
malam semakin larut..
Devan terbangun karna ia merasa haus,digosok gosok matanya.. saat ia hendak berdiri, ia melihat Tiara yg bersandar di bahunya
dengan perlahan ia memindahkan kepala tiara keatas sofa
ia berjalan ke dapur..
di teguknya segelas air.. dan berjalan kembali ke ruang tamu.Dilihatnya Tiara yang tertidur pulas dengan wajah sembabnya.
hati Devan ikut merasakan kesedihannya..
ia duduk di sebelah Tiara,diletakkan kepalanya di pangkuan Tiara dan dipejamkan matanya
pagi pun tiba
Devan merasa ada yang berjalan di wajahnya,ia mengerjapkan matanya,dilihatnya Tiara memainkan telunjuknya di atas wajah Devan
Tia melihat devan membuka matanya
"sudah bangun.." sapa Tia tersenyum,"wajahmu begitu tampan,imut dan menggemaskan, kau mirip Leo putraku" ia mengangkat jemarinya dan mengusap air matanya yang menetes,
Devan membalas dengan senyuman manisnya"aku turut berduka" "kakak gk boleh sedih lagi, aku tak keberatan jadi anak angkatmu"
mendengar jawaban Devan,Tia tertawa..
Devan menatap wajah tia yang sedang menertawakannya,terlihat gigi putihnya berjajar rapi
"apa yang kau pikirkan ha? semalam kau bilang kalo aku tantemu, kau keponakanku,dan sekarang kau bilang kau rela jadi anak angkatku" Tia masih tertawa "sebenarnya apa maumu.." sebisa mungkin ia menahan tawanya.
Devan mengagumi kekuatan dan kecantikan yang dimiliki Tiara diusianya yg bukan remaja lagi
"cepat bangun!" celetuk Tia,membuyarkan lamunan Devan
" kakiku kesemutan semalaman menopang kepalamu"
Devan segera bangun dan duduk disebelah Tia,mengerucutkan bibirnya,ia merasa malu dan jengkel karna terus di tertawakan Tia
"jangan manyun.. aku akan tergoda oleh bibirmu" canda Tia yang belum bisa berhenti tertawa.. Devan hanya melirik
Dihentak hentakkanya kaki Tia kelantai,lalu ia berdiri
__ADS_1
"mau susu hangat? baby ku hmm...? goda Tia, Devan masih terdiam melirikkan matanya
Tia membungkuk didepan Devan.. kini wajah mereka hanya berjarak 5cm
"ok! kau skarang bayiku.. dan aku tantemu..,bagaimana? semua maumu terpenuhi?"
Devan menatap tajam wajah wanita cantik di depannya itu,tampak Devan yang kebingungan mencerna kata-kata Tia.Tia menegakkan badannya dan terkekeh dengan jawabannya sendiri yang konyol,lalu berjalan menuju dapur meninggalkan Devan tanpa mendapat jawaban.
Di dapur Tiara mengambil panci dan mengisi air ditarunya di atas kompor,ia nyalakan apinya.diletakanya sebuah gelas,mengisinya dengan beberapa sendok susu bubuk,lalu diambilnya dua buah mie instan dan di bukanya
"sedang apa?"
Tia terkaget,saking asyiknya dia tak tau Devan sudah berada disampingnya
"akh..kau slalu datang tiba-tiba" mencubit kecil dada Devan
"tentu saja membuatkanmu sarapan"
Devan memperhatikan meja dapur yg berserakan bungkus mie instan
"mana ada bayi makan mie instan" Devan mengerutkan alisnya
Tia terdiam dan berfikir sejenak dan membalikkan badan nya sraya menjawab pertanyaan Devan "kau.." tak sampai selesai ia berkata matanya melotot melihat Devan membuka satu per satu laci dan lemari,terakhir ia jongkok di depan kulkas,tak menemukan apapun,lalu ia berdiri menghadap Tiara
Tiara tertawa geli melihat tingkah lucu Devan.. ia menghampiri Devan,memegang lembut kedua pipinya,matanya berbinar menatap Devan
"babyku..kau kan tau kesibukanku akhir akhir ini hmm.. "
Devan menunduk niatnya cuma bercanda,tapi lagi-lagi ia membuat Tia menitihkan air mata.
Devan bingung harus bagamana menghadapi situasi ini
"belanja yuk? " celetuk Devan,membuyarkan kesedihan Tia
"hmh.." tia tersenyum melepaskan tanganya Dari pipi Devan
"kau ini paling bisa..." senyum tia merekah
"ayuuukk.."Devan menarik tangan Tia..
"tunggu..tungu.." Tia berusaha menahan kakinya
__ADS_1
"apa lagi..tante..."
"kita slesaikan ini dulu,sarapan lalu membersihkan diri, kau tampan tapi jorok.. mana ada cewek yang mau?" goda Tiara
Devan keluar rumah menuju mobilnya.. mengambil baju ganti yang biasa ia siapkan untuk dipakai setiap ia slesai kursus memasak.
" bagaimana keadaan Nyonya Tia?" sapa seseorang dari belakang,Devan memutar badannya..
"aa...kh.. pak satpam... " devan terkejut,segera ia memasang wajah sedih
" hmm.. " menghela nafas
" masih butuh waktu pak.." matanya berbinar dan mengalihkan pandangan seolah ia menahan beban yang berat
" mas yang sabar,dan harus lebih kuat menemani nyonya sampai ia sembuh" wajah pak satpam pun ikut sedih,melihat wajah pak satpam Devan ingin tertawa
"Terimakasih pak.."
pak satpam menepuk bahu Devan dan berlalu..
dengan cepat Devan mengambil bajunya dan segera ia lari masuk rumah
"wkwkwk.. " ia melepaskan tawanya
semangkuk mie instan plus susu sudah siap dimeja,Devan segera duduk dan menyantapnya.
"kemana tante Tiara" clingukan mencari tiara
' klek'
" wah.. kamar Leo.." Devan terkagum meliihat banyak koleksi mainan robot berjajar rapi Devan masuk dan melihat lihat. " beneran mirip" saat menjumpai foto Leo terpampang besar di tembok kamar,puas melihat namun tak menemukan Tiara,ia keluar kamar dibukanya kamar sebelah Leo
'klek'
kamar yang lumayan luas, dengan kasur yang lumayan besar,bisa ditebak ini kamar Tiara
' hup! Devan meloncat keatas kasur "wah.. lama tak jumpa kasur.." ia berguling-guling dan terlentang menikmati empuknya kasur,sudah hampir seminggu sejak perkelahiannya ia belum pulang kerumah menikmati kamarnya
'grakk..' pintu kamar mandi terbuka,pintu minimalis cukup dengan menggeser untuk membukanya.
Devan terperangah melihat tiara yang hanya berbalutkan handuk dengan rambut basahnya keluar dari kamar mandi..
__ADS_1
pemandangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya
'glek' Devan menelan ludahnya