
Selesai makan malam Daniel dan mama serta papa nya nonton TV sambil bercerita, sementara Tia merapikan meja makan bekas mereka makan. Sebenarnya nyonya Mariana sudah mengajak Tia untuk bergabung dengan mereka tapi Tia malu karena pembantu atau pelayan di rumah itu tidak ada, masa hanya dirinya yang diajak Tia tidak enak dengan yang lain secara posisinya mereka sama seora g pelayan di rumah ini.
Tia memang belom tahu apa tujuan dan Rencana Mariana mengajaknya bekerja. Sementara Daniel yang awalnya bersikap rahma pada diri ya kini berubah menjadi dingin, ya Daniel mengira Tia hanya pura-pura tidak tahu rencana mama nya itu. Sebenarnya Tia sudah sekongkol dengan mama nya itulah yang di pikiran Daniel tentang Tia.
Ya Daniel memang sudah dingin pada siapa saja kecuali si embo Daniel bersikap rahma pada si embo yang merawatnya dari kecil.
"Nilam mengundang mama ke acara pernikahannya, benar-benar tidak tahu malu anak itu." ucap Mariana.
"Sudah mama tenang ingat sakit mama." ucap tuan Jerry.
"Mama tidak suka dia kayak mau pamer." ucap mariana.
"Ya biarkan saja ma, mama seakan tidak setujuh dia menikah sama cowok lain." ucap jerry
"eeh papa jangan salah mama justru bersyukur pah." ucap Mariana.
__ADS_1
Lalu datang Tia yang membawa minum untum teh untuk mereka, da. membawa obat untuk nyonya mariana minum.
" Nyonya minum dulu obat anda." ucap Tia.
Daniel dan om jerry kaget melihat Tia perhatian sekali pada nyonta mariana.
"Nah yang kayak gini." ucap Mariana sambil mengambil obat yang di berikan Tia.
"Dari mana kamu dapat obatnya.?" tanya mariana perasaan dirinya tidak pernah memberikan obat pada pelayan dia menaruhya di lemari obat.
"Tidak sayang, justru saya berterimakasih sama kamu." ucap mariana.
"Iya kau bukan kamu pasti tidak akan minum obat." ucap tuan jerry.
"Tia minggu depan kamu ikot saya ke acara pernikahan anak patner kerja suami saya." ucap mariana, iya emang Nilan menikah dengan anak rekan bisnis suaminya.
__ADS_1
"Tapi nona.." ucap Tia kepotong eh nyonya mariana.
"Kamu jadi pendamping anak saya." ucap mariana.
"Apa nyonya tidak salah, saya tidak pantas nyonya." ucap Tia lalu izin pamit ke dapur lagi.
"Tunggu kamu sangat pantas melebih wanita di luar sana." ucap mariana.
"Maaf nyonya saya tidak bisa...saya permisi." ucap Tia yang hendak pergi.
"Ini tugas dan perintah dari saya." ucap Mariana yang menbuat Tia berhenti.
Daniel yang lihat mama nya sangat marah dirinya hanya diam, dia hanya berpikir kenapa seorang pelayan saja menolak dirinya...Papa jerry juga haya bisa diam saja melihat istrinya yang sudah sangat marah sekali, dan mereka berdua tau kalau nyonya mariana kalau sudah keinginannya tidak boleh di tolak.
Itulah pemikiran Daniel dan papa nya tuan Jerry sifat mamanya yang keras kepala, kalau sudah maunya harus bisa di dapatnya. Daniel tidak menyangka mama nya sangat ingin sekali Tia menjadi istrinya emang apa istimewah dari wanita ini sehingga mama nya memaksa Tia menikahi dirinya. Kalau karena Nilam kayaknya bukan mama nya miliki alasan lain pikir Daniel dalam hatinya.
__ADS_1