
Mendengar suara lembut namun asing di telinganya, tia menghentikan tangisnya dan mengangkat kepalanya perlahan. ia mengerjapkan mata yg agak kabur karena tergenang air mata
"wajah imut itu" tia mengingat wajah anak lelaki yang mau bunuh diri tadi pagi.
#Devano
dia adalah anak muda berusia 23th yang frustasi karena masalah keluarganya,dia jg dicampakkan pacarnya. dia haus kasih sayang dr keluarganya.orang tuanya terlalu sibuk bekerja.
"aku harus lebih kuat dari dia"
tia tersenyum dengan mata lebam karna tangisannya.
#Tiara
dia wanita yg slalu ingin terlihat kuat. sangat pandai menyembunyikan perasaannya.dia wanita dewasa yg sangat sayang pada anaknya. saat melihat wajah imut devano,tia merasa seperti ia melihat wajah anaknya.
tia tersenyum
"tak perlu" jawabnya singkat,ia berdiri dan berjalan lunglai,ia merebahkan tubuhnya di kursi tunggu,menghela nafas panjangnya.
Devano mengikutinya dan duduk di sebelah tia
tiba-tiba devano merengkuh lengan tia dan merebahkan kepalanya di bahu tia
tia tak bergeming,ia membiarkan anak muda yg bahkan belum ia kenal bersandar di bahunya.
"berat banget y kak" tanya devano sambil melirik wajah cantik tia
tia memang sangat butuh dukungan dari orang dekatnya, namun disini dia menghadapinya seorang diri.kehadiran Devano sedikit memberinya kekuatan.
taira menyunggingkan bibirnya
"setidaknya aku tak berfikir untuk bunuh diri"
tia menjawab tanpa menoleh..
matanya terus tertuju pada pintu ruang ICU
"aish.. knapa membahas hal itu, aku kan jadi malu"
hening sejenak..
__ADS_1
devano mengankat kepala dan melepaskan tangannya
"boleh aku meminjam bahumu"
Mata mereka bertemu. Devano yg kaget dan tak sempat menjawab,tiara menyandarkan kepalanya di bahu devan
suasana hening..
"kakak sudah makan? " tanya devan memecah keheningan
tak ada jawaban
devan penasaran,ia menoleh pada wanita yg sedari tadi diam
"ckh.. tidur"
"seberat apa masalah yg ia hadapi,, ia pasti sangat lelah" gumam devan dalam hati
"kalau mengingat kejadian tadi pagi.. sungguh memalukan,lihatlah betapa kuatnya wanita ini.. dan betapa tak bersyukurnya diriku ini" devan merenung
"Permisi.. "
devan tersentak dari lamunannya.. suster sudah berada di depannya.
"maaf walinya ananda leo dipersilahkan masuk.. ananda telah sadarkan diri"
"akh... iya.trimakasih sus.. kami segera masuk
suster pun pergi meninggalkan mereka
"kak.. " devan mencoba membangunkan
"akh iya" tia terkejut."maaf aku ketiduran ya.."
devan tersenyum..
"masuklah.. leo mencarimu"
tia membelakakkan matanya..
"benarkah??"setengah tak percaya
segera ia berdiri dan berlari memasuki ruang ICU
Devan pun meninggalkan tia dengan tenang. ia bejalan menuju kamarnya
__ADS_1
"ma.. mama.. "
" leo.. mama disini nak.. "
"mama jangan nangis..mama gk boleh sedih.. "
"mama bahagia nak.. karna leo akan sembuh dan pulang sama mama.. nanti kita main sama sama lagi.. "
"ma.. leo sayang mama"
"mama jg sayang leo.. leo harus kuat.. "
leo hanya tersenyum dan memejamkan matanya..
tit... tit.... bunyi monitor yg melengking..
"apa ini?? "..
"leo.. leo.. "
tiba tiba para suster dan dokter memasuki ruangan.
seorang suster berusaha menenangkan dan membawa tia keluar ruangan
" ibu yg sabar.. kami akan berusaha" suster itu meninggalkan tia. tiapun tak bisa berkata kata hanya air mata yang terus mengalir..
tia berdiri dan terus menatap pintu ruang ICU
dengan pikiran yg sudah tak karuan..
"aku ikhlas Tuhan.. Aku ikhlas.."
Dokter dan suster mulai berhamburan..
seorang dokter muda yg tia kenal semenjak leo periksa ke rumah sakit datang menghampirinya
"bunda yang sabar.. kami sudah berusaha.. ikhlaskan kepergian leo" dokter berusaha menguatkan tia
"Leo..."tia berteriak
menangis sejadinya..
segera ia berlari memasuki ruangan untuk melihat keadaan putranya.
tia memeluk putranya.. menciuminya..untuk terakhir kalinya..
__ADS_1
Dokter spesialis yg menangani leo, masih berdiri di situ melihat kesedihan yg mungkin sudah sering ia lihat. namun kali ini dia merasa berbeda.. ia merasa ikut sakit dan merasa sangat kehilangan
#tolong like dan komennya kawan.. kalo banyak kekurangan.. tolong dimaafkan authornya baru belajar