
Tiara yg sedang sedih berjalan menuju balkon kamar tempat anaknya di rawat.merasakan semilir angin,dia mehela nafas panjang.. dadanya yg terasa sesak sedikit merasa rilex.. "ya Tuhan.. aku yakin kuasaMu.. kau takkan memberi cobaan melampaui batas kemampuanku". saat menoleh.. Tia melihat seorang pasien dengan perban dikepala,di balkon kamar sebelah "mau ngapain dia naek pager balkon gt? " tia bertanya tanya dalam hati."bunuh diri?? "
" what?..parah ni orang"
"whoooii.. kamu ngapain.. " teriak tiara. pemuda menoleh.. namun ia tak bergeming.
"ikh.. imut banget.."Tiara tertawa geli. "ups! masih Sempetnya.. gimana nih..."
tiara bingung harus berbuat apa
"oke tenang tiara.. berpikir..."
" jurus merayu.. siapa tau manjur" tiara mengoceh dalam hati
" hai bayi imut.. .. hidupmu masih panjang.. kamu kira mati trus masalahmu slesai?? "
lelaki itu menatap dengan tatapan sedih..
" bisa kok berbagi cerita sama tante.siapa tau bisa ngebantu" tiara mengoceh dengan tatapan menggoda.. sesekali ia mengedipkan sebelah matanya..
lelaki itu masih terdiam dia mengangkat kakinya bersiap melompat.
"no.. no.. no... "
" woooi kamu yg di sana.. kamu tau.. seberat apa masalahmu ha?? "
"aku disini memperjuangkan hidup anakku.aku ingin anakku hidup!!" kakinya bergetar sampai tak kuat berdiri.. air matanya jatuh tak tertahan.
__ADS_1
"Kita yg tentuin arah jalan hidup kita.. tp Tuhan yg tentuin hidup dan mati kita.." tiara berteriak sambil menangis.. ia mengungkap batapa berat beban yg di tanggungnya saat ini.
ia menikah karna di jodohkan orang tuanya. saat mengandung anaknya. Suaminya meninggalnya entah kemana perginya.dia membesarkan putranya seorang diri. dan kini anaknya yg berusia 8th di vonis memiliki kanker di otak. cobaan yg bertubi tubi mendatanginya. tiara adalah wanita yg kuat.
setelah puas menangis..tiara teringat lelaki tadi.saat di tolehnya.. tak ada lagi orang di atas balkon sebelah. Tiara membelakak. kaget lalu segera ia berdiri..tiara kebingungan. ia melongok kelantai dasar. tak ada apapun.
"mati kah bocah tadi?? " tiara bertanya pada dirinya.
drrrt.. drrtt..
tiba tiba handphone nya bergetar..
"iya. halo.. iya saya kesana"
air matanya terus mengalir.. mendengar kabar bahwa keadaan anaknya semakin memburuk..
Tiara segera berlari keluar kamar.. saat itu ia melihat lelaki yang mencoba bunuh diri tadi. Tiara menghentikan langkah kakinya.
" hargailah hidupmu...kamu masih muda.jadilah orang yg lebih baik. Biarkan Tuhan yg mengatur hidup dan matimu" air mata tiara masih mengalir tapi ia memberi senyuman pada lelaki muda itu. tiara menepuk bahunya dan segera berlalu.
"terimakasih.. " jawab lirih devano
Devano tersenyum. dia terus melihat tiara yg belalu
di ruang ICU
"keadaan ananda saat ini tidak sadarkan diri dan kritis,kita cm bisa menunggu smoga smua cepat berlalu.anda harus kuat"
__ADS_1
mendengar kata dokter air mata tiara terus terurai. melihat anaknya terbaring lemah,tiara berjalan mendekat.. Ia menahan isak tangisnya
tiara menggenggam tangan mungil leo
"leo harus kuat sayang.. mama disini untuk leo"
"leo pasti sembuh.. kita nanti main sama sama lg" tiara tersenyum mengingat masa masa bersama malaikat kecilnya. lalu ia menangis lagi saat teringat rasa sakit yg di alami putranya.. rintihan, tangisannya,.. tiara keluar ruang ICU ia tak kuat menahan tangisnya
tiara menyandarkan tubuhnya di tembok.. tak kuat lagi kakinya berdiri.. ia terduduk lemas
"ya Tuhan... "
"aku mengarap kesembuhan leo.. "
" tapi aku jg tak sanggup Melihatnya kesakitan"
"aku pasrah ya tuhanku"
"aku pasrah.. "
Tanpa disadari tiara,ada sepasang mata yg memperhatikannya.
devano yg dari tadi menunggunya di depan ruang ICU,terus memperhatikannya. devano penasaran dengan masalah yang dialami tiara.
Dengan selang imfus yg masih menempel di tangan devano berjalan menghampiri tiara
" mau di bantu berdiri?" Devano mengulurkan tanganya..
__ADS_1