
Di ruang inap Devano
"keadaan anda sudah membaik, besok sudah di perbolehkan pulang" kata suster sambil membuka perban di kepala Devan,ia terluka saat berkelahi dengan dengan selingkuhan pacarnya
#flash back
Devano tiba di sebuah cafe.Ia memarkirkan mobilnya, dan berjalan memasuki cafe.
Setibanya di dalam,langkah Devano terhenti.
Tatapan matanya tertuju pada meja paling pojok
Ia melihat pasangan sejoli yang bercanda mesra
Tanganya mengepal,matanya tergenang air mata
Devan berjalan dengan langkah yg berat
"sedang apa? " Devan bertanya lirih
wanita yang tak sadar kehadiran devan pun, menghentikan obrolan asyiknya dan mendongak wajahnya ke atas
membelakak matanya,melihat Devan berdiri di depannya
"aku.. aku.. " jawabnya gagap,raut wajah yg kebingungan dan ketakutan
Sisilia dia pacar Devano. cewek cantik usianya 2th dibawah devan.
"heheh.. "Cowok disebelah Sisilia menyunggingkan Bibirnya.. ia melepaskan tangannya yg sedari tadi melingkar di pundak sisil lalu berdiri
"ini kah pacarmu,yang manja dan cuma bisa membanggakan harta orang tuanya" ejek cowokitu
Devan tak bergeming,hanya menatap kecewa pada sisil dan berharap mendapatkan penjelasan.
air matanya menetes tak terasa
nafasnya sesak, hatinya sakit
" kau kira sisil tulus mencintaimu? dasar bocah cengeng" cowok itu terus mengoceh
"brengsek!!"
Devan mengepalkan tangannya dan mengayunkan ke arah muka cowok itu
tapi cowok itu lebih tangkas, tangan Devan ditangkis dan seketika ia meraih botol di meja dan
prank!!
cowok itu memukul kepala devan dengan botol
brukh..
Devan terjatuh dan tak sadarkan diri
kepalanya bersimbah darah
#flash back off
__ADS_1
"oke selesai.. semoga malam ini anda beristirahat dengan tenang" suster memberesk
an semua peralatan dan meninggalkan devan
Devan merasa jenuh..
dia berjalan menuju balkon
untuk ia menghirup angin dan melihat pemandangan malam
entah apa yang ia rasakan saat ini
hatinya tenang
ia melihat balkon sebelah dan teringat kejadian tadi pagi
"wanita itu..bagaimana keadaanya sekarang?? " devan tersenyum..
pagi tlah tiba
Devan bersiap untuk meninggalkan rumah sakit
ceklek'
pintu kamar devan terbuka, terlihat seorang nenek tersenyum padanya
Nenek devano adalah orang yang slama ini merawat Devan
sementara ibu Devan cuma hidup dengan kehidupannya sendiri
shooping, kesalon, arisan dan yang lainnya..
bahkan ayah Devan tak perduli dengan apa yang terjadi dalam keluarganyaia menganggap semua baik baik saja
"sayang.. maaf nenek baru datang.. "
devan membalas senyumnya..
"akh nenek.. " devan menghampiri dan memeluk neneknya
" bagaimana keadaanmu sayang.. "
" aku sehat.. berkat doa nenek"
"ehmmm.. " nenek tersenyum gembira
" apa ayahmu kemari?" tanya nenek lagi
"ckh.. nenek.. jangan rusak suasana hatiku" jawabnya kesal
"dasar anak itu, Bagaimana mungkin dia tidak tau,untuk siapa dia membangun rumah sakit sebesar ini.." gerutu nenek
Rumah sakit ini adalah milik keluarga devano
namun hubungan devan dan ayahnya tak begitu mulus
Ayah Devan menginginkannya menjadi seorang dokter,
__ADS_1
bertolak dengan keinginan Devan yg sangat suka memasak, devan lebih menyukai kursus memasak daripada harus kuliah kedokteran.
Devan sedih melihat keadaan keluarganya
Dia tak ingin memiliki keluarga seperti keluarga yang dimilikinya saat ini
inilah alasan Devan tak ingin menjadi dokter seperti ayahnya,yang tak punya waktu untuk keluarganya.
Ayah Devan semakin marah karena Devan meninggalkan kuliah kedokterannya
Devan dan nenek meninggalkan ruangan
saat melewati ruang ICU, ia teringat leo
" sebentar nek.. "
Devan berjalan menuju meja informasi
" maaf sus, pasien anak atas nama leo.. yang tadi malam ada di ruang ICU, apa sudah di pindah kamar?,,"
"mm.. sebentar tuan.. " suster itu mengotak atik komputer
"ananda leo,usia 8th sakit kanker otak,pukul 13.20 dinyatakan meninggal dunia"
"hah??.. " devan terkejut
"bagaimana mungkin.. bukankah saat itu Keadaannya membaik" devan bertanya-tanya dalam hati
"Ada yang bisa di bantu lagi tuan? "
suara suster menyadarkan lamunannya
"akh iya, tolong berikan saya alamatnya"
suster memberikan devano secari kertas
"terimakasih"
sesampainya di rumah devan merebahkan tubuhnya di sofa
" tolong buatkan susu hangat untuk tuan devan, siapkan sarapannya sekalian" perintah nenek pada seorang pembantu
Devan berdiam di sofa, dengan wajah gelisah
ia terus memikirkan keadaan wanita itu
nenek yg sedari tadi memperhatikan devan merasa penasaran
nenek menggenggam tangan Devan,membuat Devan kaget dan tersadar
"kenapa sayang.. "
Devan tak menjawab, ia mengambil secarik kertas yang di berikan suster tadi
"maaf nek.. aku harus pergi"
Devan meninggalkan neneknya
__ADS_1
menyalakan mesin mobilnya dan berlalu