Cinta Seorang Istri

Cinta Seorang Istri
Bertemu Nilam...


__ADS_3

Daniel bertanya pada Tia siapa yang menyuruh dia bekerja, sampai mendapatkan tugas untuk menyiapkan keperluan dirinya.


"Apa kamu mau menikah.?" ucap Daniel.


"Apa...Menikah.? Kekasih saja saya tidak punya tuan, saya hanya ingin bekerja lalu membiayain adik saya kuliah tuan tidak ada pikiran saya untuk menikah saat ini." ucap Tia.


"Syukurlah." ucap Daniel yang merasa lega Tia pasti akan menolak pernikahan ini.


Tia bingung kenapa Daniel bertanya seperti itu pada dirinya, ya Tia sebenarnya ada niat mau nikah tapi bukan saat ini dia hanya mau fokus mencari uang untuk biaya sekolah adiknya.


Daniel pergi bekerja tapi sebelom kekantor dirinya menjenguk mama nya di rumah sakit yang kabarnya hari ini akan pulang.


"Pagi mah..." ucap Daniel memberi salam pada mama nya.


"Mama kira kamu tidak akan ingat lagi sama mama." ucap nyonya mariana.


"Kenapa mama bicara seperti itu.?" ucap Daniel yang semangat dirinya pikir Tia akan menolak perjodohan ini jadi daniel sangat senang.


"Kamu senang liat mama terbaring seperti ini.?" ucap nyonya mariana.

__ADS_1


"Mama bicara apa.? Daniel sangat sayang sama." ucap Daniel.


"Oke...Ma Daniel setujuh pernikahan ini tapi, apa mama sudah pastiin bahwa gadis itu mau menikah dengan aku.?" ucap Daniel.


Papa Jerry tidak yakin Tia mau, Kecuali kalau istrinya sudah mengancam papa jerry yakin Tia akan mau. Karena papa jerry kenal betul bagaimana sikap istrinya yang terlihat tenang tapi sebenarnya menakutkan.


Daniel sudah sampai di kantor... Semua karyawan menyapa Daniel yang bertemu saat menuju ruangannya, saat sampai di depan pintu kerjaan ada seorang sekertaris wanita yang bernama Gisel.


"Pagi pak...Pak, di dalam ada nona Nilam." ucap Gadis yang ketakutan.


"Baikla..." ucap Daniel lalu masuk keruangannya.


" Untuk apa kamu kesini.?" tanya Daniel.


" Slow sayang, aku kesini hanya mau memberi ini pada kamu." Ucap Nilam yang menyerahkan kartu undangan pada Daniel.


"Aku harap kamu datang, aku tahu kamu tidak bisa move on dari aku." ucap Nilam.


"Kamu tenang aja aku akan datang dengan tunangan ku." ucap Daniel... Sebenar Daniel belom bisa melupakan Nilam.

__ADS_1


"Oke aku akan tunggu kamu dan dia datang ke acara aku." ucap Nilam lalu pergi meninggalkan Daniel. Nilam yakin sekali bahwa Daniel masi mencintai dirinya dan tidak akan mungkin Daniel datang dengan seorang wanita palingan datang bersama Bima.


Sebenarnya Daniel tidak ingin datang ke acara pernikahan Nilam, tapi karena Nilam sendiri yang mengantar undangan untuknya dan menantang Daniel. Maka Daniel memituskan untuk pergi dengan Tia.


Sore ini nyonya Marian pulang kerumah...Tia mendengar langsung membuat sambutan dirinya memasak khusus untuk nyonya mariana untuk menybut kedatangan nyonya mariana. Daniel pulang dengan cepat dari tempat kerjanya untuk menjemput mama nya balim dari rumah sakit.


"Selamat datang nyonya." ucap Mariana.


"Terimakasih...kamu sudah menyambut saya." ucap Mariana.


Makan malam yang dimasak Tia Daniel suka smeua cocok di lidahnya, Daniel makan dengan lahap malahan sampai nambah. Tia memang sudah makan di dapur dirinya menolak ajakan nyonya Mariana, dan Mariana setujuh karena dia tidak mau menimbulkan kesan negatif.


"Bagaimana kamu suka sama masakan ini.?" tanya mariana.


"Iya ma, tumben si embo masaknya enak banget." ucap Daniel.


"Ini bukan siembo." jawab papa jerry.


"Jadi siapa.? wanita itu.? hahahaa.... papa bercanda aja, mana mungkin." ucap Daniel.

__ADS_1


"Ya teserah kamu." ucap Tuan jerry.


__ADS_2