
"hari ini rini tidak masuk, tante minta tolong kamu jaga etalase depan yach.." Tia berusaha membujuk Devan yang ia tau sangat malas menghadapi pelanggan.
Dengan rasa malas Devan membuang muka
Dengan sabar Tia meraih kedua pipi Devan
"Devan plissss" pinta Tia memelas
" ini kesempatanmu mengenal dunia luar, belajarlah.. di dunia ini bukan hanya kamu dan aku.. tapi ada kita semua.. dan kita saling membutuhkan" jelas Tia
Devan hanya terdiam menatap mata Tia.. mendengar setiap nasehat yang belum pernah ia dengar. ia sangat mengagumi tia yang selalu bisa menyentuh hatinya yang gelap
akhirnya Devan menggukkan kepalanya
Tia tersenyum senang melihat Devan mau membuka dunianya
"jangan lupa senyum dan ramah.. slamat berjuang..smangat!"
hari berganti hari
Devan semakin mengenal dunia luar.. ia tampak cekatan rajin dan ramah terhadap pelanggan.
"slamat siang. nona Tia ada?"
tanya seoarang lelaki tampan pada rini yang duduk di meja kasir .
terdengar suara yang tak asing di telinga Devan.. matanya lansung menatap seorang lelaki yang berdiri di depan kasir
"ada tuan, sebentar saya panggilkan" jawab rini dan lansung berlari kebelakang
Dr.Rizal yang melihat Devan tersenyum dan menghampirinya
" apa kabar? lama tak jumpa" sapa Dr.Rizal
Devan hanya membalas dengan senyum sinis
" besok Rs.moejito mengadakan pesta ulang tahun,apa kau sudah tau?"
"aku berencana mengajak nona Tia sebagai pendampingku, bukankah kami terlihat serasi hehe.." Dr.terkekeh namun Devan tetap tak menggubrisnya
"asyik banget ngobrolnya.." sela Tia yang baru datang
"ada apa Dr. sampai repot datang kesini?" tanya Tia penasaran
"bisa bicara sebentar"
"mari.." Tia mempersilahkan
mereka berjalan menuju meja yang agak jauh dari etalase
dari kejauhan Devan melihat mereka asik mengobrol dan Tia terihat senang dan banyak tertawa.
Devan hanya menghela nafas karena kesal
__ADS_1
tak lama setelah Dr.rizal pergi, datanglah wanita dengan mobil mewahnya
Devan kaget melihatnya
"mama??" ucap Devan lirih
wanita itu langsung mendatangi Devan,
" pulanglah.. besok ulang tahun rumah sakit, jangan bikin malu keluarga" katanya singkat
Devan hanya menatap tajam wanita itu
tanpa berkata lagi wanita itu meninggalkan Devan
-dirumah
Tia duduk di meja makan sambil memainkan ponsel,ia terlihat banyak tersenyum
Devan yang memperhatikan semakin kesal.
sambil membawa smangkuk mie Devan pindah duduk di sofa.
Tia segera menyusul dan duduk diamping Devan
"Devan tante seneng banget.." Tia bercerita dengan penuh semangat
"kliatan" jawab Devan singkat
"tau nggak tadi Dr.Rizal ngajakin tante ke pesta besok"
"apa tante harus kesalon??"
"aduh.. belum milih baju lagi.." Tia yang " segara berlari menuju kamar, dan keluar membawa beberapa potong gaun
"bagusnya pakai yang mana?" tanyanya pada Devan
"tante stop!" Devan meletakkan mangkuk mie dan segera masuk kamar tanpa melihat Tia
"kenapa dia?.. apa ada yang salah"
didalam kamar Devan merebahkan tubuhnya, ia memikirkan kata2 ibunya..
"haruskah aku pulang??
tak adakah kata yang lebih halus untuk merayuku
apa arti kehadiranku untuk keluargaku?"
pikiran Devan terasa penuh,tak terasa air matanya pun menetes
ceklek'
pintu kamar terbuka,
__ADS_1
Devan segera menyeka air matanya
Tia duduk dibelakang Devan yang terbaring miring
"Devan.. tante minta maaf.. mungkin tante tadi kelewatan" Devan tak menjawab, dadanya terasa sesak
"devan.. sudah tidur kah? kalo tidur gk boleh dalam keadaan ngambek looo.." bujuk Tia sambil membelai rambut Devan
perlakuan lembut dari Tia membuat dadanya semakin sesak,perhatian yang tak pernah ia dapat dari ibunya..air mata Devan tak bisa ia bendung,sampai terdengar suara sesenggukan
Tia merasa heran, dan kebingungan memikirkan separah itukah salahnya
"Devan.. apa yang terjadi.." tanya Tia dengan lembut.
tak ada jawaban dari devan
"y sudah kalo belum mau cerita.. kamu istirahat dulu biar lebih tenang, slamat malam"
Tia pun beranjak namun tangannya di tahan Devan.
merekapun bertatapan..
terlihat mata Devan masih dipenuhi air mata
Tia menyambut tangan Devan dan kembali duduk di sebelahnya.Devan pun segera bangkit dan duduk di sebelah Tia,ia menundukkan wajahnya
"ada apa?"
"Devan hanya merasa sedikit bahagia"
"hmh??" Tia keheranan
"aku bahagia mendapat perhatian dari tante yang bukan siapa2ku" dengan tersenyum devan menatap Tia
" dan aku juga merasa sedih,kenapa mesti tante.. knapa bukan dari orang-orang yang aku cintai dan aku harapkan" sambil mendongakkan kepala menahan air mata
Tia meraih pipi devan dengan kedua tangannya..
"hei.. kau baby kecilku. aku juga mencintaimu apa aku tak diharapkan olehmu??.."
Devan terdiam dan menatap dalam mata tia, tatapan yang sulit diartikan,
"salahkah perkataanku tadi??"tanyanya dalam hati
Tia tersadar dan segera beranjak dan berkata dengan lantang
"aku akan memberi perhatian yang kau butuhkan..jadi berbahagialah.. " dilanjutkan dengan tepuk tangan kecil darinya
Devan pun tertawa melihat pertunjukan Tia
"kalau gitu tante harus janji, besok tak akan pergi sama Dr. Rizal"
"hah?"
__ADS_1
Bersambung..
Maaf author lama menghilang...