Cinta Tulus Berondong

Cinta Tulus Berondong
canda tawa


__ADS_3

Mata Devan terbuka lebar tanpa berkedip.Ia merasakan suatu getaran dalam tubuhnya yang belum pernah ia rasakan sebelumnya,jantungnya berdegup kencang,


Devan termasuk remaja yang lugu tentang hal-hal yang bersifat tabu,Dia anak yang sangat dimanja oleh neneknya.soal percintaanya dengan sisil yang ia tau hanya berbagi cerita,dan saling memperhatikan,tak pernah sedikitpun dia menyentuh bagian dalam kepribadian sisil.Berpegang tangan,dan berpelukan itu sudah biasa baginya,tapi untuk melihat hal-hal seperti ini,baru kali ini ia alami


Tiara menutup pintu kamar mandi,ia melihat Devan diatas ranjangnya.


Tiara yang hanya menganggap Devan masih kecil,tak begitu menghiraukan expresi Devan


" apa yang kau lihat,buruan mandi!!"


Devan yang tersadar segera melompat dari ranjang,ia lari terbirit memasuki kamar mandi


"bukan kah diluar ada kamar mandi, kenapa masuk kamar.. " gerutu Tiara


Didalam kamar mandi ia menyalakan shower mengguyur rambutnya,menenangkan pikirannya.diangkatnya wajahnya,buliran air membasahi wajahnya, "persaan macam apa ini?" tanyanya dalam hati,segera ia guyur lagi rambutnya berharap segera hilang rasa itu.


lalu ia membersihkan seluruh badanya.dimatikannya air shower,ia merasa segar..begitupun dengan pikirannya


"akhh.. selesai"


mata Devan menjamah kamar mandi ia mencari handuk,tapi tak ia temui.


"tan... " panggil Devan sambil melongokkan kepalanya keluar pintu


"tan.. "diulanginya lagi namun tak terdengar jawaban dari Tiara


Devan tadi meletakkan baju gantinya di atas ranjang Tiara,ia melangkahkan kakinya perlahan diputar bola matanya kekanan dan kekiri waspada kehadiran Tia. "huft! aman.." Devan merasa lega ia maju beberapa langkah menuju ranjang dan meraih bajunya


'klek


suara gagang pintu,devan menoleh kaget dengan cepat ia meraih selimut dan menutupi sbagian tubuhnya


Tia melangkah masuk,dan memicingkan alisnya


"sedang apa? "Devan yang kebingungan hanya diam meremas selimut,


"ah.. tante keluar dulu.. aku mau ganti baju" wajahnya memerah


"idih.. mukamu merah,tak usah malu..." Tia terkekeh


"tante..." Devan menghentak hentakkan kakinya seperti bocah yang lagi ngambek,Devan merasa kesal karna selalu di goda Tia


"owh... sini peluk tante " goda Tia sambil mengangkat kedua tangannya


" kalo tante terus gitu,aku buka ni.. " ancam Devan besiap membuka selimut yang di pegangnya


" akh.. ya .. tante keluar.."


'brak! suara pintu tertutup


"huft" Devan merasa lega


segera ia mengganti bajunya,melangakah kedepan meja rias dan menyisir rambutnya, ia melihat potongan rambutnya yang tak rapi


tok' tok' tok'

__ADS_1


"baby...sudah slesaikah??." teriak Tiara dari luar kamar


segera Devan berlari dan membuka pintu


merkapun berangkat


"mobilmu bagus"


"aish .. cuma meminjam,bukan punyaku.."


sesampainya di pos satpam Devan berhenti


"pagi pak.." sapa Devan, segera pak satpam mengampirinya "pagi mas,mau kemana?"


" emmm.. mau ngajak tante jalan- jalan" sambil memasang wajah sedih.. menoleh pada Tia yang duduk di sebelahnya,pak satpam pun ikut memiringkan kepalanya ingin tau keadaan Tia.


Dilihatnya wanita itu tak bergeming matanya menerawang jauh kedepan


"iya mas.. hati- hati di jalan.. saya turut prihatin" kepala Devan mengangguk


mereka meninggalkan pos satpam


"wkwkwk"..


mereka tertawa bersama


"kau sangat jahil" sambil tertawa Tia memukul bahu Devan


"tante juga jago berakting"


mereka menikmati pemandangan dari kaca mobil,


" knapa kau tak pulang kerumah?" menatap Devan yang sedang menyetir mobil,namun Devan hanya terdiam


Tiara hanya mengangkat kedua bahunya .. suasana menjadi hening


"boleh aku bertanya sesuatu" Devan memecah keheningan


"tak boleh" Tia menjawab singkat,sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ada dalam hati Devan,ia penasaran dimana suami tia, namun ia tak ingin Tia bersedih,jadi dia memilih tak mengungkit, ia yakin suatu saat Tia pasti cerita


Devan mengerucutkan bibirnya tanda ia kesal


"ckh.. kalau kau tak bisa terbuka denganku,mana bisa aku terbuka padamu.." celetuk Tia


Devan menghela nafas panjang


"aku cuma sedang bosan,dan bersamamu membuaku nyaman"


"owh.. kau bayiku yang malang.." tangan tia mengacak acak rambut Devan,


"akupun begitu,kau seperti malaikat kecilku..kau datang membawa kekuatan disaat aku tak berdaya"


Air mata membasahi pipi Tiara ,ia membuang pandangannya keluar jendela. DevanO meminggirkan mobilnya dan berhenti


Tiara menatap Devan,begitu juga sebaliknya

__ADS_1


"Aku takkan membiarkan tante menangis lagi" tangan Devan menyentuh pipi Tiara dan mengusap air matanya,Tiara membalas dengan senyum manisnya


" Kau sangat pandai menghiburku" dicubitnya hidung mancung Devan


mereka tertawa bersama


sesampainya di supermarket


Devan memilih banyak sekali sayuran untuk di beli


"waahh.. kenapa banyak sekali sayuran" Tia keheranan..


"akan ku tunjukkan keahlianku.." Devan mengangkat kedua alisnya menggoda


setelah selesai,mereka menuju kasir,Devan membayar semua belanjaan Tiara


"kenapa kau yang bayar? ha?"


" tak apa.. ini perayaan hubungan kita"


hubungan yang di mulai dari luka,mereka saling menghibur dan saling memberi kekuatan


di parkiran mereka menata belanjaan ke dalam mobil


" nona Tia" seseorang menyapa Tia,


seorang lelaki dengan tubuh gagah dan tampan


"owwhhh.. dokter Rizal." sapa tia dengan senang


#dokter Rizal


lelaki tampan usia 35th , namun masih lajang. Dokter spesialis anak yang pernah andil dalam penanganan putra Tiara



"apa kabar.." mereka bersalaman


"aku..turut berduka"


"ah..iya.,terimakasih" jawab Tia yang selalu menampilkan gigi putihnya, "dokter sedang berbelanja juga?" lanjut Tia karna terlihat dokter membawa banyak kantong


"akh iya.. ini mengisi waktu luang.. mumpung sedang libur.." wajah dokter memerah karna ia membawa kantong berisi sayuran.." maklum lah bujangan.. jadi belanja sendiri.."


Devan yang sibuk menata blanjaan tiba-tiba terdiam mendengar kata 'bujangan' matanya melirik keatas berusaha mencerna kata doter tadi.segera ia menutup bagasi dan menghampiri Tia


"selsai" ucapnya singkat,


"ah iya.. mumpung lagi liburan,kalo pak dokter tidak keberatan,saya mengundang anda datang kerumah..makan-makan bersama kami"


Dokter itu menatap Devan begitupun sebaliknya. Mata Tia melirik kekanan dan kekiri segera ia tersadar


"akh..ini Devan,keponakanku.."


Dokter itu mengulurkan tanganya dan sisambut tangan Devan, Dokter Rizal memicingkan mata dan menyunggingkan bibirnya

__ADS_1


" aku menerima undangan anda.."


__ADS_2