
Sesaat setelah Tiwi pergi ke kamarnya, mamahnya sempat mendapatkan tlpon dari Sinta bahwa ia akan balik ke kota z lebih awal, karena masih ada banyak yang harus ia urus, belum sempat mamah nya mengatakan pada Tiwi pesan dari Sinta, malah keburu Tiwi masuk setelah bercerita pada mamah nya.
"Sampai lupa pesan dari Sinta belum aku sampaikan, besok aja kali yah, kasian dia harus istirahat, tapi tunggu, apa sebenarnya Tiwi suka sama pacar Ayu atau pacar Sinta yah, atau jangan jangan dia sudah dapat tambahan teman baru lagi??? " mamah nya Tiwi makin bertanya tanya dan penasaran karena hanya Sinta dan Ayu yang jadi sahabat Tiwi selama ini.
Sinta sedang termenung sendirian di dalam kamar nya, ia masih memikirkan antara Tiwi dan Rama, bagai mana bisa mereka saling suka, dan sejak kapan mereka berbuat curang di belakang nya, itu yang menjadi pikiran Sinta selama ini.
"Apa benar yah Tiwi jadi selingkuhan Rama ? atau jangan jangan aku salah orang, tapi gelagat mereka jelas menunjukan bahwa mereka saling suka, tapi sejak kapan? bagai mana aku membuktikannya, yah!! Doni, pasti Doni tau semua nya" gumamnya sendiri saat di dalam kamar.
Tak butuh waktu lama, Sinta langsung menghubungi Doni, sekali tekan Doni langsung mengangkat telpon dari Sinta.
"Ya halo Sinta ada apa? " jawab Doni di sebrang ujung telpon
"Halo Don, maaf mengganggu waktu belajar mu, aku hanya ingin menanyakan sesuatu pada mu, apa boleh? " tanya Sinta.
"Ya tentu, ada apa emangnya? " jawab Doni
"Begini Don sebenarnya aku penasaran dengan hubungan Rama sama gadis lain, apa kamu tau siapa gadis itu? mungkin aja Rama suka cerita ke kamu " tanya Sinta
__ADS_1
Doni terkejut dengan pertanyaan hang Sinta ajukan, dia gak tau harus bulang apa, dia takut salah bicara dan bisa membuat persahabatan mereka hancur, tak lama Doni langsung menjawab nya.
"Apa maksud mu sih Sinta, aku gak ngerti " ucap Doni berbohong.
"Gini ya, maksudku, apa Rama suka cerita kalau dia suka sama gadis lain selain aku? " tanya Sinta.
"Kayak nya enggak deh Ta, Rama jarang banget cerita tentang ceweknya " Jawab Doni meskipun berat harus berbohong, Doni berharap Sinta tau sebenarnya dari Rama sendiri.
"Yaudah lah kalou gak tau, maaf sudah mengganggu waktu belajar kamu, kalao gitu aku tutup dulu yah, by.
" Rama, kenapa sih kamu tega, aku kan sayang banget sama kamu, kenapa kamu gak pernah jujur ke aku Ram, kenapa,?? " Sinta bergumam sendiri sampai dia ketiduran.
Waktu berlalu sangat cepat, mereka sudah Tiga hari berada di kota mereka berasal, dan tinggal dua hari lagi mereka akan kembali ke kota z untuk melanjutkan aktivitas belajar mereka di sana.
Ayu dan Tiwi yang akan berangkat lagi hari minggu, berbeda dengan Sinta, ia ingin berangkat lebih awal yaitu hari jumat, ia bermaksud bisa jalan berdua bersama Rama, sambil menetapkan hatinya, dan meyakinkan bahwa Rama masih sangat mencintai nya.
Yah, karena Ujian Rama berakhir hari jumat, dan terlepas dari aktivitas ujian Rama juga bermaksud untuk mencari universitas yang cocok dengan dirinya, dan tidak berada jauh dari kota tersebut.
__ADS_1
Hari ini, tibalah saatnya Sinta pergi meninggalkan keluarga nya lagi, Sinta pamit sama mamah dan papa nya, dan tidak mau di antar, Sinta lebih ingin naik taksi,karena tidak mau merepotkan orang tua nya.
"Sayang beneran kamu gak mau mama dan papa antar? " tanya mama nya sambil meyakinkan Sinta
"Gak mah, Sinta udah pesan taksi kok, sebentar lagi datang, mama jangan kwatir Sinta baik kok" jawab Sinta sambil memeluk sang mama.
"Padahal kami gak merasa di repotkan lo sayang, kami kan orangtua kamu, jadi sudah sewajarnya kan kamu mama antar " ucap mama nya.
"Ya, makasih mah, tapi Sinta beneran mau sendiri, dan gak mau mama dan papa antar, Sinta sayang mama kok, jadi jangan beranggapan yang tidak tidak yah " jelas Sinta
Tak lama taksi yang di pesan Sinta sudah datang, dan menunggu di depan rumah.
"Mah, pah, taksi nya sudah nunggu tuh, Sinta pamit dulu yah mah " ucap sinta sambil memeluk dan mencium tangan mama dan papa nya secara bergantian.
"Hati hati yah sayang, jaga diri mu baik baik " ucap kedua orang tuanya.
Sinta pun pergi meninggalkan rumahnya dan langsung masuk ke dalam taksi, setelah Sinta masuk, taksi itu pun berlalu meniggalkan kediaman Sinta.
__ADS_1