Cinta Seorang Istri

Cinta Seorang Istri
awal yang baru...


__ADS_3

Cuaca pagi ini terlihat cerah, walau cuaca di pagi terlihat cerah tapi tidak di hati Tia malam pengantin seharusnya malam bahagia buat setiap pengantin baru tapi tidak untuk Tia dan Daniel. Pengantin pria tidak pulang di hari malam pertama.


Pukul tujuh pagi Daniel baru pulang kerumah dengan keadaan sedikit berantak dan kacau...menatap Tia penuh kebencian yang tidak bisa di artikan.


"Tuan anda sudah pulang... Saya akan siapkan air hangat dan pakaian anda..." ucap Tia ya memang Daniel sudah biasa pakaiannya Tia yang siapin.


Selesai Tia menyiapkan Daniel pu ln langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya...Semalam Daniel tidur di apertement Yudi sekertaris sekaligus sahabatnya itu.


Selesai mandi Daniel langsung baring di tempat tidurnya. Pernikahan Daniel sampai di kuping Nilam walau Nilam sudah menikah dirinya tidak terima Daniel menikah dengan wanita lain. Karena Nilam sudah berjanji pada suaminya setelah melahirkan dia akan bercerai dengan pria ini karena suaminya juga hanya ingin anaknya yang ada di perut Nilam.


Nyonya Mariana pulang dari rumah sakit melihat Tia yang lagi bersih-bersih rumah dan mengelap perabotan yang mahal isi rumah ini...Daniel yang turun tanpa menghiraukan Tia yang menyapanya seperti biasa. Tidak untuk Daniel ia sangat benci pada laura.


"Pagi mah." ucap Daniel mencium kening mama nya.

__ADS_1


" Mana Tia, Niel ajak Tia makan bersama." ucap nyonya mariana.


"Biarkan saja lah ma nanti juag kesini." ucap Daniel.


"Maaf saya telat mah, pah." ucap Tia, lalu duduk di sebelah suaminya Daniel.


"Tidak apa- apa, mari kita sarapan dulu." ucap mama mariana.


Mereka sarapan bersama tanpa ada suara hanya suara piring dan sendok yang bersentuhan. Selesai sarapan Tia mengantar Daniel ke luar untuk pergi bekerja Tia yang salim pada suaminya, Tia tau sikap Daniel baik hanya di depan mama dan papa nya.


Sementara Jimi yang sibuk sekolah untuk menghandapi ujian kenaikan kelas dan sibuk mencari kerja sampinga , Jimmi tidak mau merepotkan kaka dan kakak iparnya. Tia juga bingung bagaimana untuk biayai jimmi uang tabungannya lama- lama pasti akan habis.


Kalau izin bekerja mungkin suaminya izinin tapi bagaimana mertua nya, biar bagaimana Tia harus bicara pada mertuanya agar dia bisa bekerja untuk membantu adiknya Tia tidak mau lagi merepotkan mama mertuanya sudah cukup banyak dirinya menerima bantuan dari mama nya.

__ADS_1


"Mama, apa boleh Tia bicara sebentar sama mama." ucap Tia pada mertuanya mariana yang lagi duduk di taman menimati teh herbalnya.


"Bicaralah, duduklah." ucap mariana menepuk kursi sebelahnya.


"Ma,Tia mau minta izin untuk bekerja." ucap Tia.


"Mama jangan salah paham Tia hanya tidak ingin terlalu banyak merepotkan mama, dan Tia juga tidak mau ada salah paham atau memanfaatin keluarga ini." ucap Tia.


"Tapi sayang Daniel apa izinin." ucap mariana.


"Tia belom bicara, ya nanti Tia akan bicara ma sama suami Tia." ucap Tia.


"Mama tergantun suami kamu, kalau emang Daniel izinin kamu kerja di kantor Daniel saja." ucap Mariana.

__ADS_1


"Maaf ma buka Tia menolak, hanya Tia tidak mau aji mumpung ma, biar Tia kerja di tempat lain. Mama tenang saja Tia tidak akan melupakan tugas Tia sebagai istri mah." ucap Tia.


__ADS_2