Cinta Seorang Istri

Cinta Seorang Istri
Kata Maaf...


__ADS_3

Daniel tahu bahwa Tia menangis, ya dirinya juga merasa melecehkan Tia pembantunya itu jujur Daniel tidak mau seperti itu pada Tia tapi desakan Nilam yang menyuruhnya melakukan itu. Daniel memberhentikan mobilnya di tepi jalan.


"Menangis la, Maafkan aku bukan maksud aku ingin mengambil kesempatan atau melecehkan kamu." ucap Daniel.


"Iya tuan." ucap Tia.


"Jangan sampai mama melihat kamu bersedih." ucap Daniel.


Tia menghapus air matanyabdan berusaha untuk tidak besedih lagi... Akhirnya hatinya bisa jadi tenang dan tidak bersedih lagi barulah Daniel mengendarai mobil nya membelah jalan kota di malam hari.


Sesampai di rumah nyonya Mariana menyambut Tia dan Daniel datang.


"Kalian sudah pulang.?" tanya Mariana.


"Aku kekamar dulu ya ma." ucap Daniel langsung meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Bagaimana pestanya Tia.?" tanya tante Mariana.


"Sangat ramai." ucap Tia yang tidak begitu fokus.


"Kayaknya kamu capek, yasudah kamu istirahat lah dulu." ucap nyonya mariana.


Tia pun akhirnya pergi ke kamarnya yang terletak di atas...Sedikit bingung Tia mengapa dirinya tidak seperti pelayan yang lain yang tinggal di rumah belakang dan harus tinggal di rumah utama dan kamarnya pun bersebelahan pada kar Daniel.


...******...


Pagi ini cuaca terlihat sangat mendung...Setelah selesai menyiapkan sarapan untuk Nyonya dan Tuan di rumah ini, selesai menyiapkan sarapan Tia kekamar Daniel. Mengetuk pintu kamar Daniel walau tidak ada jawaban Tia masuk karena ini tugasnya yang di perintahkan oleh nyonya mariana.


" Wanita itu sudah menyiapkan baju ku." ucap daniel pelan melihat baju kerjanya yang sudah tersusun rapi.


Selesai mandi Daniel turun ke bawah untuk sarapan bersama.

__ADS_1


"Pagi mah...pagi pah." spaa Daniel lalu mencium mama nya setelah sampai di depan mama nya.


"Niel...mama ingin kamu segerah menikah akhir tahun ini." ucap mariana santai sambil mengoles selesai di roti milik tuan jerry lalu menyerahkan pada tuan jerry.


"Mah...akhir tahun kan tinggal dua bulan lagi, mana mungkin mah." ucap Daniel.


"Kalau kamu tidak bisa ketemu biar mama saja yang cariin buat kamu." ucap mariana sambil memasukan nasi di mulutnya ya g di buatkan Tia tadi, ya kalau Daniel dan mama nya slelalu sarapan nasi kalau tuan jerry memang tidak biasa makan nasi dia hanya bisa sarapan dengan roti.


"Mama menikah itu bukan mainan mah." ucap Daniel...


"Lalu kalau kamu nikah sama cewek itu emang akan serius, nikah sama dia juga permainan. untung saja dia sudah nikah dan tidak nikah sama kamu, kalau kamu sampai nilah sama dia jadi kamu membuat kuburan buat mama mu sendiri." ucap mariana.


"Mama...pleas ma jangan bahas itu lagi." ucap Daniel. untung saja masakan Tia enak membuat Daniel makan dengan lahap.


" kamu gk mungkin kan nunggu janda cewek itu.?" ucap mariana yang membuat papa jerry juga terkejut.

__ADS_1


"Kalau kamu sampai nikah sama janda, papa yang akan keluarkan nama kamu dari daftar keluarga." ucap tuan Jerry lalu pamit.


Tia yang melihat majikannya pergi dengan kesal. Tia lewat sambil membawa beberapa obat nyonya mariana yag untuk diminum oleh nyonya mariana, Daniel melihat Tia sedikit kesal seakan menyalahkan dirinya.


__ADS_2