Cinta Villycha Untuk Julian

Cinta Villycha Untuk Julian
CVUJ EPISODE 21


__ADS_3

kang soleh dan Jul kembali ke saung. kami mendapati villy masih saja berkutat dengan berkas.


aa teteh punten, saya pamit dulu..


ku tersenyum, silahkan kang..


Jul duduk di pinggir saung.


sudah selesai berkelilingnya? Ya sudah,.


menurutmu bagaimana ?


apanya?


perkebunan ini, apa masih ada yang harus aku perbaiki ?


sepertinya ini sudah sempurna..


ku lihat mereka sangat menyukai pekerjaan ini.


ternyata banyak juga ya pekerja disini.


iya disini ada tujuh puluh pekerja, khusus untuk di perkebunan ada lima puluh , dan dua puluh nya lagi di bagi untuk sopir, warung, pemancingan dan sortir. bagaimana kalau kita kembali ke rumah. sepertinya sudah mau adzan dzuhur mas.


baiklah.. sini aku bantu.


aah tidak usah mas aku bisa sendiri.


sepertinya aku harus melepas penyanggah ini nanti, sangat kesulitan kalau seperti ini," batinku


kami berjalan arah pulang.. dan para pekerja pun mulai beristirahat,


kami menaikin tangga setapak buatan. dan menyebrang jalan. rumah ku memang tidak jauh dari perkebunan hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai rumah ke perkebunan.


kedua adikku dan ayahku sudah tiba di rumah .


ya mereka berkumpul saat jam istirahat dan jam pulang kerja.


mereka sudah duduk di ruang keluarga. ibu sudah menceritakan kedatangan mas Jul, jadi ketika mereka bertemu, mereka sudah faham. karena keluargaku bukan keluarga yang kepo


(pingin tau urusan orang)


hanya bertanya sebatas hal lumrah,


oh ya kami tidak makan di atas meja makan. kami memang jarang menggunakannya. bagi kami makan sambil berlesehan itu jauh lebih nikmat. kalian bisa membayangkan, rumah kami yang ber warna putih dua lantai, ada halaman teras yang cukup besar yang di tumbuhi rerumputan kecil, beberapa tanaman hias,lampu taman, dan bangku taman semua pernah pernik taman dan rumah mendominasi ke warna putih., dan di samping taman bisa menampung dua mobil.


dan ketika masuk kedalam rumah sisi kanan ada ruang tamu dan beberapa pajangan. di sisi kiri ada tangga yang menjulang tinggi, terlihat seperti hotel bergaya Eropa, ,


"hanya tangganya, Ingat Looohh


*Hanya tangganya* Ha Ha Ha


tanpa penyekat plafon. jadi terlihat jelas bangunan dan se isi rumah.


di ruang tengah, letaknya di lantai dasar terdapat mini bar, dua kamar utama, dan langsung menuju ruang keluarga.


tidak terlalu mewah, tapi aku suka dengan bentuk rumah seperti itu, tanpa penyekat jadi terlihat luas. dan terbuka


selesai kami semua makan. mereka berbincang-bincang dan aku meninggalkan mereka, tidak mau terlalu lama. aku tau pasti ayah, ibu dan ke dua adikku akan selalu mengganggu ku dan memcecar pertanyaan. ada baiknya aku menghindari mereka.


karena keluargaku itu sangat senang kalau kedatangan tamu, akan di jadikan kesempatan mereka mengeroyok masa depanku.


aku tinggal kedalam dulu.. ada yang mau aku selesaikan." tukasku singkat.


dan Jul menoleh kepadaku, menatap heran dengan senyum yang menggantung.


ku buka pintu kamar lalu menutupnya.


tak habis fikir, kenapa mas Jul bisa sampai kesini sih. padahal bisa saja kan dia kirim via ekspedisi. tidak perlu kerumah..


harus bagaimana sekarang, tidak mungkin juga aku mengusirnya. mau alasan apa aku. dengus ku kesal.

__ADS_1


gimana mau menata hati. buat berfikir aja sulit. PR lagi aja. ,"batinku sambil memijat pelipis.


sudahlah, biar saja mas Jul di sini.


toh dia tidak akan bertahan lama, mungkin besok atau lusa sudah pulang.


hari sudah menjelang senja, semua pekerja sudah mulai bersiap pulang ke rumah mereka masing-masing.


aku sudah mendapatkan beberapa laporan yang harus aku selesaikan beberapa hari kedepan. karena tanggal gajian karyawan sudah mulai dekat. dan arya belum semahir itu untuk mengurus semuanya. apa lagi yang berhubungan keuangan. makanya aku tidak bisa melepas begitu saja. jadi kendali dalam finance itu masih aku yang urus.


waktu makan malam sudah berlalu.. selesai makan malam di rumah memang sangat sepi. sudah masuk ke kamar masing-masing.


waktu menunjukan pukul delapan tiga puluh.


aku memutuskan untuk mengerjakan di ruang tamu. aku lagi suntuk di dalam kamar.. sambil mendengar suara kendaraan berlalu lalang. sudah lama juga aku tidak mendapati suasana seperti ini.


aku membuka handel pintu keluar dari dalam kamar. dan saat itu sedang mengenakan daster pastel. dengan rambut yang di gelung asal.


aku melepaskan penyanggah tangan. seperti yang ku bilang tadi. aku kesulitan untuk bergerak. walau aku tau tangan dan punggung ku, masih terasa sakit dan ngilu.


tapi sudahlah dari pada aku kesulitan dan terus merepotkan orang lain, dua puluh menit berlalu.


aku masih berkutat dengan angka-angka dan sejumlah laporan, faktur dll.


mas Jul, turun. dan aku tidak mengetahui kedatangannya. dia menatapku tajam dan datar. aku masih fokus pada pekerjaanku.


ehemm.. mas Jul berdeham sambil duduk di hadapan ku.dan aku menoleh ke arah suara tersebut.


belum tidur."tukasnya


belum, jawabku singkat.


seharian bekerja masih kurang,


aku tak menjawab, dan masih fokus pada layar laptopku. tunggu..


dia mengamati, seperti ada yang kurang.


ketikan ku tiba-tiba terhenti.


oh itu ada di kamar tadi aku lepas..


apaa??? sedikit berteriak


suutttt sambil mengkode jari telunjuk di tengah-bibirku.


kamu ini.


sedikit memelankan volume suaranya. mendekatiku, lalu duduk di sampingku.


mas mau apa.. ? nada sedikit terkejut


di ambilnya laptopku.. dan beberapa berkas yang ada di hadapanku.


kamu duduk diam.


biar aku bantu selesaikan. tapi mas..


ssssttt gak ada tapi-tapi..


kamu diam saja. kalau ada yang tidak aku mengerti, aku akan bertanya padamu.


hela ku hmm baiklah..


tanpa sadar aku memperhatikannya, wajahnya, yang selalu ku lihat dalam mimpi, kini hadir begitu nyata di hadapanku.


aku tidak menyangka bisa sedekat ini dengannya. duduk di tempat yang sama.


tapi tiba-tiba aku tersadar dengan lamunanku..aahh apa sih ini. sudah lah Vi, kau terlalu berharap.. sudah jelas-jelas dia tidak tertarik padamu. sangat jelas Jul sampaikan itu pada Sita.


dan di sisi lain Jul sedari tadi melirik kearahku, dengan tersenyum kecil. dan aku tidak memperhatikannya.

__ADS_1


sepertinya kamu memikirkan sesuatu,. apa ada hal yang mengganggu fikiranmu, hingga pipimu merona seperti tomat. godanya


aahh apa.. masa iya.. aku panik dan melihat layar ponsel ku.


iiisshhh tidak ada apa-apa di wajahku..


kauuu.. suaraku sedikit berteriak tapi menggantung. lalu memalingkan pandanganku.


yasudah aku tinggal ke dapur dulu.


di sisi lain, Jul terkekeh melihat reaksi ku,


sepertinya ini akan jadi hobby baruku, untuk membuatmu kesal.


ku bawakan segelas susu dan Coffee cappuccino.


mas di minum Coffee nya..


oh ya terimakasih.


ada yang bisa aku bantu,"tukasku.


tidak ada. duduklah dengan santai. sebentar lagi selesai. waktu menunjukan pukul sebelas malam.


serius.. dengan refleks aku mendekat dan memperhatikan layar laptop..


what??? secepat itu sudah mau rampung? ,"tukasku terkejut!


aah biasa saja..aku memang cerdas.tidak perlu memujiku


iissh aku bukan memuji, aku sedang bertanya.. !! sambil memiringkan bibirku.


hmmm jawabnya singkat. lima belas menit kemudian


aaahh sudah selesai coba periksa lagi. barangkali ada yang terlewat.


lalu ku hadapkan layar laptop ke arahku..


ku cek satu persatu..


wooowww... keren..


memang aku keren sudah ku bilang tidak perlu memujiku berlebihan seperti itu.


maksud ku, kerjaannya yang keren, bukan kamu yang keren! dengus ku kesal.


ya ya ya.. baiklah terserah kamu aja.


makasih yah mas, sudah bantu aku.


oohh ya...lain kali kalau memang butuh bantuan bisa bilang ke aku. gak perlu memaksakan diri, ngerjain apa-apa sendiri !!


kan bisa minta tolong.


aku tidak mau merepotkan orang lain mas.


tapi sekarang jadi merepotkan diri sendiri bukan??


hmmm baiklah.. terimaksih atas bantuannya.


ya sama-sama.


Vi, ..


ya .. sambil menoleh ke arah Jul.


emm tidak .. bukan apa-apa..


yasudah aku mau ke atas..


baiklah silahkan..

__ADS_1


oh ya.. cepat istirahat.jangan tidur larut malam."


iya mas.. jawabku singkat. dan aku tersenyum kecil, kenapa seperti ini saja sudah membuatku senam jantung.. sambil mengelus dadaku perlahan.


__ADS_2