Cinta Seorang Istri

Cinta Seorang Istri
Kabar duka...


__ADS_3

Nyonya Mariana dan Shintia yang biasa di panggil Tia ini sekarang sudah sampai di Rumah sakit, Mariana yang ikot masuk menjenguk bunda Lia yamg lagi berbaring koma. Nyonya mariana menyuruh dokter siapkan operasi dirinya langsung melakukan pembayaran sambil menunggu supir membawakan kertas yang dirinya minta.


"Tante tapi saya kan belom..." ucap Tia terpotong.


" Sudah nyawa ibu kamu lebih penting dari pada perjanjian itu." ucap nyonya mariana.


"Terimakasih nyonya." ucap mariana.


Jimmi yang sudah siap, sementara bunda lia yang langsung di bawa keruang operasi bersama jimmy juga saat dokter akan mulai tiba-tiba detak jantumg bunda lia berhenti...Jimmi sedikit tau dia sangat panik dengan kondisi bundanya, dikter mengambil tindakan suster yang bulak balik keluar ruangan operasi membuat Tia khawatir...


"Ada apa sus, apa yang terjadi sus.?" tanya Tia memberhentikan suster yang keluar ruangan operasi.


"Pasien kritis." jawab suster itu dengan terburu- buru.


"Sabar ya kamu, kita berdoa saja untuk bunda kamu." ucap nyonya mariana yang merangkul Tia dari samping dan memeluknya memberi semangat.


"Tante apa ibu saya akan selamat.?" ucap Tia menangis.

__ADS_1


"Ya kita berdoa yang terbaik saja sayang." ucap nyonya mariana.


Didalam ruang operasi yang sangat menegangkan itu malah makin menegangkan untuk jimmi yamg milhat kondisi bundanya...Dirinya menangis melihat kondisi bunda dokter yang sudah berusaha juga hampir putus asa...Namun apa yang dapat dilakukannya bila Tuhan? sudah berkehendak lain...Akhirnya bunda Lia meninggal sebelom melakukan operasi pencakokan ginjal putranya jimmi.


Dokter keluar bersama jimmi dengan wajah sedih...Tia yang melihat wajah adiknya dan dokter yamg bersama adiknya, dirinya bertanya apa yang terjadi.


"Apa ya g terjadi dok.?" tanya Tia.


"Maafkan saya, bunda anda tidak dapat di selamatkan." capnya sambil melepas masker dan topi operasi di kepalanya.


"Bohong...dokter harus selamatkan bunda saya." ucap Tia yang menangis sambil mengguncang dokter.


"Tia kamu harus iklas." ucap nyonya mariana.


Akhirnya Jenazah bunda lia di bawa pulang uang operasi di rumah menjadi uang biaya perawatan bunda mariana selama 2hari dirumah sakit. Karena kalau tidak di bayar Jenaza bunda lia tidak dapat di bawa balik.


Para tetangga sudah menyambut Jenaza bunda Lia... Sementara nyonya mariana menelepon suaminya untuk datang ke pemakaman bunda lia...Ya tuan jerry karena menelepon istrinya terus akhirnya sama nyonya mariana disuruh datang.

__ADS_1


"Ma...siapa yang meninggal.?" tanya tuan jerry yang baru tiba di rumah duka.


"Calon besan kamu.?" ucap mariana berbisik di telinga suaminya.


Mata suaminya membesar mendengar ucapan istrinya, memang dia tau istrinya suka bercanda tapi tuan jerry tidak menyangka istrinya bencadanya kali ini sangat konyol. Dirinya tau orang tua Nilam dan hubungannya dengan Nilam saat ini.


"Mah, papa serius ini siapa.?" ucap tuan jerry kembali.


" Mama juga serius papa." ucap istrinya yang memang serius.


"Aduh papa capek bicara sama." tuan jerry menyerah pada istrinya.


Nyonya mariana mengajak suaminya mendekat ke Shintia yang berada di depan Jenazah bundanya.


"Shintia kenalkan ini suami saya." ucap nyonya marian pada shintia yang lagi menangis.


"Saya Jerry, saya turut berduka cita." ucap tuan jerry.

__ADS_1


"Shintia, terimakasih om."ucap Tia.


Bersaambung...


__ADS_2