Cinta Tulus Berondong

Cinta Tulus Berondong
kehidupan devano


__ADS_3

Di ruang inap Devano


"keadaan anda sudah membaik, besok sudah di perbolehkan pulang" kata suster sambil membuka perban di kepala Devan,ia terluka saat berkelahi dengan dengan selingkuhan pacarnya


#flash back


Devano tiba di sebuah cafe.Ia memarkirkan mobilnya, dan berjalan memasuki cafe.


Setibanya di dalam,langkah Devano terhenti.


Tatapan matanya tertuju pada meja paling pojok


Ia melihat pasangan sejoli yang bercanda mesra


Tanganya mengepal,matanya tergenang air mata


Devan berjalan dengan langkah yg berat


"sedang apa? " Devan bertanya lirih


wanita yang tak sadar kehadiran devan pun, menghentikan obrolan asyiknya dan mendongak wajahnya ke atas


membelakak matanya,melihat Devan berdiri di depannya


"aku.. aku.. " jawabnya gagap,raut wajah yg kebingungan dan ketakutan


Sisilia dia pacar Devano. cewek cantik usianya 2th dibawah devan.


"heheh.. "Cowok disebelah Sisilia menyunggingkan Bibirnya.. ia melepaskan tangannya yg sedari tadi melingkar di pundak sisil lalu berdiri


"ini kah pacarmu,yang manja dan cuma bisa membanggakan harta orang tuanya" ejek cowokitu


Devan tak bergeming,hanya menatap kecewa pada sisil dan berharap mendapatkan penjelasan.


air matanya menetes tak terasa


nafasnya sesak, hatinya sakit


" kau kira sisil tulus mencintaimu? dasar bocah cengeng" cowok itu terus mengoceh


"brengsek!!"


Devan mengepalkan tangannya dan mengayunkan ke arah muka cowok itu


tapi cowok itu lebih tangkas, tangan Devan ditangkis dan seketika ia meraih botol di meja dan


prank!!


cowok itu memukul kepala devan dengan botol


brukh..


Devan terjatuh dan tak sadarkan diri


kepalanya bersimbah darah


#flash back off

__ADS_1


"oke selesai.. semoga malam ini anda beristirahat dengan tenang" suster memberesk


an semua peralatan dan meninggalkan devan


Devan merasa jenuh..


dia berjalan menuju balkon


untuk ia menghirup angin dan melihat pemandangan malam


entah apa yang ia rasakan saat ini


hatinya tenang


ia melihat balkon sebelah dan teringat kejadian tadi pagi


"wanita itu..bagaimana keadaanya sekarang?? " devan tersenyum..


pagi tlah tiba


Devan bersiap untuk meninggalkan rumah sakit


ceklek'


pintu kamar devan terbuka, terlihat seorang nenek tersenyum padanya


Nenek devano adalah orang yang slama ini merawat Devan


sementara ibu Devan cuma hidup dengan kehidupannya sendiri


shooping, kesalon, arisan dan yang lainnya..


bahkan ayah Devan tak perduli dengan apa yang terjadi dalam keluarganyaia menganggap semua baik baik saja


"sayang.. maaf nenek baru datang.. "


devan membalas senyumnya..


"akh nenek.. " devan menghampiri dan memeluk neneknya


" bagaimana keadaanmu sayang.. "


" aku sehat.. berkat doa nenek"


"ehmmm.. " nenek tersenyum gembira


" apa ayahmu kemari?" tanya nenek lagi


"ckh.. nenek.. jangan rusak suasana hatiku" jawabnya kesal


"dasar anak itu, Bagaimana mungkin dia tidak tau,untuk siapa dia membangun rumah sakit sebesar ini.." gerutu nenek


Rumah sakit ini adalah milik keluarga devano


namun hubungan devan dan ayahnya tak begitu mulus


Ayah Devan menginginkannya menjadi seorang dokter,

__ADS_1


bertolak dengan keinginan Devan yg sangat suka memasak, devan lebih menyukai kursus memasak daripada harus kuliah kedokteran.


Devan sedih melihat keadaan keluarganya


Dia tak ingin memiliki keluarga seperti keluarga yang dimilikinya saat ini


inilah alasan Devan tak ingin menjadi dokter seperti ayahnya,yang tak punya waktu untuk keluarganya.


Ayah Devan semakin marah karena Devan meninggalkan kuliah kedokterannya


Devan dan nenek meninggalkan ruangan


saat melewati ruang ICU, ia teringat leo


" sebentar nek.. "


Devan berjalan menuju meja informasi


" maaf sus, pasien anak atas nama leo.. yang tadi malam ada di ruang ICU, apa sudah di pindah kamar?,,"


"mm.. sebentar tuan.. " suster itu mengotak atik komputer


"ananda leo,usia 8th sakit kanker otak,pukul 13.20 dinyatakan meninggal dunia"


"hah??.. " devan terkejut


"bagaimana mungkin.. bukankah saat itu Keadaannya membaik" devan bertanya-tanya dalam hati


"Ada yang bisa di bantu lagi tuan? "


suara suster menyadarkan lamunannya


"akh iya, tolong berikan saya alamatnya"


suster memberikan devano secari kertas


"terimakasih"


sesampainya di rumah devan merebahkan tubuhnya di sofa


" tolong buatkan susu hangat untuk tuan devan, siapkan sarapannya sekalian" perintah nenek pada seorang pembantu


Devan berdiam di sofa, dengan wajah gelisah


ia terus memikirkan keadaan wanita itu


nenek yg sedari tadi memperhatikan devan merasa penasaran


nenek menggenggam tangan Devan,membuat Devan kaget dan tersadar


"kenapa sayang.. "


Devan tak menjawab, ia mengambil secarik kertas yang di berikan suster tadi


"maaf nek.. aku harus pergi"


Devan meninggalkan neneknya

__ADS_1


menyalakan mesin mobilnya dan berlalu


__ADS_2