Cinta Villycha Untuk Julian

Cinta Villycha Untuk Julian
CVUJ EPISODE 28


__ADS_3

mba Vi, akhirnya mba Vi datang juga senang banget aku dengarnya. bapak sama ibu mana ta? bapak ibu sudah berangkat kerja mba. di dalam aja yuk ngobrolnya. kamu berangkat kuliah jam berapa Ta? aku libur satu bulan mba kan habis Ujian, owh sudah selesai ujian nya? iya makanya aku libur panjang, pas banget mba disini jadi aku ada yang nemenin He He He


koper mba mana ? sini biar sita beresin. ada di Hotel Ta, kok ya gak sekalian di bawa sih??


gini loh Ta, rencananya mba mau cari kost-kost'an dekat-dekat sini, loh kok ngekost kenapa? gak apa-apa, mba gak mau merepotkan apa lagi mba di sini kan gak seminggu dua minggu bisa berbulan-bulan Ta. aku gak setuju kalau mba ngekost, mba harus disini sama aku. ibu bapak juga gak keberatan kok. malah ibu nyuruh mba disini aja. pokoknya titik aku gak mau tau mba harus disini sama aku.


sita mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


nih mba ibu mau ngomong sama mba, Hallo bu Villy mendengarkan dengan seksama, baiklah bu terimakasih. sambungan telepon terputus, kamu tuh ya kebiasaan Ngadu, biarin aku pun geleng-geleng melihat tingkah laku Sita.


yaudah tapi nanti sore mba baru check out nya. gak masalah, aku hanya berdua dengan sita Jul tidak ikut kerumah sita karena harus ke kantor.


mba gimana?? gimana maksudnya apanya? Mas Jul, kenapa sama mas Jul? iih mba ini gak ngerti. kamu gak cerita mana Mba Ngerti !! oh iya juga sih Ya..


selama mas Jul disana apa mas Jul bikin kesel mba?? gak kok Ta, mas Jul mu itu ngebantu mba apa lagi soal kerjaan. syukurlah kalau gitu, aku agak khawatir. tadinya aku fikir mba disana sama mas Jul pasti berantem, ternyata aku salah. lagian ada masalah apa mba bisa sampai berantem, toh kami baik-baik aja kok Ta. masa udah Sebesar ini kami masih berantem, ada-ada aja kamu itu Ha Ha Ha...


tin tin Klakson mobil terdengar dari luar, Oh Ya ta nanti mba kesini lagi, mba mau ke Rumah Sakit dulu yah.. mau ngecek tangan. iya mba hati-hati dijalan yah.. mba sama mas Jul?? iya Ta ooww yaudah kalau gitu. bye Ta aku pun berpamitan'.

__ADS_1


scedule kamu hari ini hanya check up ke Rumah Sakit kan?? iya mas, kenapa? gak apa-apa, cuma tanya aja. berarti hari ini jadi cari kost-kost'an ?


kayanya enggak deh mas!! loh kenapa?? soalnya tadi sita merajuk untuk aku tinggal di rumahnya lagi!! terus ibu nya juga bicara sama aku tadi. yaudah mereka memaksa mau gimana lagi. yaudah gak apa-apa.


kami sudah sampai di Rumah Sakit, atur scedule dengan dokter Robert. dan melewati serangkaian pemeriksaan. bagaimana dok ?? syukurlah tidak ada yang perlu di khawatirkan, Gips nya sudah bisa di lepas hari ini. syukurlah terimakasih dok, tapi dok apa itu tidak akan bermasalah dengan tulangnya ? tukas Jul


tentu tidak, dapat di pastikan ini aman. baiklah dok


tetap untuk satu bulan ini jangan di pergunakan angkat beban berlebih, baik dok . terimakasih sudah merawat saya dengan baik dan mau di repotkan dengan berbagai keluhan saya konsultasi ke dokter. gak masalah itu sudah kewajiban saya. dan kami pun tersenyum. dan keluar dari ruang dokter.


ketika kami sampai di sana ternyata ada teman-teman Jul yang sudah lebih dulu berada di Cafe. hallo Vi apa kabar akhirnya kita ketemu lagi ya, aah iya dan kami pun bersalaman. perkenalkan ini aryo suaminya Yuan, ini Hendri dan ini Riris, Hallo dan kami pun saling berjabat tangan.


Mas aku sudah pesan kesukaan mas Jul Loh coffe latte cappuccino, Oh Ya?? woow makasih Ris, dan aku hanya tersenyum. tadi kata Jul kalian habis dari Rumah Sakit ya? Iya Aku habis lepas Gips Mas Aryo. kami berbincang-bincang ringan. dan pesanan kami pun sudah tiba. kami saling menikmati Kopi yang kami pesan. aku melihat ada sisa Cream Kopi di sudut bibir Jul, ketika aku ingin memberi tahu, tiba-tiba saja Riris Mengambil Tisu dan mengarahkan ke bibir Jul. dan berpindah duduk di samping Jul.


aku tersenyum dan yang Lain seketika terdiam dan merasa canggung. mungkin tidak enak dengan pemandangan tadi. dan Jul pun melirik ke arahku. eeh sudah tidak apa-apa Ris aku bisa sendiri. tapi Riris tidak menghiraukan perkataan Jul. selama kami duduk di Cafe itu Riris terus saja seperti bermanfaat dengan Jul.


aku sebagai wanita mengetahui betul sikap yang Riris tunjukkan pada kami menandakan kalau Jul itu miliknya. seolah memberi tau. tapi aku berusaha berfikir positif. mungkin Mereka sudah seperti kakak adik jadi sikapnya seperti itu.

__ADS_1


aku sedikit tidak memperdulikan sikap Riris kepada Jul dengan caranya menggenggam tangan Jul, menatap Jul, tersenyum, bahkan mereka terlihat seperti orang pacaran. aku lebih fokus untuk berbincang-bincang dengan teman-temannya yang Lain.


kami semua menyudahi obrolan, dan pulang bersama. Ketika Jul masuk kedalam mobil tiba-tiba Riris menyerobot masuk ke kursi depan. aku sedikit kaget, dan memundurkan tubuhku.


Loh Ris kamu gak pulang bareng Hendri? kan ada kamu mas, untuk apa aku sama mas Hendri. dan aku hanya tersenyum. yaudah Vi kamu. ucapan Jul terjeda, lalu "Riris menimpali". kamu pesan taxi Online kan yah Vi? aahh Iya Ris ini lagi order. Tapi Ris !!


udah Mas antar Riris aja. aku sudah pesan taxi online kok. sebentar lagi sampai. kamu gak apa-apa ? dan aku menggangguk. Iya gak apa-apa. mereka pun berlalu pergi. dan tidak lama Ojek online ku tiba. aku tidak jadi naik taxi dan memesan Ojek Online.


ketika di lampu merah Jul melihatku menaiki Ojek, aku berada di depannya. Jul seketika Kesal, dan Riris melihat itu, Kami kenapa si mas dari tadi kelihatannya kesal banget. dengan sedikit Masam Jul menjawab tidak apa-apa.


aku sudah sampai di Hotel merapihkan beberapa barang bawaanku, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar. ĺalu aku membuka nya. Mas kok disini. kenapa ?? apa aku gak boleh menemui Kekasih ku sendiri. Gak gitu mas' kamu sudah antar Riris ? kalau belum gak mungkin aku ada disini kan sayang.


kamu bilang pesan taxi Online, kok tadi aku lihat kamu malah naik Ojek Online?? kok mas tau? Ojek kamu itu tadi ada di depan mobil aku, jadi aku tau Lah.


oh gitu. aku duduk di sisi Ranjang sambil membereskan pakaian ke dalam koper. Jul mendekati lalu menggenggam tanganku. maafkan aku sayang, harusnya tadi aku mengatakan pada mereka bahwa kita sudah memiliki hubungan. tidak masalah mas, itu bukan hal yang serius, tidak perlu banyak orang yang tau. cukup kita saja gak masalah.


dan Jul pun memajukan bibirnya lalu mencium keningku. terimakasih sayang. aku janji kejadian ini tidak akan terulang lagi. Iya mas, yaudah aku antar le rumah Sita.. dan kami pun pergi meninggalkan Hotel.

__ADS_1


__ADS_2