
Bu, besok Jul akan berangkat ke Surabaya dan Jul pun sudah membeli tiket kereta, apa tidak sebaiknya menunggu sampai akhir tahun?
tidak bu, sudah terlalu lama Jul membiarkan Villy sendiri di sana, Jul tidak ingin melewatkan waktu baik, dan mengsia-siakan waktu. kalau begitu pergilah, bawa kembali Villy pertemukan Villy pada ibu, ibu sangat merindukannya.
Pasti bu. Jul akan membawa kembali calon menantu Ibu "sambil mengerlingkan mata" kamu ini mas, selalu menggoda ibu. dan mereka pun tertawa bahagia, baiklah bu Jul akan bersiap-siap dan menyelesaikan pekerjaan Jul dari rumah. ya.. ya lanjutkan. Jul pun mengangguk. dan ibu pun meninggalkan Jul sendiri di dalam kamar.
di seberang sana Fandie sudah menunggu Villy di depan area parkir Vill Farms, Villy keluar dari area perkebunan dan melihat Fandie yang sudah menunggunya di dalam mobil. Fandie tau betul kalau Villy tidak akan menolak apa lagi sampai mengusirnya. Fandie pun keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu mobil untuk Villy. Villy pun menerima dan masuk kedalam mobil.
ada apa lagi, bukankah jam pulang kantor masih lama?
aku sengaja menjemput kamu sebelum jam pulang kerja. aku ingin bicara banyak sama kamu.
baiklah apa yang ingin mas bicarakan, tidak disini ya, aku ingin kita lebih leluasa untuk bicara. terserah Mas Fandie saja. dan mereka pun saling diam.
beberapa menit kemudian Fandie pun memasuki parkirkan di sebuah restoran yang sudah di reservasi. mereka pun keluar dari dalam mobil. lalu memasuki sebuah restoran, selamat sore pak Fandie tempatnya sudah kami persiapkan. mari kami antar. Fandie dan Villy pun mengikuti pelayan tersebut menuju ruangan Private Room, yang biasa di gunakan untuk acara tertentu. yang sekelas VVIP.
silahkan pak bu, Villy dan Fandie pun tersenyum ramah kepada pelayan tersebut.
__ADS_1
kenapa harus di sini. kan di luar bisa? aku kan sudah bilang sama kamu, kalau aku ingin kita bisa lebih leluasa untuk bicara. baiklah sekarang apa yang ingin mas bicarakan sama saya? jangan terburu-buru aku ingin kita menikmati semua hidangan ini, "hmmm OK "
mereka pun sudah menyelesaikan ritual makannya. baiklah mas sekarang coba bicarakan apa yang ingin mas bicarakan sama saya? tatapan Fandie pun seketika berubah menjadi lebih serius.
yang pertama aku ingin meminta maaf atas kejadian tadi pagi. aku tau aku sudah berbicara kasar sama kamu Vi, tapi sungguh apa yang aku ucapkan itu tidak tertuju untuk kamu. tapi untuk orang yang saat itu berada di belakang kamu. aku tidak akan pernah sedikit pun berani berkata kasar apa lagi dengan seseorang yang aku cintai.
apa maksud kamu mas? Fandie pun meraih tangan Villy lalu menggenggam nya dan mereka pun saling bertatapan, aku mencintaimu, Villy pun terkejut dengan apa yang sudah Fandie ucapkan tadi. sebelumnya Villy pun sudah menduga cepat atau lambat ia akan mendengar kata-kara itu dari bibir Fandie. dengan sikap yang selalu Fandie tunjukkan kepada nya. Villy pun tau bahwa Fandie memang menyukainya. tapi bukan berarti Villy memberikan sebuah harapan untuk Fandie.
Villy pun melepaskan genggaman tangan Fandie, mas " Fandie pun mengarahkan jari telunjuknya ke bibir Villy, aku tau kamu ingin bicara kalau kita baru saja saling mengenalkan. dan menurut aku tiga bulan itu sudah lebih dari perkenalan Villy.
bukan seperti itu mas, hanya saja "perkataan Villy pun kembali terjeda". lupakan Vi' tujuanku hanya ingin mengutarakan isi hatiku, jika kamu masih blm siap untuk menerima aku itu bukan masalah. aku hanya ingin kamu tau, kalau aku akan selalu ada untuk kamu.
Cincin Berlian? ia" ini untuk kamu ! Villy pun menyerahkan kembali kotak kecil tersebut kepada Fandie. kenapa ? maaf mas saya tidak bisa menerima ini. ini terlalu mahal dan saya tidak pantas untuk menerimanya. karena kamu istimewa, Cincin ini tidak akan terlihat istimewa jika di pakai kepada seseorang yang tidak tepat. bahkan kamu lebih istimewa dari cincin ini. itu hanya sebuah simbol. tetap saja mas, saya tidak bisa menerima cincin ini. biarkan kelak cincin ini akan menemukan jari tuannya sendiri. kepada siapa ia akan menyematkan nya. kalau memang kita berjodoh saya yakin cincin itu akan tersemat di jari manis saya.dan Fandie pun mengangguk dengan faham.
mari kita pulang mas, ini sudah menjelang maghrib" ayoo kalau begitu kita segera pergi dari sini. dan mereka pun keluar dari ruangan private room lalu menuju ke area parkir. Fandie sudah melajukan mobilnya dan menuju Kost'an Villy.
setengah jam kemudian mereka sampai di Kost'an Villy
__ADS_1
Ketika Fandie ikut turun dari dalam mobil seketika Hujan pun turun dengan sangat deras dan angin yang sangat kencang. ya ampun Hujan, ayoo mas masuk hujannya sangat deras dan angin kencang juga, tidak baik kalau di cuaca seperti ini mas memaksakan pulang. lebih baik saya buatkan teh hangat dulu yah. Fandie pun tersenyum dan mengangguk.
ini keringkan tubuh mas Fandie dengan handuk sebentar lagi saya buatkan teh hangat. Villy pun berlalu pergi.
ini teh nya mas silahkan di minum mumpung masih hangat. terimakasih tukas Fandie, dan merekapun duduk bersama sambil menikmati teh hangat. saat ini Villy mengenakan dress berbahan turleneck berwarna hijau mint. maaf merepotkan untuk kesekian kalinya mas. Hei" kenapa berbicara seperti itu, baru saja tadi di restoran aku bilang sama kamu kalau aku akan selalu ada untuk kamu. Villy pun tersenyum lalu diam.
sebentar saya lupa menyalakan lampu. dan Villy pun mencoba memencet saklar tersebut namun tidak berfungsi. kenapa tidak nyala, apa mungkin rusak? ada apa Vi? ini mas sepertinya saklar nya rusak! atau mungkin saja mati lampu? "tukas Fandie" oh iya sepertinya begitu mas. hemm benar saja tidak jalan Kilo meter box nya. nah kan mati lampu.
haduh mana baterai handphone ku lowbat lagi.
sabaaarrrr ini godaan eeh cobaan hahahah mas Fandie menyebalkan. yasudah sebentar saya cari lilin dulu. apa kamu yakin bisa menemukan lilin kalau tanpa cahaya sama sekali? kalau gitu saya pinjam handphone nya boleh atau mas bantu saya carikan lilin gimana?
aku bantu carikan. yookk dimana kamu simpan?
sepertinya ada di laci dalam kamar mas. yasudah ayoo.. dan merekapun memasuki kamar Fandie pun membantu mencarikan lilin tersebut dan tiba-tiba ketika Villy berjalan mundur tubuh Fandie dan Villy pun bersentuhan dan tak sengaja terjatuh di atas ranjang tubuh Villy berada di bawah tubuh Fandie degup jantung mereka saling bersahutan dan nafas mereka saling beradu. wajah mereka sudah tidak berjarak. sesaat mereka terhanyut ketika bibir mereka saling bertemu, namun Villy pun cepat tersadar dan mengalihkan sesuatu. mas lilin sudah ketemu. dan Fandie pun tersenyum lalu bangun dari atas tubuh Villy. sebentar aku cari korek dulu nanti Mas Fandie nyalakan yah karena saya tidak bisa menyelakan korek.
apa?? kamu serius tidak bisa menyalakan korek? iya mas saya itu fobia korek dan rokok "Entah".
__ADS_1
bagus kalau seperti itu berarti kamu tidak pernah sedikit pun menyentuh rokok! mungkin tidak akan pernah.