
**Ketika matahari mulai terbit**
Hoooaammm pagi menunjukan pukul 6.05
Aku terbangun, passs sekali ibu ku sedang sibuk di dapur. aku keluar kamar dan menghampiri ibu, pagi bu.. kusapa ibu dengan wajah ceria.. mau aku bantu ? "Tukasku pada ibu"
Tak usah Vi ibu hari ini tak banyak masak menu.
ohh baikla lah bu siap "dengan cengiran khas" aku berlalu kekamar mandi.
Dua puluh menit selesai, aku membuka lemari mencari pakaian santai dan nyaman.
Menggunakan sweatshirt putih yang pas di tubuh dan celana panjang karet biru dongker, tidak lupa dengan semprotan parfum, itu sudah jadi andalan. "Kekehku"
Dengan sedikit polesan make up tipis agar tidak terlihat pucat ku gunakan sedikit pewarna bibir aahhh selesai ritual pagi ini.
rambut sudah di keringkan dan ku kuncir tinggi . Hingga memperlihatkan bagian leher yang jenjang, dengan kulit kuning langsat, tinggi bak model, ya memang itu diriku. hidung mancung, mata bulat dan indah bak wanita Asia campuran Rusia. "memuji diri sendiri"
Waahh Sudah menunjukan pukul enam lewat lima.
Aku keluar kamar lalu duduk di meja makan.
Hari ini ibu masak tumis kangkung, ayam goreng, tempe, tahu dan sambal.
makanan sederhana tapi menggugah selera.
yang terbiasa bangun pagi di keluarga kami "aku, ibu dan ayah"
lalu gimana dengan ke dua adikku??
aahhh sudahlah kalian pasti sudah tau jawabannya hahahaha
Selesai sarapan aku bergegas berangkat ke perkebunan, perkebunan ku sekarang sudah banyak kemajuan, dengan luas tanah "5 ha" (5 hektare) dari awal membeli hanya "1 ha" (1 hektare) dulu kami beli ketika ada yang jual butuh jadi ya lumayan lah yah ..hehee
__ADS_1
Tak hanya itu saja uang hasil pensiun ayah di pergunakan untuk membangun rumah di Bogor dan beberapa usaha seperti toko sembako yang di kelola oleh ibu ku, dan pemancingan ikan lele. Karena ayah ku suka memancing makanya kami membuat pemancingan ikan, tidak begitu besar tapi ada empat kolam yang di buat. Ayahku itu pensiunan di perusahaan bonafit peringkat tujuh besar di dunia . predikatnya beliau sebagai karyawan teladan patut di acungi jempol.
Sungguh menyenangkan, asri, sejuk, pemandangan pun masih alami disini.
Aku berangkat mengenakan sepatu boots, memang aku biasa mengenakan itu setiap pergi berkebun. Aku sebenarnya tidak terlalu faham cara berkebun tetapi impianku sejak dulu ingin memiliki perkebunan dan terwujud, aku belajar otodidak dengan modal serch via Internet dan beberapa orang sekitar.
Makanya aku yang kelola perkebunan itu. aku bekerja di sebuah perusahaan kuliner. Setelah aku lulus kuliah di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.
Ya tapi aku bekerja tidak pernah bertahan lama paling satu sampai dua tahun. Selalu begitu dan berpindah di perusahaan yang satu ke perusahaan yang lain.
Entahlah aku juga bingung. belum menemukan yang pas mungkin.
Aku berjalan kaki menuju perkebunan, yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahku.
Aku senang berangkat dengan berjalan kaki, lebih awal. karena moment pagi itu membawa kebahagiaan tersendiri, melihat kanan kiri berjalan bersama dengan para pekerja perkebunan itu sangat bahagia.
Sapaku dengan ramah. pagi kang, teh.. sambil memberikan lekukan senyum merekah pada mereka.sambil memasukan kedua tangan di dalam saku.
Pagi teteh geulis.. sapa mereka..
Aku melihat sambil menyisir perkebunan dan bertemu dengan kang soleh " sebut saja kang soleh ini sebagai mandor" aku memang mempercayakan tanggung jawab ini pada kang soleh dan beberapa orang dari masing-masing bagiannya.
Kang soleh.... "Sapaku bertemu kang soleh."
Ehh, teteh geulis selamat pagi teh.
Pagi kang. gimana hari ini hasil kebun sudah bisa di panen, "tanyaku pada kang soleh".
Sudah teh hari ini kita akan kirim hasil kebun ke pasar tradisional dan ada beberapa restoran yang memang memesan langsung. "Jawab kang soleh"
Oh gitu ok.. tapi untuk stok bibit, vitamin, pupuk dan kebutuhan perkebunan sudah beres? Tukasku pada kang soleh"
Sudah semua teh... ku jawab dengan dengan satu acungan jempol.
__ADS_1
Owh iya kang nanti jam sepuluh tolong seluruh penanggung jawab dari masing-masing perkebunan temui saya di rumah ya!
ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan!
"Tukasku "
Baik teh..
Waktu sudah menunjukan pukul sepuluh, dan beberapa penanggung jawab sudah hadir dan duduk di rumah.
Selamat pagi .. "sapaku pada mereka"..ku duduk di sofa, sambil mengutak-atik laptop, dan tersenyum.
Pagi teh..
Ada lima orang penanggung jawab di masing-masing tempat. Dua wanita, tiga pria. Dan Salah satunya adalah kang soleh.
Silahkan duduk, aku mempersilahkan mereka duduk bersamaku.
Kenapa aku mempekerjakan seorang wanita. Menurut ku pekerjaan itu tidak memandang laki-laki maupun perempuan. Menurut ku sama saja. Karena yang aku lihat kinerja mereka. Jadi simple heheh
Jadi maksud tujuan saya meminta akang dan teteh hadir disini, saya ingin menyampaikan beberapa hal sebelum keberangkatan saya ke Jogja.
Teteh mau ke jogja? Tanya kang soleh dengan wajah terkejut..
Iya benar sekali kang, mungkin dengan waktu yang cukup lama karena rencananya saya di sana ingin mengurus dokumen tanah dan beberapa hal yang menyangkut perkebunan. "Tukasku"
Oohhh jadi teteh di sana ingin mengurus perkebunan lagi.. tanya kang soleh
Iya benar sekali kang, maka dari itu sebelum tuntas saya tidak bisa terlalu banyak mengontrol perkebunan di sini "Bogor". Tapi nanti adik saya arya, yang akan mengontrol kegiatan yang biasa saya lakukan. Dan dia pun sudah saya ajari . tapi saya tetap awasi dari setiap laporan hasil panen, penjualan dll itu masih urusan saya."Tukasku" maka dari itu setiap pembelian bahan dan kebutuhan perkebunan saya minta bukti dan kirim ke saya. Ku ucapkan dengan"Tegas".
Baik teh.. jawab mereka bersamaan.
Baiklah kalau gitu yang lain boleh kembali melanjutkan pekerjaannya, kang soleh tolong tetap disini ada yang mau saya sampaikan sama kang soleh. "Baik teh.. yang lain sudah kembali pada pekerjaan nya.
__ADS_1
Kang soleh, "tukasku" saya minta tolong kang soleh bantu ayah di pemancingan ya. Karena untuk beberapa minggu kedepan Sadam tidak bisa membantu ayah di pemancingan. Karena sudah dekat ujian semester. Jadi saya suruh sadam untuk fokus sama pendidikannya. Jadi saya minta tolong yang kang, tolong di pantau semuanya jika ada kendala, kabari saya segera. Karena saya belum tenang jika belum memastikan semuanya baik-baik saja. Apa lagi saya akan pergi dengan waktu yang cukup lama. Dan Arya sudah saya beritahu kegiatan rutinitasnya, dan saya juga sudah bilang ke beberapa kolega kita, untuk berkomunikasi dengan kang soleh atau Arya.