Cinta Setelah Kamu

Cinta Setelah Kamu
Bab_17


__ADS_3

Sebelum sampai di rumah, Farel sempat singgah di sebuah butik untuk membeli baju ganti untuk ku. Karena tidak mungkin aku pulang dengan keadaan seperti ini.


Aku menghela nafas tanpa disadari sudah jam 10, aku yakin Mama pasti sudah pulang ke rumah duluan setelah kejadian pesta yang kacau itu.


Kalau aku ikut menyusul Farel pasti akan menjadi masalah, dia orang yang berpengaruh terhadap orang-orang yang mengenalnya karena kesuksesan kerja keras nya.


Oleh karena itu aku mengganti nya didalam mobil, yang dijaga Farel diluar.


" Aku tidak bisa mengantar kamu sampai didepan mansion, sebaiknya kamu turun sebelum ada yang melihat kita ," katanya membunyar lamunan ku.


" E-h iya… makasih atas semuanya dan aku suka dengan bajunya…" yang diangguki nya.


" Semoga tidak terjadi apa-apa, meski aku tidak yakin," batin Farel.


" Kok aku khawatir dengan dia tidak.. tidak mungkin karena aku merasa kasian," gelengnya dalam hati.


Brak… !


Setelah itu aku langsung keluar menuju ke rumah, sebelum ada yang curiga.


Lalu aku sedikit berlari dari dua meter lagi, untuk sampai ke rumah.


Farel terus melihat ke depan sampai sang empudu hilang dari pandangan setelah itu baru Farel meninggalkan tempat itu.


\*\*\*\*\*\*


" Dari mana kamu.. ? Jam segini baru pulang," ah ternyata Mama.


Nyengir ku saat melihat nya, hampir saja aku terkejut padahal aku sudah berusaha supaya tidak ketahuan.


" Eh ada Mama, yang nungguin.. membuat ku sedikit terharu… " jawab dengan senyuman dibibir ku .


" Saya tanya kamu dari mana dan masih bisa senyum kamu rupanya.. ?" Tunjuknya dengan kemarahan.


Membuat ku semakin merekah untuk tersenyum. " Untuk mama apa yang tidak bisa, apa lagi sudah setia menunggu aku ," senyum ku lagi membuat nya kepanasan.


Entah kenapa aku senang melihatnya.


" Kamu… !" Geramnya.


" Ah iya ma, aku kan habis dari pesta cuma karena ada kekacauan membuat ku pergi naik taksi pas ditengah perjalanan aku diturunkan karena aku bilang tidak ada uang…" sedihku dengan cemberut.


Mama melihat ku dari atas sampai bawah.


Aku menelan ludah, karena penampilan aku yang berbeda dari sebelumnya.


" Tapi.. kenapa baju kamu beda dari yang tadi ?" Tanya nya dengan selidik.


" Kalau kamu sampai berbohong hukuman siap menunggu mu…" seringai nya. Membuat ku tercekik mendengar hukuman lagi.


" Setelah aku diturunkan dari taksi, baju ku kena cipratan air oleh mobil dijalan dengan baju sedikit berat membuat ku lelah dalam perjalanan.…"


" Langsung saja jangan bertele-tele saya tidak sudi mendengar karangan mu…" potong nya dengan tidak sabaran.

__ADS_1


Aku melihat kedalam matanya seperti bara api yang menyala. Lihat ke kiri rupanya ada yang mengintip kesini seperti dugaan ku.


" Pas perjalanan aku melihat butik lalu aku menukar baju dengan baju baru mereka," jelasku tapi tidak membuat nya percaya.


Mama maju kearah ku semakin menyelidik melihat kearah ku, mencari kebohongan membuat ku membalas tatapan dengan senyuman yang membuat nya semakin tidak padam kemarahan nya.


Ternyata begini cara membuat nya marah, dengan hal pele sudah membuat nya kebakaran. Gimana kalau masalah besar pasti sudah hangus. Batinku tertawa.


Untung kamu mertua ku yang sudah kuanggap sebagai keluarga sendiri.


" Saya tidak percaya," sanggahnya menatap tajam ke arah ku.


" Aku tidak berbohong ma, lagipula baju ku yang tadi ku pakai lebih dari dua kali lipat harga nya dibandingkan dengan bajuku sekarang, pasti nya mereka mau tinggal dicuci bisa dijual lagi," jelas ku dengan alasan masuk akal.


Untung aku sudah memprediksi akan terjadi seperti ini, senyum ku dalam hati.


" Baiklah saya terima alasan mu kali ini ," katanya terus maju kearah ku, dan bertatap mata dengan dua perbedaan maknanya.


Membuat ku mengangkat tangan untuk….


" Kenapa tutup mata ma ?" Tanya ku membuat nya membuka mata kembali.


Ingin rasanya aku tertawa, tapi aku tahan kan Mama pikir aku ingin membalas tamparannya.


" Apa yang kamu lakukan.. !" Geramnya mencekram bahuku.


" Aw.. bu-kan ma, tadi ada ada nyamuk makanya aku menepis nya sebelum menyakiti mama bukan untuk menampar mama …jelas ku.


" Apa yang terjadi ma… ?" Kulihat ternyata papa sudah pulang.


" I-ya pa, benar," betulku .


Papa melihat kearah ku dan berhenti tepat di mukaku yang beda. Membuat ku menunduk pura-pura menggaruk kepala biar tidak curiga.


" Benarkah… tapi kena… ?"


" Sudahlah pa, oh ya mana pesanan mama tidak lupa kan ?" Potong nya mengalihkan perhatian.


" Ada kok, papa ambil dulu di mobil," setelah itu berlalu mengambil pesanan mama dalam mobil.


Huhs membuat ku lega.


" Kamu sebaiknya pergi sebelum suami saya curiga dengan muka mu awas saja kalau mengadu, panti akan jadi taruhannya," ancamnya membuat ku tidak berani bantah.


Baru mau melangkah mama malah menghentikan langkahnya ku.


" Berhenti.. dan satu lagi saya tidak yakin dengan alasan kamu terlambat pulang…," bisiknya dengan sedikit mendorong aku.


" Cepat pergi sebelum saya berubah pikiran.. " usirnya dengan nada sombong.


Saat aku melirik ke orang yang mengintip sejak tadi, membuat nya ber dehem seakan-akan tidak terjadi apa-apa dan dengan senyum ngejeknya.


" Bodo amatlah," aku mengangkat bahu malas untuk itu.

__ADS_1


Aku terus berjalan tanpa melihat kearah belakang lagi, apa lagi dengan badan ku sudah lengket dan gerah membuat ku cepat mandi dan berendam sesaat untuk mengriletkan pikiran.


Anggap saja kejadian malam ini tidak pernah terjadi.


Dengan aroma sabun yang membuat ku tenang dengan mata tertutup membuat ku terbawa mimpi sesaat.


" Uhh… segarnya terasa lebih baik dari tadi ," gumanku melihat penampilan sudah elegan.


Oh ya, hampir lupa dari tadi aku belum pegang hp sama sekali. Pas aku cek ternyata hp nya lowbet seketika semangatku yang membara langsung turun.


" Hem sudahlah… sebaiknya aku cas dulu sambil aku tidur sesaat," ucapku sambil cas hp.


Hingga sesaat kemudian.


Tok.. tok !


" Janna, buka pintu kamarnya …!" Membuat ku bangun dari tidur untuk sesaat aku mengerjapkan mata untuk mengumpul nyawa kembali.


Aku melihat ke nakas sudah jam satu rupanya. Ada perlu apa tengah malam mengganggu orang tidur, gerutuku dalam hati.


" Iya tunggu sebentar," sahutku dengan suara khas bangun tidur.


Ceklek.


" Lama banget buka pintunya sih !" Ujarnya dengan kesal. Aku hanya mengucek mata melihat nya sekilas.


Membuat menghela nafas sejenak. " Salah sendiri ngapain ganggu orang tidur tengah malam," keselku dalam hati.


" Ada apa malam gini datang kekamarku ," tanyaku melihat seperti ada bau aneh.


" Mulai besok atau kapan-kapan sebaiknya kamu tidak perlu lagi pergi ke pesta… dari pada bikin malu dan dapat musuh … !" Ujarnya membuatku kesal saja.


" Jadi… "


" Itu saja… yang ingin saya ingatkan," kata nya tanpa merasa bersalah.


" Jadi kamu datang ke kamar ku hanya mengatakan itu saya," angguknya.


" Seperti tidak ada hari esok saja .. !" Geramku, padahal itu kan pembahasan tidak penting.


" Iya…saya yang sibuk bukan kamu, ingat apa yang saya bilang tadi, dan jangan ge-er kamu saya lakukan ini karena kasihan melihat kondisi mu miris dan dapat musuh dalam tiba-tiba ," aku melihat nya jengah dengan maksud rasa empati.


" Sudah selesai bicaranya kalau begitu sana pergi dan terima kasih atas rasa kasihan anda. Satu lagi saya tidak perlu dikasihani.. !" Ujarku menutup pintu dengan keras.


Gubrak… !


" Beraninya kamu mengusir say…. "


Aku memotong nya. " Bodoh amat emangnya saya pikirin… !" Sahutku terlalu kesal.


Aku langsung menuju tempat tidur sebelum itu aku mematikan lampu dan menutup kedua telinga dengan bantal. Karena Devan menendang pintu dengan keras dan mengeluar sampah serapah di mulutnya.


" Awas kalau hal buruk terjadi pada mu saya tidak sudi menolongnya… !" ujarnya setelah bilang begitu, lalu tidak terdengar lagi.

__ADS_1


" Emang kapan dia menolong ku di pesta saja seperti orang asing, sekarang pulang ganggu orang tidur tengah malam hanya untuk itu, dasar aneh mungkin karena efek mabuk makanya sedikit meluntur," gumanku.


"Hush ngapain sih aku sebelahan kamar dengannya, untung aku langsung tutup pintu kamar kalau tidak entah apa yang terjadi," gumanku dalam hati.


__ADS_2