
Devan memacu mobilnya
air matanya bergulir,hatinya hancur.. wanita yang dicintainya, yang slalu perhatian padanya,teman ia berbagi cerita suka dan duka telah meninggalkannya
ia meminggirkan mobilnya di bahu jalan pinggir sungai.
"buck! " tangan devan pemukul stir mobil..
ia mengusap wajahnya kasar, dan mencoba menghentikan tangisnya
ia keluar dari mobilnya dan berdiri disebelahnya
menarik nafas panjang,merasakan semilir angin
"ckh.. minum susu, ada yang salah dengan susu"
"memangnya kalo sudah remaja tak boleh minum susu"
" harus minum apa? hah? "
" dasar cewek konyol"
Devan mengoceh sendiri, meluapkan emosinya
kini ia terdiam, Matanya tertuju pada sungai yang berkilau karena pantulan dari cahaya lampu
"hmh..aku akan malu jika mencoba bunuh diri untuk kedua kalinya hanya karenamu,nyawaku terlalu berharga untuk itu"
ia duduk di tepi sungai yang menenangkan
Sampai malam hampir larut, devan masih asyik menikmati pemandangan gemerlap lampu malam yg terpantul air sungai, Devan malas untuk pulang
setelah merasa tenang ia memasuki mobilnya
"bunuh diri ckh.." mengingat kata itu kini Devan tau mau kemana..
segera ia jalankan mobilnya
sampailah ia di depan pos satpam yang ia datangi tadi siang
" malam pak, bisa buka portalnya"
"maaf mas ini sudah larut malam, mas bisa datang besok"
Devan yang sedikit jahil, bukanya memohon dia malah menginjak pedal gas mobilnya
"brak!! " portal yang terbuat dari kayu langsung roboh," ups! maaf pak ini darurat" segera ia berlalu sambil tertawa terbahak
"mas! mas! tunggu! "
bahkan teriakan satpam tak di gubrisnya.
Satpam itu meraih sepedahnya dan mengejar. sesampainya di depan rumah Tiara,devan segera berlari dan memencet bel rumah.
__ADS_1
Sedangakan dikamar Leo
Tiara meringkuk di atas tempat tidur Leo,ia memeluk mainan robot milik anaknya
Di wajahnya masih saja bergulir air mata..
Dia sangat rindu suara,rengekan,dan tangisan anaknya..sesekali ia tersenyum saat teringat kenangan indah mereka
teettt...teeeett..
teeet.. teetttt
Tiara tersentak dari lamunan panjangnya
"siapa malam-malam bertamu" fikir tiara
teeettt teeett..
teeettt teeettt
Devan berkali-kali memencet bel,berharap pintu segera di buka,ia sadar sebentar lagi satpam itu bakal sampai,"bagaimana kalau tertangkap sebelum ketemu Tiara" pikir devan
'klek! graaaakkk.. '
"Kamu? " Tiara kaget
devan tersenyum, ia menarik tali rambut Tiara dan mengacak ngacak rambutnya
"apa yang kau lakukan?! " suara tiara meninggi,matanya melotot
"hei mas!! " satpam itu melempar sepedahnya
hah.. hah... nafasnya tersenggal kecapekan mengayuh sepeda mengejar Devan.
Tia dan Devan terdiam melihat tingkah pak satpam
"lihatlah pak keadaannya.. " sambil menarik tia keluar gerbang
satpam hanya melongo keheranan melihat tia dengan rambut yang acak-acakan dan memegang mainan robot milik anaknya
Devan maju beberapa langkah menghampiri pak satpam dan berbisik " bapak tau kan dia baru saja kehilangan anaknya, aku ini keponakan dia.. mamaku di luar negri tak bisa temani dia" satpam itu terdiam mendengar penjelasan Devan
"apa bapak tega meninggalkan ia sendiri dengan keadaan seperti itu?,kalau terjadi apa-apa padanya bapak mau tanggung jawab?? "
"akh.. kalo memang begitu keadaannya.. saya minta maaf!!" jawab pak satpam merasa bersalah Devan tersenyum dan mengedipkan matanya Pada Tiara
"portal nya.. "
"akh iya.. " devan merogoh saku celananya mengambi dompet.. Ditariknya beberapa uang ratusan,di genggamkan nya ketangan pak satpam
"Terimakasih.. Tolong di bantu" pesan Devan pada pak satpam,ia melambaikan tangannya pada pak satpam yg pergi dengan sepedanya meninggalkan mereka.Saat bebalik devan menemui tatapan tajam Tiara.ia melipat tangannya menunggu penjelasan Devan.
"ayolah kak.. persilahkan aku masuk dulu.." rengek Devan manja
__ADS_1
hati Tia bergetar seolah ia mendengar rengekan putranya.Tia terdiam ia mendongakkan kepalanya keatas untuk menahan matanya yang hampir terjatuh.
"masuk lah.. "
Devan menerobos masuk dan merebahkan tubuhnya di sofa
"akh... nikmatnya.. "
Tiara berdiri menatap Devan
Devan meringis melihat Tiara yang dari tadi cemberut
"sini.. kakak duduk dulu" pinta Devan sambil menepuk-nepuk sofa
"ckh .. Kenapa kau manja sekali.. membuatku tak tahan berlama-lama kesal padamu" senyum Tiara akhirnya keluar melihat tingkah Devan
"apa yang kau katakan pada satpam tadi" tanya Tia penasaran
"tidak ada.. dia hanya takut, kakak mirip hantu"
canda Devan terkekeh
"hah? kau ini" Tiara menggelitik pinggang Devan
Devan tertawa terbahak-bahak.
setelah keadaan tenang Devan mulai bicara
"aku mau ngineb disini, kubilang pada satpam kalau kau tanteku"
"hah? sejak kapan aku menikah dengan paman mu?? " jawab Tia kesal
Devan mengerucutkan bibirnya
"jangan pasang wajah itu, kalau tidak aku akan menciumimu.. " canda Tia
"kakak tau, tadi aku menabrak portal didepan.. "
"benarkah" Mereka tetawa bersama
"haha.. apa yang terjadi.. " Tia tak berhenti tertawa
" salah pak satpam, Dia tak mengijinkan aku masuk.. " jawab devan kesal
"jangan manyun.. kau terlihat sangat mengemaskan kalo lagi manyun.."
Devan tersenyum..
ia merebahkan badannya
Matanya sayup sayup hingga akhirnya ia tertidur
Tiara menatap wajah Devan yg kelelahan.
__ADS_1
"entah siapa dirimu,dan dari mana asalmu, kau membuatku menemukan lagi setitik kebahgiaan Trimakasih Tuhan.. kau kirimkan malaikat kecil ini padaku"
Tia bersandar di bahu Devan dam memejamkan matanya..