Cinta Setelah Kamu

Cinta Setelah Kamu
Bab_12


__ADS_3

" Makasih Bik, sudah mengantarkan aku ke kamar," ucapku sudah sampai didepan pintu kamar.


" Iya sama-sama Non," jawabnya.


" Panggil Janna, saja Bik."


" Ah i-ya Janna, kalau gitu saya permisi dulu non eh Janna," pamit nya aku hanya mengangguk saja.


Hush, sungguh badan aku lelah, ingin rasanya aku cepat masuk dan tidur.


Aku membuka pintu pelan dan sedikit melihat kedalam kamar. " Ah aman, gak ada orang," senang ku langsung membuka pintu lebar setelah itu aku langsung menutup nya.


Tanpa pikir panjang aku langsung tidur tanpa mandi dulu.


" Kapan lagi coba tidur dikamar seperti Putri tidur di hari bolong, besok belum tentu tidur enak," nyengir aku sendiri langsung menuju ke alam mimpi, sangking nyenyak nya membuat ku malas bangun.


' Hem nyaman dan empuknya' batin ku.


" Bangun siapa suruh  tidur di sini… tempat mu di sofa bukan disini !" Nyenggol nya, membangun kan aku.


" Bentar lagi Bu, lima menit lagi aku bangun," sahutku memeluk bantal guling.


" Baiklah kalau begitu…."


Tiba-tiba, ada yang menyiram aku dengan air membuat aku seketika bangun.


Hah….!


" Ibu  kamarnya bocor," refleks ku hampir keluar.


" Tapi kok, tempat tidur nya beda dari di rumah lbu, oo.. walah," bingung ku menepuk jidat sendiri.


Membuat ku seketika diam, ini bukan tempat lbu mulai saat ini sampai nanti.


" Baru sadar kamu hah ! Nih hujannya..," katanya sambil lempar gayung kearah ku.


Lalu dia meninggalkan aku begitu saja.


Hap. ' untung aku bisa menangkap nya, kalau gak bisa benjol nih jidakku '.


" Cepat mandi ! Nenek, sudah menunggu di bawah ! ".teriak dari luar.


" Ah i-ya." Membuat ku tersadar dari pesona nya.


" 5 menit  awas kalau lewat akan saya hukum kamu !" Lanjut nya lagi.


" Iya, siap komandan !! " Teriakku kesel.


Sangking buru-burunya, hampir membuat ku terpeleset. 


Tidak butuh waktu lama saat aku mandi dengan waktu yang singkat.


Dan saat membuka pintu kamar mandi membuat ku kaget akibat ada seorang wanita .


" Maaf mbak, saya hanya menaruh baju saja dengan persiapan Mbak, atas perintah nek lta," jelas nya.


" Walah mbak, membuat saya kaget saja untung saya tidak kejantungan akibat mbak seperti hantu nongol tanpa permisi," kataku sedikit bercanda membuat nya tersenyum.

__ADS_1


" Hehe mbak bisa saja, kalau begitu saya keluar dulu."


" Ah iya, silahkan mbak."


***


Setelah selesai dalam drama di meja makan, akhirnya semua bubar ke tempat masing-masing. Meski Nek lta tidak menginap disini karena ada perluan .


Membuatku sedikit was-was karena mama mertua dengan anaknya akan memulai menyiksaku mulai saat ini atau besok nanti.


" Janna…! Dimana kamu !".


Gubrak !.


Kaget ku hampir saja hp ku jatuh kalau aku tidak pegang erat, sambil aku mengelus dada.


" Ah mama, bikin kaget saja ada ap… "


" Beraninya kamu mengadukan sama lbu saya tentang kemaren, kalau tidak mengadu tidak mungkin lbu saya datang kesini ," ucapnya dengan tatapan benci dengan nafas memburu.


" Ah mana ada seperti itu Ma, itu salah paham lagi pula aku tidak ada kontak nenek lta," sahutku.


" Saya tidak perca…"


" Aku tidak bohong ma, lagi pula tidak ada gunanya aku berbohong, kalau untung baru mau berbohong," kata ku mengidip mataku kearah nya.


" Beraninya kamu memotong ucapan saya !" Geramnya maju kedepan.


" Ah tenang Ma, aku memotong omongan mama, agar tidak salah pahaman."


"Dan saya bukan Mama kamu !" Majunya lagi.


" Iya aku tau Anda bukan Mama saya tapi mertua," ralatku membuatnya ingin menarik tanganku.


Langsung saja aku turun. " Mama, tenanglah jangan marah-marah, tidak baik untuk kesehatan Mama," tenangku, bukannya tambah baik malah tambah membuatnya marah.


" Jadi kamu nyumpahin saya sakit hah !"


" Bukan begitu ma …"


" Awas ya, kamu !" Geramnya mengejar aku.


" Kabur… tolong ! Tolong …. "


" Jangan kabur kamu, akan saya tangkap kemana pun kamu lari … !"


" Tidak …"


Tiba-tiba.


Aku menoleh ke belakang, ternyata Devan menarik baju aku dari belakang. Pantasan aku lari ditempat aku pikir Mama mertua yang tarik baju ku.


Huhs, legaku menarik nafas kembali. Dan kulihat Papa mertua menghampiri kesini .


" Ah gawat nih, santai Jan. Jangan panik dan tetap senyum," semangat ku dalam hati.


" Kenapa ini, dan kenapa  kamu teriak-teriak tidak jelas?"  Tanya Papa.

__ADS_1


" Ma, kenapa Mama lari-lari, dengan nafas ngos-ngosan gitu sampai berkeringat seperti itu?" Khawatir Devan.


"It-u kare… "


" Dan kamu belum jawab pertanyaan Saya tadi, kenapa?"


" Itu karena ada tikus dikamar Pa, membuat ku teriak dan minta tolong mungkin karena suaraku yang terlalu besar dan membuat kalian panik, maafin aku Pa," jawabku sambil menunduk.


"Dan sampai berlari ," sahut papa.


" Ah iya pa, karena takut digigit… " cicitku.


" Apa benar itu Ma," ucap Papa ke Mama.


" Eh bu-kan, ehem iya benar sekali sayang," ralatnya.


" Awas ya, akan saya balas apa yang terjadi di malam ini," batin Monika, menatap kearah Janna, dengan drama nya.


Hingga para pelayan melaksanakan tugas nya untuk menangkap tikus. Kalau pun ada.


" Ah gawat aku harus menemui Mama, sekarang," aku melangkah mencari Mama, karena ada hal penting.


" Ma, rupanya Mama disini," aku menghampiri nya di anak tangga.


" Apa lagi kamu datang kesini gak cukup bikin masalah hari ini."


' pada hal dia sendiri yang bikin masalah malah menuduh aku,' keselku dalam hati.


" Ma, gak ada waktu untuk debat. Sebaiknya Mama, hapus rekaman cctv-nya dari pada  curiga karena tidak ada ti…."


" Minggir menyusahkan saja," potong nya.


" Ini juga gara-gara kamu." Menoleh nya sesaat setelah itu langsung pergi meninggalkan kan aku 


" Iya ma, anggap saja aku yang salah," ucapku terserah mau bilang aku apa.


" Emang kamu yang salah," jawabnya dari sana.


                                ******


Aku teringat lbu panti dan yang lainnya, walau pun aku pura-pura bahagia disini.


" Ibu aku kangen dan bang Al, gimna keadaan kalian tanpa aku disana.. ," sedihku dalam hati.


" Apa yang kamu lakukan disini ? Cepat tutup jendela nya dan langsung tidur sana … lngat ! tempat  tidur mu di sofa, awas kalau berani tidur ditempat saya itupun kalau kamu gak mau ada resiko nantinya…." Ucapnya dengan senyum menyebalkannya.


Aku melihat kearah nya dan melipat kedua tangan di dada." Apakah disini kehabisan kamar, lebih baik aku pisah kamar dari pada satu ruangan dengan Anda ….," Balas ku.


Aku berjalan. " Sombong dan tau diri juga kamu … ," katanya menarik tanganku dan mencekram daguku.


" Lepaskan…. Saya emang harus tahu diri apa bila berhadapan dengan Anda  dan jangan pernah beraninya sentuh saya dengan seujung kuku pun itu, bukankah Anda tidak sudi jikalau bersentuhan dengan kulit saya…."ucapku menggebbu . 


Membuat nya marah. " Aduh Janna, jangan sampai membuat nya terpancing dengan kemarahan kamu, nanti bisa berabe dengan mu sendiri ," batinku dalam hati.


" Cih…. Beraninya kamu melawan saya hah ! Baiklah untuk malam ini kamu tidur di sofa dulu, besok malam baru keluar dari kamar saya….  Dan saya tidak sudi bersentuhan dengan mu itupun kalau saya tidak khilaf…." Ujarnya sambil berlalu.


" Dan tempat tidur mu besok di tempat pelayan…. ," Sinisnya keluar dari kamar.

__ADS_1


" Aku tunggu permainan kalian, meski aku sendirian ," gumanku harus berhati-hati. 


__ADS_2