
Devan melajukan mobilnya dengan cepat, karna jaraknya dengan cafe lumayan jauh.
saat melintas di depan sebuah toko aksesoris,dia teringat rambutnya yang belum dirapikan sehabis dipotong untuk menjahit luka di kepalanya
dia memarkirkan mobilnya, dan masuk kedalam toko
" selamat sore mas.. ada yang bisa di bantu? " sapa pelayan toko
" saya membutuhakan topi" jawabnya sambil melihat lihat
tak terdengar jawaban sang pelayan toko
Devan keheranan dan melirik pelayan toko yag berdiri di sebelahnya
dilihatnya pelayan wanita itu sedang memandangi wajah Devan dengan senyum-senyum.
"kenapa ni orang" devan bertanya lirih sambil memicingkan matanya
Devan memajukan wajahnya sambil tersenyum pelayan itu semakin kegirangan
"plak!! " Devan menepukkan tangannya
pelayan itu terkaget"akh.. iya mas butuh apa?" tanyanya kelabakan
"tooo.. pi" jawab Devan dengan kesal
"mari.. " pelayan itu menunjukan tempat topi berjajar rapi dengan berbagai modelDevan mengambil salah satu yang ia suka dan membawanya kekasir, tak lupa ia menyodorkan kartu kreditnya.
terlihat beberapa pelayan wanita sedang bergumbul memandangi Devan sambil bebisik dan kegirangan
entah apa yang mereka bicarakan
Devan merasa risih, namun ia cuek.
setelah selesai ia segera pergi
dilanjutnya perjalanan ke cafe
setelah hampir satu jam perjalanan sampailah ia di cafe yang dituju.
Devan memarkirkan mobilnya .Sejenak ia mengingat kejadian yg membuatnya terluka.
"huft.. " ia menghela nafas
Devan meraih jaket dan topinya , ia turun dari mobil dan memakainya.
Devan melangkahkan kaki kedalam cafe,matanya tertuju pada wanita cantik yang duduk di dekat jendela.
__ADS_1
#sisilia
pacar devano, dia slalu bergaya bak anak konglomerat, shoping,salon, hangout, bahkan clubing.
Mereka sudah hampir satu tahun menjalin hubungan asmara, namun akhir akhir ini sisilia agak menjauh dari Devan, dan terakhir bertemu di cafe ini sisilia bersama cowok lain..
Devan segera ia menghampirinya
"maaf menunggu lama" sapa Devan dengan senyum manisnya
"aku hampir tak mengenalimu" jawab ketus sisilia
waiters mengahampiri mereka
"silahkan" menyodorkan menu
Devan merasa lapar yang dari bangun tidur perutnya belum terisi
" aku mau susu hangat dan burger " pesan Devan
waiters itu mencatat dan meninggalkan mereka
"ckh.. sampai kapan kau mau minum susu?? " tanya sisil kesal
"maaf sudah membuatmu terluka"
devan terdiam beberapa saat
" hhmmmh.. "ia menghela nafas
waiters datang membawakan pesanan
"aku makan dulu, baru kita bicara"
karena perutnya sudah keroncongan dari tadi Devan menyantapnya dengan lahab dan menghabiskan susunya
Devano sangat mencintai sisilia, bahkan pemukulan waktu itu tak teringat lagi olehnya saat menatap sisil
"okey.. mau menjelaskan sesuatu? " sambil menopang dagu dengan tangannya seraya menggoda sisil
Sisilia menyunggingkan sudut bibirnya
" Dev.. Sudah berapa lama kita menjalin hubungan ini.. "
" kenapa honey.. " jawab Devan dengan lembut
__ADS_1
" kau tahu, sudah hampir satu tahun kita bersama" "heem.. lalu.." jawab dev menggoda
"benar-benar tidak peka" sisilia kesal dalam hati
"kau mau aku jujur?? " sisilia menatap dev dengan tajam
"kau sangat tampan, kau juga orang kaya dev,aku sangat menyukaimu, dan ku kira berpacaran denganmu akan menguntungkanku, tapi ternyata?" tergambar kekecewaan di wajah devan mendengar ucapan sisil
"kau tak pernah berusaha membahagiakan ku.. " lanjut sisil dengan wajah tertunduk
"kebahagiaan apa yang kau maksud? " jawab devan dengan tenang
"oke, dari hal yang terkecil.. lihatlah kau masih saja minun susu.. ,tidak kah kau malu dengan usiamu? "
Devan mengerutkan alisnya dan terkekeh
"apa maksudmu?.."devan masih tak mengerti.
"dev.. aku serius!"sisil menaikkan suaranya
" kau jarang sekali menuruti kemauanku.. "
" tak mau hangout,tak mau mengantarku shoping, dan kau slalu menolak saat aku ingin ke club"
Devan menyandar pada kursi
"kau tau aku tak pernah suka itu semua"
"kau hanya takut hartamu habis olehku" jawab sisilia mengejek
Dev hanya terdiam mendengar penjelasan sisil.
"jadi cuma itu yg membuatmu memutuskan lari dariku? "
"iya!"jawabnya singkat
Devan berdiri dan meninggalkan Sisil,ia menuju parkiran,membuka mobilnya mencari sesuatu.. diambilnya sebuah kertas dan menandatanganinya. ia kembali menghampiri Sisil.
ia meletakkan kertas itu di meja depan Sisil
"ini cek kosong kau bebas menulis angka di dalamnya.itu bayaranmu karna sudah mencintaiku selama kurang lebih satu tahun lamanya. aku cuma tak begitu suka memakai uang yang bukan dari hasil keringatku. hubungan kita selesai.. selamat menikmati hasil kerjamu"..
Devan meninggalkan meja Sisil dengan hati hancur.
namun ia tak lupa ke kasir untuk membayar makanannya.
Ia menatap sisil untuk yang terakhir kalinya dengan air mata yg tergenang
__ADS_1
Segera ia menuju parkiran dan memacu mobilnya.