
" Gimana usah selesai…"
" Udah ma, tinggal dikit lagi…"
" Kenapa gak sekalian aja pergi beneran, saya jamin dengan kehidupan mu dan panti…," entah kenapa aku merasa perhatian mama mertua ada maksud tertentu.
Atau kah hanya perasaan ku saja." Saya tunggu dibawah, cepat sedikit sebelum suami dan anak saya ketahuan…!" Ujarnya langsung pergi.
Aku harus kabarin Abang Aldi dulu dan Nita.
" Bang.. jangan cari aku untuk beberapa hari kedepannya atau pun dikantor karena aku sudah mundur dari pekerjaan…jaga kesehatan abang. Jangan khawatir aku hanya berlibur sementara waktu…"
Aku sudah kirem pesan untuk Bang Aldi. Tinggal Nita….
" Nita…aku pergi untuk sementara. Aku hanya ingin kamu selalu kabarin tentang kesehatan lbu padaku, jikalau ada terjadi apa-apa… jangan rindu ya aku tidak lama kok, hehe…"
Sudah, semuanya sudah selesai hp sudah aku matiin, tinggal menyusul mama di depan.
" Cepat masuk…pesawat sudah menunggu mu disana, awas..sampai mereka tahu…!"
" Siap ma.. mereka tidak akan tahu kok. Ma.. kalau ada apa-apa tentang panti ja…"
" Iya-iya kamu tenang saja…" kata nya mendorong aku dalam mobil.
" Jaga kesehatan disana jangan sampai sakit…awas kalau saya dengar kamu sakit…jangan ge-er saya tidak mau tanggung jawab kalau kamu sakit.. bisa-bisanya rencana saya gagal…" membuat ku tersenyum dengan sedikit perhatian nya, saat aku mau bicara mobil sudah berangkat melaju, meninggalkan mansion secara perlahan-lahan dari pandangan.
******
' Tumben Janna tidak kelihatan apa dia benar-benar serius dengan ucapannya tidak kerja lagi disini,' heran Nita.
Ting.
'Uh.. baru saja gi ingat dia eh sudah dikirim pesan tumben.' Nita melihat pesan yang dikirimkan Janna padanya.
Jadi ceritanya dia pamit sama aku, Halah emang aku pikirin..biarin aja dia pergi. Kenapa menyerah begitu saja dengan pernikahan nya dengan Devan, kemaren aku dengar Janna sudah berani mematahkan kesombongan dan semangat Aurel, hari ini malah langsung pergi begitu saja. Gerutu nya terus mengerjakan apa yang diinginkan.
" Nita…!" Teriak seseorang lalu Nita melihat dimana suara yang telah memanggil nya.
" Aldi…ngapain dia kesini apa soal Janna ya…" gumannya.
" Aku datang kesini untuk bicara tentang Janna…" Nita malah menaikkan satu alisnya.
' Sudah kuduga…'
" Sebaiknya kamu traktir aku makan sambil bahas tentang Janna," Aldi menghela nafas dan mempersilahkan Nita jalan duluan.
" Lumayan hari ini bisa makan sepuasnya…" senang Nita dalam hati.
__ADS_1
Terjadi keheningan antara mereka berdua.
Aldi mulai menceritakan tentang Janna yang tiba-tiba hilang dan dikabarkan libur dalam keadaan mendadak. Apa lagi nenek lta keberangkatan dengan kepergian Janna.
Tapi Janna dengan iming-iming ada rencana yang dia lakukan…supaya nenek lta percaya. Padahal itu hanyalah siasat untuk melabaui saja.
Walau pun Aldi tidak terima dengan semua ini, dia menyalahkan Devan atas kepergian Janna. Apa lagi dengan teganya Devan mau menikah dengan Aurel diatas kesedihan banyak orang.
Setelah Janna mengirimkan pesan untuk Aldi, Janna langsung memblokir nomor nya kecuali Nita..itu adalah harapan Janna apa bila terjadi hal tak terduga nantinya pada lbu dipanti.
Bukannya Janna tidak percaya dengan lbu mertuanya, melainkan tidak yakin 💯 persen.
" Hem sayang sekali…aku tidak tahu sama sekali tentang Janna, dikirim pesan saja tidak apa lagi bicara…" kata Nita seadanya dalam kebohongan nya.
" Kamu yakin…" selidik Aldi kearah nya.
" Hem yakin.."
' Aneh kenapa sampai blokir nomor Aldi, Hem apakah aku juga diblokir ya.. ah blokir atau tidak itu bukan urusan ku…!' ketusnya dalam hati.
" Ya udah aku pergi dulu…nenek lta sudah telpon aku. Makanannya sudah aku bayar tinggal di habiskan, dan jaga kesehatan," pamitnya meninggalkan Nita yang bengong.
" Tumben perhatian..ah akibat kepergian Janna nih…"gumannya.
Nita melanjutkan makannya lagi…
" Eh iya silahkan…"
Mereka sedikit mengobrol. " Apakah kamu tahu Janna dimana kok tidak kelihatan..?"
' apa-apa an nih…kok pada nanya Janna…,' kesel Nita.
" Jangan salah paham, aku nanya bukan karena apa-apa kasihan aku lihat Aldi… atas kepergian Nita tanpa sebab…" jelas Farel.
" Oh.. aku juga tidak tahu sebenarnya. Cuma Janna hanya bilang pergi untuk sementara, apakah lama perginya atau tidak. Mungkin karena Devan mau menikah dengan Aurel, makanya mundur atau ada sesuatu…" Nita menatap kearah Farel yang serius mendengarkan katanya.
" His.. ternyata Farel ganteng juga, kenapa aku tidak sadar ya…" senyum nya.
" Kenapa senyum-senyum sendiri…?" Heran Farel.
" Ah ganteng…eh maksudnya gini .. gimana ya ?"
" Hahaha ternyata kamu lucu juga…" malah membuat Nita malu.
" Ehem…emang benar ya…Devan mau mempercepat kan pernikahan nya dengan Aurel ?" Nita mengalihkan perhatian.
" Benar Devan tidak pernah bermain-main dengan ucapannya, apa lagi dengan publik yang tidak tahu sama sekali bahwa Devan sudah punya istri, ini sedikit berat untuk Janna jikalau berada di posisi nya. Mungkin dia butuh waktu untuk sendiri…" ujar farel menghela nafas berat.
__ADS_1
Membuat Nita merasa kasihan dengan Janna, walaupun mereka tidak akur. Tapi Nita masih ada rasa peduli .
" Iya benar…seharusnya Devan jangan menikah lagi apa lagi dengan watak Aurel yang sombong dan semena-mena pada orang lain. Menurut mu gimana Pak..?"
" Saya setuju dengan mu.. panggil nama saja kalau diluar kantor.." jawabnya.
" Sebaiknya kita kembali ke kantor sebelum terlambat…" ujar farel meninggal Nita.
Nita langsung beranjak pergi, sebelum itu dia mengambil kan ponsel nya dalam kantong celana. Dan mengetik pesan pada seseorang.
"Dasar bodoh.. seharusnya kamu perjuang kan pernikahan mu bukannya membiarkan benalu menghempaskan mu walaupun tidak ada cinta diantara kalian. Kamu bukan Janna yang gampang nyerah setahuku…entah kenapa soal pernikahan mampu meruntuhkan semangat mu dalam masa depan yang telah ada didepan mata..!"
Kesel Nita setelah mengirim pesan untuk Janna.
" Hush…syukurlah nomor ku tidak di blokir walaupun belum dilihat nya, dia pasti senang mendapat pesan dari ku, anggap saja itu adalah kekuatan yang aku berikan untuk menyingkir Aurel, cocoknya dengan ku Devan bukan dengan orang lain.." gerutu Nita sambil senyum dalam melakukan pekerjaan nya.
******
Di kota B.
" Apa ada yang dibutuhkan lagi non…?"
" Tidak perlu bik… hanya sedikit bosan saja.."
" Bagaimana kalau kita jalan-jalan non.."
" Boleh saja tapi nanti sore saja Bik, sekarang aku ingin nonton sambil makan cemilan dan buah,"
" Baiklah kalau begitu saya permisi dulu non."
Aku hanya mengangguk saja.
Ternyata sedikit lebih fresh kepala ku dalam mendiamkan diri dari masalah.
" Apa yang harus kulakukan…aku harus memikirkan sesuatu agar bisa mengambil keputusan selanjutnya..,"
Tadi sesaat aku membaca balasan Nita yang memberikan aku sedikit semangat.
" Kalau rindu bilang saja dan makasih atas perhatian nya Nita 🤩 sayang …" balas ku pasti membuat nya geli.
Aku sudah memutuskan untuk libur disini selama satu Minggu atau bisa lebih kalau lebih nyaman disini.
Tinggal nikmati saja, nomor orang yang dekat dengan ku sudah kublokir untuk sementara. Karena aku ingin tenang tanpa ada gangguan. Apa salahnya menikmati fasilitas mewah yang telah disediakan kan, kapan lagi coba…
Walau pun dari mereka ada yang tidak tenang atas kepergianku yang tiba-tiba hilang…
" Maafkan aku ya…atas kepergian ku ada yang membuat kalian tidak tenang…" gumanku membuat ku tertidur terbawa kedalam mimpi.
__ADS_1
Bersambung.