
Malam ini hujan turun membasahi jalan di malam hari...Shintia selalu saja pulang malam dirinya mengambil sift malam toko tempatnya bekerja di bagi dua jam kerja, pagi buka dari jam 7 sampai jam 3sore, lalu jam 3sore sampai jam 9 malam. Shintia selalu bekerja dari jam 7 sampai jam 9malam iya lakukan karena harus mendapatkan uang tambahan untuk biaya ibu dan adiknya.
Malam yang hujan dan dingin Tia menunggu di sebuah halte bus dirinya menunggu angkuttan umum yang lewat. Namun saat lagi asik menunggu ada mobil mewah lewat dengan cukup kencang, sehingga mobil tersebut menyipratkan iar gendangan yang ada di jalan mengenai Tia.
Tia marah pada mobil tersebut, saat lagi marah dan memaki mobil tersebut, tiba-tiba mobil mewah itu mundur dan berhenti di depannya. Kaca mobil itu mulai terbuka di bagian depan sosok seorang pria berjas hitam dan kaca mata hitamnya.
"Nona maafkan saya." sambil menyerahkan selembar cek.
"Apa ini.?" ucap Tia.
"Ini buat ganti baju anda." ucap seorang pria itu.
"Terimakasih tapi saya tidak butuh ini." ucap Tia yang tidak mengambil cek itu.
Supir tersebut tidak memaksa Tia, karena dirinya sedang terburu-buru untuk mengantar majikannya...Tia tidak melihat ada seorang yang duduk di kursi belakang mobil yang memperhatikan dirinya.
__ADS_1
"Kalau gitu saya minta maaf." ucap pria itu lalu pergi meninggalkan Tia.
"Dasar orang kaya, main pergi aja tanpa saya belom.menjawab untuk memaafkan dirinya, eeh tunggu biasa aku nonton film kalau orang kaya tidak mau minta maaf."ucap Tia sendiri di halte tersebut.
Dan tidak lama mobil angkutan umum yang di tunggu Tia telah datang. hanya butuh 10 menit mobil angkutan umum itu untuk tiba di depan gang rumah Tia.
Sesampainya dirumah bunda Tia sudah tidur hanya adiknya yang selalu menunggunya pulang bekerja.
"Kak, air panasnya sudah siap." ucap Jimmi.
"Kak justru aku yang harusnya minta maaf sama kaka." ucap jimmi.
"Kamu ngomong apa sih, yasudah kamu tidur saja dulu sudah malam besok harus sekolah kan.?" ucap Tia pada jimmi adik laki- lakinya yang selalu menunggu Tia pulang kerja dan memasakan air hangat untuknya.
Keesokan paginya Tia sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja...adiknya jimmi sudah lebih dulu berangkat ke sekolah.
__ADS_1
Tia sudah sampai di tempatnya bekerja.. Mini market tempat Tia bekerja memang tidak jauh dan dekat dengan kawasan perumahan elit. Selesai beres-beres barulah Tia membuka tokonya bersama sahabatnya Yuli.
Datang dua orang pembeli pertama yang satu ibu-ibu yang satu seorang kakek. Kakek itu kesulitan Tia menolongnya dengan sabar, ada seorang ibu memperhatikan sikap Tia pada kakek tua itu.
Setelah kakek itu pergi ibu yang terlihat cantik dan muda itu mendekat ke Tia.
"Nak...bisa kamu bantu saya.?" ucap ibu itu.
"Iya apa yang bisa saya bantu bu.?" ucap Tia.
Lalu ibu itu menyerahkan dua produk yang menyuruh Tia memilih ibu itu sengaja sedikit cerewet dan nyebelin, tapi Tia dengan sabar menjelaskan kepada ibu itu.
Akhirnya ibu itu memilih yang Tia pilihkan...Dan langsung pergi dengan senyum tipis penuh kemenang ibu itu keluar, tapi Tia tidak marah atau kesal pada ibu malah memberikan senyum rahma dan manisnya kepada ibu itu.
Bersambung....
__ADS_1