
Sore yang yang sangat cerah matahari yang berwarna orange, tidak terasa Tia bekerja dengan nyonya Mariana sudah hampir 3 bulan... Saat Nyonya mariana yang lagi asik membuat kerajinan dari benang dengan tangannya yang sudah lihai memainkan jarum serta benang...Tia duduk memperhatikan nyonyanya membuat kerajinan.
Drettt...dreeet... Ponsel Tia berbunyi entah nomor siapan Tia langsung mengangkatnya setelah mendapat izin dari manjikannya.
"Hallo..." ucap Tia di balik telepon menyapa orang yang meneleponnya.
"Dengan nona Shintia.?" ucap suara wanita di serbang sana.
"Iya saya sendiri, ini siapa dan ada apa ya emba.?" ucap Tia.
"Saya suster dari rumah sakit BHAKTI... Apa adik anda bernama Jimmi Handoko.?" ucap wanita di balik ponsel.
" Iya betul adik saya...ada apa dengannya.?" ucap Tia.
"Adik anda mengalami kecelakaan." ucap suster itu menyuruh Tia datang kerumah sakit.
"Baik sus saya akan kesana." ucap Tia.
"Ada apa.?" tanya nyonya mariana yang melihat Tia sedih dan menjatuhkan air matanya.
__ADS_1
"Adik saya nyonya...Dia masuk rumah sakit." ucap Tia yang berlinang air mata.
"Ya sudah kita pergi bersama." ucap nyonya Mariana.
Shintia atau yang biasa di panggil Tia sudah sampai di rumah sakit bersama dengan nyonya Mariana, saat di perjalanan nyonya mariana melihat daniel putranya lagi bersama nilam mantan pacaranya yang sekarang menjadi istri orang.
Tidak ada luka parah yang terjadi pada Jimmi hanya polis meminta keterangan sedikit akibat kecelakaan yang di alamin oleh jimmi. Tia sangat takut sekali dan akhirnya nyonya mariana menelepon pengacaranya untuk membantu Tia.
Selesai polisi dan pengacara itu berbicara, dan melakukan pembayaran di rumah sakit jimmi sudah boleh balik semua berkat pertolongan nyonya mariana. kali ini Tia benar-benar sangat berhutang budi dirinya sudah dua kali di tolong oleh Mariana saat benar- benar kesulitan.
"Nyonya terimakasih banyak." ucap Tia.
"Terimakasih nyonya, maaf saya jadi merepotkan kakak dan nyonya." ucap jimmi.
"Sudah tidak apa-apa." ucap mariana.
Setelah mengantar jimmi pulang kerumah akhirnya Tia dan nyonya mariana pun balik kerumahnya, ya Jimmi akan di rawat oleh tetangga yang selalu menolong Tia saat kesusahan.
"Tia saya ingin bicara sama kamu di ruang kerja." ucap nyonya mariana.
__ADS_1
Tuan Jerry sudah pulang tapi Daniel belom pulang...Selesai melakukan tugasnya Tia langsung keruang kerja sesuai perintah nyonya mariana.
"Ada apa nyonya.?" ucap Tia.
"Kamu tau kenapa saya panggil kamu.?" ucap marian.
"Tidak nyonya." ucap Tia.
"Saya sudah banyak membantu kamu, Jadi saya ingin kamu menikah dengan putra saya bulan depan." ucap Mariana sedikit memaksa, sementara Tia hanya diam, iya dia tidak memungkirkan bahwa mariana sudah banyak menolongnya. Tapi Tia juga tidak mau menikah denga Daniel yang tidak mencintai dirinya.
"Tapi nyonya." ucap Tia.
"Saya tidak ada tapi-tapian lagi, bulan depan kamu sudah menikah dengan putra saya." ucap mariana.
Tuan jerry hanya diam saja tanpa berpendapat satu kata, dirjnya sudah tahu apa alasan istrinya mendesak untuk menikahi Tia pada putra mereka. Setelah selesai makan malam baru lah nyonya mariana berbicara pada Daniel di ruang kerjanya.
"Ada apa mah.?" ucap Daniel sedikit malas dia tau pasti mamanya akan menyuruh meikah dengan Tia.
"Mama tadi lihat kamu sama wanita itu, mama tidak mau dengar alasan apapun dari kamu. Bulan depan kalian akan menikah." ucapa mariana tanpa penawaran.
__ADS_1
"Mah...Aku tidak mau aku tidak mencintainya, aku mencintai Nilam." ucap Daniel.