Cinta Seorang Istri

Cinta Seorang Istri
Daniel bingung...


__ADS_3

Selesai si embo memeberitahu dimana letak barang tuan mudanya itu di kamar Daniel sudut-sudut nya,si embo juga bingung kenapa tuan Daniel perlu seorang pelayan yang menyiapkan barang dan keperluan dirinya. Biasa tuan mudanya melakukannya sendiri kenapa nyonya menyiapkan seorang asisten untuk tuan mudanya.


"Bi... Dulu siapa yang melakukan ini.? bibi ya yang melakukan semuanya.?" ucap Tia yang membuat si embo bingung harus jawab apa.


"Iya non, semua saya yang lakukan." ucap si embo yang memang sudah di suruh nyonya mariana untuk jawab seperti itu bila Tia bertanya.


"Kayaknya sudah tidak sekolah lagi ya bi tuan muda.?" tanya Tia karena dari tadi yang tia lihat baju dewasa dan tidak ada seragam.


"Iya non, tuan muda sudah tidak sekolah dia sudah meneruskan bisnis tuan jerry ayahnya." ucap si embo.


"oooh...kenapa belom menikah.?" ucap Tia.


"Itu kurang tahu non... coba tanya nyonya saja." ucap si embo.


"emang umur berapa.? oh iya jangan panggil saya nona kita sama embo panggil saya Tia." ucap Tia.


" Baikla Tia, umur Tuan sekitar 26 atau 27an gitu." ucap si embo.


"Oooh sudah dewasa ya umurnya." ucap Tia.

__ADS_1


Saat mereka lagi adik bicara di dapur datang tante mariana.


"Tia ikot tante yuk." ucap tante mariana.


"Baik tante." ucap Tia.


"Kamu tidak mau ganti baju dan bawa tas.?" ucap tante mariana.


" emang kita mau kemana nyonya.?" tanya tia heran kenapa harus ganti baju dan bawa tas.


Nyonya mariana hanya senyum, Tia akhirnya menurut apa yang nyonyanya perintah dan tidak banyak tanya lagi. Dirinya langsung kekamar dan mengambil tas miliknya yang biasa Tia pakai, Mereka pergi berdua dengan di supirin oleh pak yusuf yang tadi mengantar Tia pulang.


" Saya belum kepikiran akan menikah nyonya. Pacar saja saya belom punya." ucap Tia pada nyonya mariana.


"hahaha...Kalau gitu nikah sama anak saya mau.?" ucap nyonya mariana.


Mata Tia membesar mendengar ucapan nyonya itu...Dirinya langsung tiba-tiba ketawa.


"Hahaha..." Tia ketawa membuat nyonya sidikit heran dan akhirnya ikot ketawa.

__ADS_1


"Hahaha..."nyonya mariana ikot ketawa juga.


"Nyonya lucu juga, mana mungkin nyonya." ucap Tia.


Akhirnya mereka berdua sampai di sebuah emol terbesar di kota tersebut, Tia memang pernah kesini tapi tidak berani beli karena baramg di emol tersebut mahal dan bermerek. Tia hanya mengikoti kemana nyonya mariana pergi, mereka shingga kesebuah butik ternama dan lalu membeli beberapa pakaian dan lalu makan siang di sebuah restoran masakan korea.


"Nyonya berapa anak anda.?" tanya Tia.


"hmmm...anak saya ada dua tapi yang perempuan lagi lanjutin kuliah di luar negri dia seumuran kamu." ucap nyonya mariana.


Akhirnya Tia dan nyonya Mariana pukang kerumah sebelom yang lain pulang kerumah, Tia langsung menyiapkan baju untuk Daniel dan air mandi untuk Daniel. Selesai Tia menyiapkan semuanya Daniel bersama papa nya Jerry pulang.


Tia menyambut mereka, seperti yang di perintahkan nyonya Mariana dan si embo menyuruh Tia mengambil tas kerja Daniel. Daniel bingung dan heran sementara papa jerry ketawa kecil bersama mama nya itu.


"Tidak perlu biar saya bawa sendiri saja." ucap Daniel.


"Tuan, saya yang sekarang menggantikan tugas si embo tuan." ucap Tia pada Daniel...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2