
Mata Tia terbelakak, menerima ciuman yang tiba-tiba mendarat di bibirnya
Hatinya berdesir..
Segera ia mendorong Devan,
"Devan!! Apa yang kau lakukan?"
Devan tersenyum melihat expresi Tia
"kenapa tante marah?? Bukankah itu yang dilakukan anak-anak ketika merasa bahagia?"
Tia tak bisa mengelak,ia termakan perkataannya sendiri
"kalo tante merasakan sesuatu dalam ciuman itu, brarti tante harus mengakui, aku bukan anak-anak" sambil tersenyum devan merasa menang
" perasaan apa? Tak ada yang aneh"
Tia mencoba menyembunyikan perasaanya, ia tak ingin kalah dari Devan namun wajahnya memerah
" owh... Benarkah? Tante.. Mau lagi..." goda Devan, sambil mengerucutkan bibirnya
" apa-apaan .. Cepat bersihkan dirimu makan malamnya keburu basi" Tia segera meninggalkan Devan
Brak'
"Tante Tia hanya malu mengakuinya..ckh.." Devan kegirangan di dalam kamarnya
Tia duduk.termenung menunggu Devan di meja makan,jemarinya mengelus bibir manisnya, mengingat kejadian tadi dan mengingat kembali kata-kata Devan,Tia menyadari Devan bukan anak kecil,tapi bagi Tia dia hanya pengganti Leo putranya
"bagaimana ini, aku harus bersikap gimana?" pikirnya dalam hati
Devan keluar dari kamarnya berjalan perlahan mengahmpiri Tia di meja makan, kini Devan sudah berada di samping Tia,ia memperhatikan Tia yang sedang melamun hingga tak menyadari kehadiran Devan di sampingnya
Tak sabar menunggu, Devan membungkukkan punggungnya mendekatkan bibirnya ke telinga Tia
" mikirin yang tadi y? " bisik Devan di telinga Tia, endusan nafas Devan membuat hati Tia bergetar dan ia segera tersadar, ia melirik Devan yang begitu dekat disampingnya
" dasar bocah nakal"
__ADS_1
" mau lagi.." Lagi-lagi Devan menggoda Tia,memanyunkan bibir sexynya
" seberapa banyak yang kau inginkan akan ku berikan" Tia tersulut
emosi
" benarkah? " Devan segera meraih leher tia dan menggulum bibir manis Tia
Lmmmb..
Tia memukul dan mendorong dada devan
"Devan lepas!!" teriak Tia,nafas tia terengah..
Devan melepas cengkeraman tangannya,perlahan ia berdiri dan mundur beberapa langkah,ia menggigit ujung bibirnya.Devan merasa ia sudah sangat kelewatan
Mata mereka saling bertatapan
"bagaimana kalau tante marah dan mengusirku"dalam pikiran Devan,ia mulai gelisah
Sedang dalam pikiran Tia
" mana ada ciuman orang tua seperti itu!" Tia beranjak dari kursi dan maju beberapa langkah menghampiri Devan
Tia meraih kedua pipi Devan, di ciumnya pipi kanan kiri,dan terakhir mengecup kening Devan
Devan terpaku,tak mengerti apa yang dipikirkan Tia
"itulah ciuman kasih sayang" ucap Tia sambil tersenyum
Devan masih tak bergeming
Jemari Tia merapikan poni Devan
"jangan berulah lagi"
Devan dibuat malu oleh sikapTia.
Suasana menjadi hening di meja makan, suap demi suap ia makan tanpa sedikitpun menoleh pada Tia
__ADS_1
Melihat tingkah Devan,Tia hanya bisa menahan tawanya
"ia sangat lucu" suara hati tia
Selesai makan, Devan segera beranjak melangkahkan kakinya menuju kamar tanpa sepatah kata pun
"sudah mau tidur?"
Langkahnya terhenti mendengar pertanyaan Tia
" aku biasa membacakan dongeng untuk Leo sebelum ia tidur" lanjut Tia
Hmmmh.. Devan menghela nafas panjang,ia memejamkan matanya untuk beberapa saat "okay.. Aku ikuti permainan tante.."suara hatinya
" baiklah.. Aku tunggu dikamar"
Ia melanjutkan langkah memasuki kamar
Devan merebahkan tubuhnya di ranjang
Tak lama Tia pun menyusul,ia langsung menuju rak buku milik Leo
" aku akan memilihkan buku dongeng" Jemarinya memilah tumpukan buku yang berjajar rapi
"tante.. Aku ingin kau mendongeng
tentang dirimu" Tia hanya terdiam mendengar permintaan Devan. Ia teringat suaminya
#flash back
Saat Tia berusia 20th ia bertemu seorang lelaki yang kabur dari rumah,seperti Devan,ibu Tia menerima kehadiran lelaki itu dan menganggap ia seperti putranya sendiri, Tia dan lelaki itu akhirnya saling mencintai,kurang dari 2th mereka berhubungan,mereka memutuskan untuk menikah, dan yang hadir dari keluarga lelaki itu hanya seorang neneknya.Saat tia mengandung 3bulan lelaki itu meninggalkan Tia,karena keluarga lelaki itu terus mengancam menyuruhnya pulang untuk ia melanjutkan pendidikannya di luar negri.Karena malu di tinggalkan begitu saja oleh suaminya,Tia memilih meninggalkan rumah,sampai saat ini belum pernah sekalipun ia memberi kabar pada keluarganya
#flash back off
Tak terasa Tia menitihkan air mata,
"tidurlah, ini terlalu malam untuk mendongeng" tanpa melihat Devan,Tia melangkahkan kakinya keluar kamar
Devan mengangkat tangan,dilihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya
__ADS_1
"baru juga pukul 8, kenapa dia? Tiba-tiba berubah"