
Tama yang sudah duduk kembali di kursinya, menarik nafas dengan dalam,,,
"Ahh... sial, kemana perginya dia sih, kenapa dia ninggalin kita semua di sini, lebih tepat nya lo Sinta, kenapa dia ninggalin lo?? " tanya Tama dengan nada kesalnya.
"Gue juga gak tau Tam, kenapa yah? " ucap Sinta sambil melirik sinis kearah Tiwi
"Udah kita pulang saja, biar gue antar lo sekalian, kan kalian tinggal satu rumah. " ajak Tama
Mereka bertiga meninggalkan restoran dengan wajah mereka yang di tekuk karena merasa kesal sama perbuatan Rama yang pergi begitu saja, bahkan sampai melupakan Sinta dan meninggalkan nya.
Di tempat lain tepat nya dia arah taman, Rama sedang duduk menikmati semilirnya angin malam yang menimpa wajah dan seluruh tubuh nya.
Rama sedang berusaha mencerna setiap ucapan yang Tiwi ucapkan tadi, dia tak habis pikir dengan ucapan Tiwi yang membuat hati nya merasakan sakit..
"Apa hati Sinta juga akan sakit jika mengetahui semua ini? sama hal nya yang si rasa oleh ku yamg mendengar ucapan Tiwi tadi? kenapa gue harus terjebak di antara cinta kalian sih,, aishh... bodoh lo Ram, lo laki tapi lo gak bisa berbuat tegas " umpat nya dalam hati.
__ADS_1
Rama yang sibuk dengan pikirannya sendiri , baru menyadari Kalou dirinya meninggalkan Sinta, dan langsung berlari menuju restoran tempat tadi mereka makan bersama
"Aishh,,, kenapa gue bisa lupa sama pacar gue sendiri, bisa berabe nih . " ucap nya kembali
setelah sampai di restoran tersebut, Rama melihat ke sekeliling tapi tidak menemukan mereka sama sekali.
"Apa mereka sudah pulang yah " ucap nya
Dia langsung mengambil handphone nya dan berusaha menghubungi Sinta, tapi sayang tidak bisa di hubungi sama sekali. dan dia mencoba menghubungi Tiwi, tapi tetap sama tidak di jawab, karena sudah putus asa, dia langsung menghubungi Tama.
Tama langsung curiga sama apa yamg di sebut Rama, kenapa dia menyebut nama Tiwi yang pertama bukannya nama Sinta yang menjadi kekasih nya, dia menahan untuk tidak menanyakan nya pada Rama, karena sudah mau menanyakan kecurigaan nya pada Tiwi langsung, karena dia yakin Tiwi pasti mau cerita pada ku.
"Lo tuh yang kemana, gue cari cari lo gak ada, lebih baik lo juga pulang, dan minta maaf lah pada Sinta, karena dia yang terlihat lebih kecewa . " ucap Tama
"Ok makasih yah bro, " Rama langsung menutup telphone nya dan bergegas pulang.
__ADS_1
Sementara itu di rumah kosan, Sinta yang langsung masuk kedalam kamarnya, tidak menghiraukan pertanyaan dari Ayu yang sudah lebih dulu sampai, dan Tiwi lah yang menjelaskan itu semua.
"Ada apa dengan nya? " ucap Ayu yang bingung dengan tingkah Sinta.
"Dia sedang kecewa karena di tinggal seseorang " ucap Tiwi
"Siapa? " Ayu
"Rama, dia meninggalkan nya dengan pura pura pergi ke toilet dan tidak kembali lagi" jelas Tiwi
"Tunggu, tapi kenapa kalian bisa bersamaan? bukannya tadi lo tidak pergi? " penasaran
"Tadi gue pergi di ajak Tama, dan ketemu Sinta dan Rama di restoran, jadi kita bareng" jelas Tiwi
"Gue curiga, kenapa bisa Rama ninggalin Sinta begitu saja, pasti ada yang gak beres nih, gue butuh penjelasan lebih jelas lagi dari lo. " ucap Ayu yang menarik tangan Tiwi masuk ke dalam kamar. karena dia tidak mau kalou Sinta mendengar penjelasan dari Tiwi.
__ADS_1