
Setelah dapat izin dari mertuanya Tia meminta izin pada suaminya ya dirinya tidak tahu Daniel akan mengizinkan atau tidak untuk dirinya pergi bekerja...
Setelah Tia menyiapkan keperluan Daniel untuk mandi barulah Daniel masuk kamar mandi, selesai Daniel keluar kamar mandi Tia memberanikan dirinya untuk meminta izin pada suaminya untuk bekerja walau tahu pernikahan ini hanya sandiwara tapi Tia harus tetap menghormatinya.
"Tuan... Apa saya boleh saya meminta waktu anda sebentar.?" ucap Tia yang berdiri di hadapan Daniel.
Dengan mata penuh selidik Daniel menatap Tia, tanpa ekspresi sedikitpun, sementara Tia menunggu jawaban Daniel membuatnya sangat gugup dan takut.
"Bucaralah tiga menit." ucap Daniel.
"Tuan saya ingin bekerja." ucap Tia yang buru- buru dirinya takut habis waktu yang di berikan oleh Daniel suaminya itu.
"Baiklah...Tapi kamu tidak boleh dekat dengan laki-laki lain selama kita belom berpisah." ucap Daniel yang menusuk hati Tia baru satu hari pernikahannya Daniel sudah membahas perpisahan.
"Iya tuan saya mengerti, terimakasih sudah izinkan saya bekerja." ucap Tia.
"Hanya dikamar saja kita bukan suami istri, diluar kita suami istri kamu mengerti." ucap Daniel langsung keluar kamar tanpa menunggu jawaban dari Tia.
__ADS_1
"Mengerti." ucap Tia pelan karena iya berbicara sendiri.
Tia keluar kamarnya menyusul Daniel yang sudah dulu untuk makan malam bersama mama dan papa nya.
"Niel, apa kamu tidak mau ajak Tia liburan bulan madu mama sudah tidak sabar untuk menimang cucu." ucap Mariana.
"Kayaknya Tia mau menundanya ma soalnya dia mau bekerja, yakan sayang kamu belom siap." ucap Daniel menatap Tia.
"Iya mah." jawab Tia.
"Kamu benar mau kerja sayang, Daniel mengizinkannya." ucap Mariana.
"Iya kalau memang keputusan kamu, jangan menunda ya Tia sayang mama mohon." ucap Marian, tadinya dirinya berpikir kalau Daniel tidak mengizinkan untuk bekerja dan akan membiayai sekolah adik iparnya itu.
Mariana pasrah kalau emang ini keputusan anak dan mantunya dia makan dengan diam memendam rasa kecewanya pada putranya yang mengizinkan Tia bekerja dan menunda kehamilan.
"Tapi kalau bisa kamu jangan menunda ya sayang mama mohon." ucap Mariana.
__ADS_1
"Iya mah anak juga kan rejeki tuhan yang tidak ternilai harganya." ucap Tia dirinya tahu sampai kapan pun dia tidak akan hamil soalnya suaminya daniel tidak akan mau menyentuhnya jadi tidak mungkin Tia akan hamil.
"Makasih ya sayang." ucap mariana.
Tia hamya tersenyum yang manis yang dirinya punya tanpa di buat- buat senyuman... Tia sangat sayang pada mama mertuanya dan papa mertuanya yang sangat baik pada dirinya menggantikan sosok ayah dan ibu Tian yang sudah meninggal tersebut.
...*****...
Pagi yang cerah, seletah menyelesaikan tugasnya menyiapkan baju dan keperluan Daniel. Tia segera memasukna barang yang akan di bawa di tasnya saat bekerja hari ini Tia akan mencari lowongan pekerjaan dirinya berdoa agar dapat dan bisa di terima bekerja.
"Tuan maaf apa boleh saya nanti ikot anda sampai depan halte bus.?" ucap Tia pada Daniel yang baru bangun yang sedang duduk di halte bus.
"Mmmm." jawab daniel.
"Terimakasih." ucap Tia lalu turun ke bawah untuk sarapan sebelom berangkat.
"Tia apa kamu yakin mau pergi bekerja." ucap nyonya mariana pada mantunya.
__ADS_1
"Iya mah Tia harus bekerja mah." ucap Tia pada mama mertuanya.
Nyonya mariana sebenarnya ingin kalau Shintia tidak bekerja hanya fokus pada kehamilannya saja.