
Selesai membantu para pelayan Tia masuk kamar, untuk istirahat rasanya badan dan kakinya remuk semua. Iya mungkin seandainya dirinya bukan menikah dengan Daniel ia tidak akan seperti ini Tia memikir apa lebih baik ia berjualan di depan kontrakannya saja ya buka usaha apa.
Saat lagi asik baring di sofa HP miliknya berbunyi... Panggilan telepon dari Herry sahabatnya yang tadi di temuinya di halte Bus siang tadi.
"Hallo..." jawab Cia di ponselnya.
"Tia, ini aku herry besok apa bisa kamu ke restoran xxxx " ucap herry di balik ponselnya.
"Bisa Herr, tapi apa aku tidak bisa kerja shift her." ucap Tia sedikit sedih yang tadinya semangat.
Saat Tia lagi berbicara pada Herry, Daniel masuk kamar dan melihat Tia sangat asik berbicara di ponselnya sekilas dirinya mendengar nama yang di sebut Tia tadi.
"Her... Aku tidur dulu ya." ucap Tia mengakhirin teleponnya.
"Malam Tuan." ucap Tia yang duduk melihat Daniel.
Daniel diam dan menarik selimutnya, dia tidak peduli pada siapa yang menelepon Tia tadi Daniel juga segera mengambil ponselnya lalu membalas chat dari Nilam yang sambil tersenyum senyum.
__ADS_1
" Tuan besok Pagi saya akan pergi ketempat kerja temen saya, mungkin mudah mudahan di tempatnya ada lowongan Tuan." ucap Tia, entah Daniel me dengarnya apa tidak tapi setidaknya Tia sudah menyampaikan.
Tia sedih rasanya sedih sekali melihat suaminya chat dengan wanita lain apalagi wanita ini suah bersuami... Di balik selimut Tia menutup seluruh tububnya dengan sebuah selimut dan menangis.
Pagipun tiba Tia sudah siap ia sudah sangat rapih hari ini, memakai baju kemeja dan celana bahan dan memakai tas miliknya yang sudah kusam itu karena hanya ini yang Tia punya.
"Tuan, mungkin hari ini saya akan mulai bekerja." ucap Tia.
"Selamat ya." ucap Daniel cuek dan masuk kamar mandi...
Tia turun ke bawah emlihat kedua mertuanya yang sudah duduk di meja makan Tia menghampirinya...
"Pagi mama dan papa...Hari ini Tia akan mulai bekerja di sebuah restoran atau cafe temen Tia bernama herry memberi kabar pada Tia semalam." ucap Tia.
"Apa Daniel tahu.?" ucap mariana.
"Sudah mah." ucap Tia... Daniel turun setelah menyapa kedua oramg tuanya dan mencium mama nya Daniel juga mencium ke ing Tia itu selalu di lakukan hanya di depan mama nya saja.
__ADS_1
"Niel, kamu antar Tia ke tempat kerjanya kan.?" ucap mariana.
" Mah biar Tia naik bus saja soalnya tempat kerjanya berlawanan mah." ucap Tia.
Selesai sarapan Tia ikot mobil Daniel sampai depan Halte bus... Saat Tia lagi menunggu bus yang mengantarnya bekerja sebenarnya kantor dan cafe Daniel tidak jauh dari tempat Tia bekerja.
"Tia...ayok naik." ucap herry.
"Tapi her..." ucap Tia.
"Kenapa malu naik motor aku.?" ucap herry.
"Bukan begitu Her... Aku." ucap Tia kepotong.
"Sudah naiklah dulu biar tidak kesiangan, kamu kok napa di halte situ.?" ucap Herry.
Tia akhirnya naik di motor herry biar bagaimana memang betul yang di ucapkan herry dirinya satu tempat kerja jadi mungkin tidak masalah pergi barang toh juga hanya temenan biasa saja tidak ada hubungan lain.
__ADS_1