Cinta Villycha Untuk Julian

Cinta Villycha Untuk Julian
CVUJ EPISODE 14


__ADS_3

ranting dan kayu menimpa tubuhku bersamaan.


aaarrrrgggg erangku memekik,


masih terdengar samar-samar mas Jul berteriak memanggil namaku.


Viiiiii bangun Viii sambil mencoba menyingkirkan ranting di atas tubuhku.


dan setelah itu aku tidak tau lagi apa yang terjadi padaku.


karena aku sudah tidak sadarkan diri.


ketika aku membuka mata aku mengedarkan pandanganku ke setiap sudut.. aahh di mana aku, kepalaku sakit sekali sedikit pusing. dan ketika aku ingin menggerakkan tangan kanan ku, aauuuu pekikku.. tiba-tiba terbuka pintu dari luar, mas Jul masuk dan.. Vi kenapa kamu bangun..


aah itu aku kenapa..


mas Jul membantuku menaikan sedikit posisi tubuhku.


kamu tidak ingat, aku terdiam, berusaha mengingat.


lalu aku aah itu iya.. aku baru ingat.


kamu bodoh banget sih.. kenapa juga harus ngorbanin diri kamu. dengan nada kesalnya.


aku menjawab..aku refleks aja..


iya refleks tapi buat kamu sampai cedera kaya gini.


aku diam dan tak menghiraukan ocehannya.


lama-lama aku sebal dia mengocehiku.


lebih baik dia diam, dari pada seperti ini makin pusing saja kepalaku. "batinku".


mbaaaaa... teriak sita yang tiba-tiba datang lalu memelukku..


aaaauuuuuu pekikku..


eehh mba maaf, aku gak sengaja..


dasar kalian berdua sama-sama ceroboh.


pantas saja akur.. cocok..


lalu kami menatap tajam kepada pria menyebalkan itu.


mba, gak apa-apa kan.. gimana sekarang keadaannya.. udah enakan? serbunya dengan pertanyaan..


iya , iya lihat mba gak apa-apa kan..


mba baik-baik aja kok.


oh iya itu tangannya kok di gantung gitu sih mas tanya pada Jul.


iya ada luka memar dan sedikit retak pada bagian bahu.jadi harus pakai penyanggah.


lalu berapa lama akan pakai penyanggah ini, tanyaku"


aku belum tau dokter belum memeriksa lagi. mungkin sebentar lagi dokter akan datang,


benar saja tak lama suara dari arah pintu terbuka.


selamat pagi Non.. sapanya dokter Robert yang ku perkirakan, usianya mungkin sudah separuh baya. beliau ahli tulang. aku mengetahui namanya dari name tag di seragam putih yang di kenakannya.


bagaimana keadaannya Non


saya baik dok,.. wah bagus kalau gitu.. bagaimana apa ada keluhan?


hanya sedikit pusing dan nyeri pada bagian punggung dan siku dok..

__ADS_1


oh ya itu akibat benturan terhadap benda keras.


lalu bagaimana dok?


berapa lama saya akan sembuh?


nanti saya akan memeriksa non kembali yah, setelah ini kita akan mengadakan pemeriksaan keseluruhan dengan CT Scan ucap dokter Robert.


baiklah kali ini aku pasrah,"batinku.. entah, apa yang akan terjadi dengan sebelah tanganku,


*****


sore ini aku melakukan pemeriksaan keseluruhan di ruang Radiology,


aku yang kini sudah di temani Sita, dan mas Jul tetap saja merasa takut akan hasilnya nanti.


hallo non.. gimana udah siap..


seulas senyum dan anggukan, menandakan aku siap.


lalu aku berbaring di bawah mesin besar yang seperti lorong, ya mesin itu dilengkapi dengan Sinar X dan Ultrasonografy, yang menghasilkan gambar jaringan lunak, pada organ.


aku berusaha relaks, walau sebenarnya sedari tadi kegugupan ku tidak bisa aku tutupi.


beberapa menit kemudian selesai.


OK sudah selesai,


besok pagi akan saya beritahu hasilnya ya.


aku mengangguk.


lalu aku duduk lagi di atas kursi roda. dan suster membawaku kembali ke kamar.


sita memegang lengan kiriku mengusapnya dan aku mendongak ke atas.. tanda aku mengerti.


aku sudah sampai di kamarku, Ta kamu pulang saja sam mas Jul ini sudah malam. besok kamu kuliah kan?


hiiss kenapa?


aku mau temani mba sampai sembuh, nanti kalau mba butuh apa-apa susah gimana..


ada suster kok tinggal pencet bell ini. ku tunjuk bell itu yang berada di sampingku.


mba sudah baikan kok. udah kamu gak usah khawatir. mba gak apa-apa.


nanti aku yang temani. potongnya singkat.


eehh gak usah.. kalian pulang aja, toh aku udah gak apa-apa.


hmmmm jawabnya datar.


aku tau mas Jul tidak ingin berdebat denganku saat ini.


ayooo Ta, mas antar pulang.


sebelum berpamitan,


mba pokoknya kalau ada apa-apa langsung kabarin aku yah..


iya Ta, siap..


lalu sita dan mas Jul berlalu pergi.


aku sedikit meringis merasakan rasa nyeri dan ngilu di siku dan punggung, membuatku kesal, aku tidak bisa berbuat apa-apa, untuk mengambil benda pipih di atas nakas saja aku harus menggeser-geserkan tubuhku beberapa kali. ya karena posisi tangan kananku tersanggah dan tangan kiriku ada infus.. haaahh menyiksa... bagaimana jika aku ingin ke toilet.. dengus ku kesal.


ku lihat pesan dari sita, bahwa dia sudah sampai rumah,


dan aku tersenyum anak itu benar-benar khawatir padaku, kasihan.

__ADS_1


suster masuk dan membawakan makanan untukku. serta obat.


malam..


aku tersenyum


makan dulu yah, setelah itu di minum obatnya. oh iya baik. bisa makan sendiri? apa mau saya bantu? tawarnya"


ah tidak, saya bisa sendiri ,"tukasku"


setelah makan dan minum langsung istirahat tidur ya.


aku mengangguk tanda mengerti.


suster berlalu keluar dan pergi.


waktu menunjukan pukul 10 malam.


sedari tadi, aku kesusahan untuk ambil minum padahal letak nakas dengan ku sangat dekat, tapi aku lemah sekali.


dan rasanya aku sudah mengantuk, lebih baik aku tidur saja.


ketika aku mulai tertidur


dan di sisi lain


tampak sosok pria mengenakan sweater hitam dan celana jeans masuk ke ruangan kamar.


dia menghampiri dan mendekat ke samping bed, melihatku tak berdaya, dan sedikit mengerenyitkan dahi, ketika melihat makanan yang masih utuh dan obat yang tidak di minum.


hmmm , seperti ini ingin sendiri.


lihat makananmu saja masih utuh, bagaimana kamu akan meminum obat.


menatapku dan berbicara sendiri.


tanpa sadar Jul mengusap pucuk rambutku.. lalu Jul duduk di sampingku dan menyadarkan kepala di sebelahku. dan ikut tertidur.


*****pagi harinya*****


aku sudah terbangun lebih dulu.. aku melihat pria yang aku kagumi, kini tanpa jarak, dan dekat denganku. telapak tangannya berada di atas punggung tanganku. sentuhan yang terasa hangat menurutku.


ku pandangi, terlihat tampan, dan teduh sekali wajahnya.


aahh kenapa sih aku ini,"menghayal yang tidak-tidak saja.


lebih baik ku lepas perlahan genggaman tangannya. dari pada nanti dia merasa malu, ketika melihat seperti ini.


sudah berhasil ku lepas, ada baiknya sekarang aku bangunkan saja. seolah-olah aku terkejut ada dia di sampingku.


sedikit ku gerakan tangan kiriku, lalu Jul terbangun.. sambil mengucek-ngucek mata nya.


kamu sudah bangun. tanyanya," padaku.


iya" kok mas ada disini sejak kapan?


dari semalam.


kan sudah aku bilang tidak perlu menemaniku.


kamu dari semalam belum makan? dan tidak meminum obat..


iya.. jawabku singkat.


kenapa tidak bisa bergerak yah? sindrinya sambil menaikan sebelah sudut bibir nya.


ooh itu, memang aku tidak ingin makan. aku tidak suka makanan rumah sakit. elakku.


hmmm gitu ya sambil menaikan satu alisnya.

__ADS_1


Jul berdiri dan beranjak ke toilet, untuk membasuh wajahnya dan berlalu pergi dari ruang kamar.


aku hanya diam dan masa bodoh, dasar pria aneh. dengusku,"


__ADS_2