
Bu Villy pamit yah kamu hati-hati yah Vi, ingat beri tau ibu hasil chek up nya nanti. Ya Bu
mas ibu titip Villy ya, dan tolong ingatkan Villy Untuk selalu jaga kesehatan. karena dia itu hobby nya aneh gak seperti wanita pada umumnya. oohh jadi menurut ibu Villy itu aneh. "baiklah dan Villy pun memanyunkan bibirnya ke samping". Jul tersenyum, baik bu tenang kalau itu beres pokoknya.
hati-hati ya salam untuk keluarga disana "sambil melambaikan tangan" ya bu, kami menaiki taxi online dan mobil pun melaju.
walau aku dan Jul sudah lebih dekat, bukan berarti aku berani untuk berbicara banyak. apa lagi kedekatan yang lebih intens. semua masih terasa canggung. walau acap kali Jul yang memulai dengan berbagai cara, aku masih merasa apa ini keputusan yang tepat. aku takut jika aku telah terburu-buru mengambil keputusan.
Vi" hei kenapa bengong ? kamu lagi mikirin apa? seketika aku tersadar, Ya mas kenapa? kamu kenapa bengong lagi mikirin apa?? emm gak ada kok mas, benar kamu gak apa-apa? benar mas, nada meyakinkan, ooh ya udah.
oh ya mas nanti aku mau menginap di hotel aja ya kalau udah sampai sana. sekalian mau cari kost-kost'an dekat-dekat situ aja. loh kenapa gak di rumah sita aja?? gak enak mas numpang terus takut ngerepotin. oh yaudah terserah kamu. nanti aku bantu cari kost-kost an, makasih dengan tersenyum lalu Jul pun menggenggam tanganku, sama-sama.
kami sudah tiba di stasiun Gambir. sengaja kami ambil keberangkatan dari Gambir karena memang sudah lama aku tidak singgah.
pak sopir membantu kami menurunkan barang bawaan. "terimaksih pak". sama-sama mba Lalu tersenyum.
untunglah kereta kami pun tiba jadi kami tidak perlu menunggu di peron. kami langsung mencari bangku. dan menemukannya.
perjalanan sudah hampir lima jam kami ambil keberangkatan senja. tak terasa waktu sudah malam. meski Jul fokus dengan telpon genggamnya. tapi Jul sama sekali tidak melepaskan genggaman tangannya dari tanganku.
kami seperti pasangan remaja yang tengah bucin. seharusnya di usia kami sekarang mungkin kami sudah menikah atau sudah memiliki momongan. mungkin karena kami ber dua kelamaan jomblo dan terlalu sibuk dengan hal lain. jadi semua serba anget-anget kotoran kucing Ha Ha Ha.
__ADS_1
aku mencoba melepaskan tanganku, tapi tidak di biarkan. Jul malah menggenggam tanganku semakin erat. mas lepas malu. loh kenapa emangnya kita berbuat m***m disini malu. hiiss mas itu yah. dan Jul pun tersenyum Baiklah.
tapi ada satu syarat ? apa? tidur sudah malam !! kamu dari tadi hanya memandang jendela aja tapi gak tidur-tidur. belum mengantuk mas, yasudah tapi segera tidur, Iya Mas.
Jul memejamkan matanya sambil bersandar di sandaran bangku. sedang aku masih fokus dengan suasana di luar jendela. dan aku pun mulai menguap, aku tertidur bersandar jendela. Jul terbangun dan melihat ku tertidur dan memindahkan posisi tidurku bersandar di bidang dadanya. aku terlalu lelah hingga tidak menyadari perubahan posisi tidurku. Jul pun tersenyum
aku terbangun dan sedikit kaget, pergerakan ku membuat Jul terbangun. Hei kok bangun sayang??
sayang?? jantungku seperti mau copot. sejak kapan aku pindah posisi mas. kamu Lupa?? tadi kan kamu yang pindah posisi sendiri minta sandaran.
masa sih?? serius?? gak mungkin mas kamu bohong aja. loh serius ngapain aku bohong. kok aku gak inget apa-apa yah, masa aku lupa. sambil menaik turunkan jari di sisi kening. kalau gak inget itu ya berarti lupa sayang. aku hanya menyahut dengan jawaban singkat. hmmmm
waktu sudah menunjukan jam dua belas malam artinya berkisar tiga puluh menit kami akan tiba di Yogyakarta. kamu mau makan? gak mas aku gak lapar. apa mau teh biar aku pesankan? gak mas, baiklah.
aah ini aku mau ambil koper mas, emang gak bisa tunggu aku dulu. udah tau tangan kamu itu kaya gitu. nanti makin sakit gimana?? mengomel sambil mengambil barang di kabin. hmmm
aku gak mau kalau kamu bertindak sendiri. kalau tangan kamu sudah di pastikan sembuh, bebas kamu mau lakuin apapun. aku gak akan larang. iya mas iya ya udah turun yuukk. kamu di kasih tau selalu aja ngeles. aku pun tersenyum.
kami sudah berada di taxi, kamu mau di hotel mana? di hotel dekat rumah aja mas. oh yaudah. pak ke alamat ini yah pak, baik mas dan mobil pun melaju tidak butuh waktu lama sampai di Hotel Marton.
mas sudah langsung pulang aja aku sendiri gak apa-apa. gak" mas mau antar sampai masuk. gak usah mas, nanti kemalaman. udah mas langsung pulang aja.
__ADS_1
kamu beneran gak apa-apa? iya mas serius gak apa-apa. yaudah ya aku masuk. OK. hati-hati di jalan ya.
dan aku pun masuk ke dalam lalu check in.
sudah mendapatkan kamar, aku pun beristirahat.
dan di sana Jul pun sudah mengabariku. sayang aku sudah sampai rumah. kamu langsung istirahat yah. read
"aku pun tersenyum".
aku jadi membayangkan bagaimana jadinya kalau sampai sita tau soal hubungan ku dengan Jul aku yakin, sita pasti ngamuk Ha Ha Ha..
...*****...
hallo mas, kamu udah bangun ? aku sudah di lobby nih, aku tunggu yah. Apa ? yaudah aku tunggu di bawah. sambungan telepon terputus "mas Jul ini kebiasaan hobby banget ngabarin dadakan". untungnya aku udah rapih. aku bergegas turun menuju lift. pintu lift terbuka, aku mengedarkan pandanganku, dan dari ujung sana aku sangat mengenal sosok tersebut.
Mas ? kamu pagi-pagi sudah di kesini ada apa ? apa ada masalah dengan perkebunan ? gak ada' Aku emang sengaja jemput kamu, mau ajak kamu sarapan bareng. belum sarapan kan ? belum sih, yaudah ayoo dan kami pun keluar dari Hotel.
kamu mau makan apa? aku mau makan Soup Iga mas
udah lama gak makan makanan yang berkuah. OK disini ada Soup Iga yang enak banget, kami pun tiba di kedai soup Iga Mbah Gendut, aku sangat merindukan Soup Iga, sampai-sampai aku nambah dua mangkuk. sayang kamu itu bener-bener penggila makanan berkuah yah?? tergantung isi dan rasanya juga mas, aku gak serakus itu.
__ADS_1
setelah ini rencana kamu apa sayang?? aku mau ke Rumah sakit Mas, kan hari ini ada janji temu sama dokter Robert. astaga aku lupa sayang sambil mengetuk-ngetuk kening.
sebelum ke rumah sakit, mampir kerumah sita dulu ya mas! OK siap.. dan kami pun keluar dari kedai.