
aku melihat-lihat perkebunan dan duduk di tepian saung hari ini tidak ada laporan apapun karena memang semua sudah di tangani oleh Jul, dan di seberang sana ada dua mata memandangi dari kejauhan, dia melihatku berada disini dan menghampiri ku. Ya dia adalah Jul,
Vi, kok kamu ada di sini gak istirahat?
lalu aku membalasnya. Loh kan mas Jul sendiri yang bilang kalau penyakit itu jangan di manja. makanya aku kesini.
dan seolah Jul tidak puas dengan jawabanku , Jul pun tampak kesal. dan berubah menjadi wajah yang datar.
oh begitu, syukurlah kalau kamu faham. jadi tidak perlu menyusahkan orang lain lagi. kamu harus lebih bisa mandiri lagi.
Ya mas aku faham kok. dan kami pun tidak melanjutkan obrolan apapun lagi.
Jul pun berlalu pergi.
aku heran, apa sebenci itu mas Jul sama aku, padahal aku tidak pernah berbicara yang menyiggung sama sekali. toh kami pun berbicara hanya sebatas pekerjaan aja gak lebih. kalau pun ada obrolan yang di luar pekerjaan, itu masih bahasan umum kok. bahkan aku sering kali menghindar. "batinku".
sudah lah, itu urusannya dia. aku gak mau berfikir aneh, anggap saja memang sifatnya sudah begitu.
dan di tempat lain Jul merutuki kebodohannya, Jul kesal dengan ucapannya sendiri. dan di sisi lain pun Jul kesal dengan jawaban yang iya terima dari ku.
kenapa sih aku ini, bagus dong kalau dia itu gak nyusahin orang lain. tandanya dia gak akan ngerepotin aku lagi. sambil menggerutu hampir tak terdengar.
baiklah lebih baik aku cari makan siang, aku lapar dari pagi hanya sarapan bubur kacang ijo.
dan aku pun pergi dari perkebunan itu.
aku berjalan perlahan karena agak sedikit licin jalanan nya, habis di guyur hujan pagi tadi.
sedikit tertatih, karena topanganku hanya dengan satu tangan.
Jul melihatku dan menghampiri ayoo naik. dan aku tersenyum terimakasih mas aku jalan kaki aja. aku mau ke arah sana soalnya.
Ya," biar aku antar sampai sana.
kayanya gak Perlu mas, aku lagi pingin berjalan kaki.
ini panas loh siang-siang.
gak mas, terimakasih aku jalan aja
__ADS_1
mas silahkan duluan. baiklah kalau begitu. kamu keras kepala sekali. dan Jul pun pergi meninggalkan aku.
aku berjalan kurang lebih lima belas menit, dan di tempat lain Jul pun melihat dari kejauhan.
kamu itu bener-bener keras kepala ternyata," sambil bergumam kecil.
aku menyekah keringat yang sudah mulai bercucuran. tampaknya dua minggu aku berdiam diri, membuatku terasa lelah. ada baiknya memang aku harus beraktifitas seperti biasa agar kembali fit seperti dulu.
aku sudah sampai aku duduk dan langsung memesan makanan. dan tiba-tiba Jul pun berada di hadapanku.
mas Jul ada di sini juga?
ya, aku juga memang mau kearah sini. tadi kamu aku ajak bareng gak mau!
ya mas biar terlatih lagi. biar gak manja penyakit nya. dan kami pun makan bersama. hanya obrolan soal pekerjaan yang kami bahas. aku pun sudah selesai makan.
yaudah setelah ini kita pulang bareng. kalau jalan kaki lumayan cukup jauh dari rumah.
aku kayaknya pulang mau jalan kaki lagi mas. mas duluan aja.
Hei, aku itu mau pulang kerumah apa salahnya kalau kita pulang bareng?
dan Jul pun terdiam tanpa sepatah kata pun.
yaudah mas kalau gitu aku duluan yah. permisi.
dan aku pergi meninggalkan Jul. aku berjalan perlahan. aku tidak mau menunjukan rasa sakit dan lelahku.
walaupun aku merasa sakit dengan ucapannya kemarin. aku pun tidak mau seperti ini. dan ini semua karena manusiawi dan kemanusiaan. jadi gak perlu aku sesalin juga. toh dia juga gak meminta aku buat tolong dia. wajar juga sih. aku pun masih berusaha berfikir positif. tentang apa yang sudah terjadi.
meski perutku terasa keram, mungkin karena habis makan di tambah aku berjalan kaki.
Jul pun berada di belakangku dengan motornya. mungkin Jul melihat ada sesuatu yang terjadi padaku. karena tubuhku mulai sedikit goyah dan Jul pun langsung bergegas menghampiri ku. kamu gak apa-apa?? sedikit berteriak.
lalu aku tersenyum tampak pucat, kamu pucat sekali. ayo ikut aku kali ini jangan menolak.
lalu aku pun dengan terpaksa menerima tawarannya. posisiku sangat tidak menguntungkan kali ini. dan lagi-lagi, harus merepotkan orang di sekeliling ku.
oh iya memang kamu dari mana sampai bawa tas? tumben banget kan kamu ke perkebunan bawa tas ?
__ADS_1
oh itu aku.. habis dari Rumah Sakit. habis chek up kamu hari ini ada jadwal chek up?
iya mas," kok kamu gak bilang?? kan bisa aku antar td. hanya chek up kok bukan masalah yang berarti.
tapi setidaknya aku tqu perkembangan cedera kamu seperti apa. karena kalau kamu sakit dan gak sembuh-sembuh aku merasa hutang budi sama kamu ngerti!!!
Haaahhh??? apa ???
kok kaget! kan emang itu kenyataannya, tenang mas kamu gak perlu merasa hutang budi sama aku toh aku juga menolong dari sisi kemanusiaan gak lebih.
kami sudah sampai rumah sita., makasih mas udah mau selalu di repotkan sam aku.
Ya gak masalah toh setelah kamu sembuh pun kamu sudah tidak akan merepotkan aku lagi kan?
ya tentu mas terimakasih.
aku membuka handle pintu. dan masuk kedalam rumah.
aku masih berfikir jernih baiklah kita lihat besok apa kata dokter, jika hasilnya baik dan ada perkembangan mungkin ada baiknya aku pulang dulu ke Bogor. Ya mungkin itu jauh lebih baik ," gumamku.
sita pun sudah pulang dari kampus.
mba... Ya ta? mba aku mau ada acara sama teman kampusku mba gak apa-apa kan kalau aku tinggal sendiri dulu?
tapi kamu pulang jangan malam-malam loh Ta!
enggak kok mba, paling jam sembilan aku sudah sampai rumah kok!
oh ok.
jam sudah menunjukan pukul delapan malam. aku tidur lebih awal setelah meminum obat, aku mengantuk.
dan di tempat lain Jul menaik turunkan dahinya dengan jari tangan sambil memijat-mijat. sambil berbaring di tas ranjang.
harusnya aku tuh seneng gak di repotkan lagi sama Villy. dan memang ada baiknya Villy tuh belajar sendiri dan gak lebay sama cederanya. Villy itu selalu saja menyusahkan aku.
padahal Villy gak pernah nyusahin aku, apa lagi sampai meminta bantuan. apa aku terlalu egois berbicara seperti itu sama Villy.
kenapa juga aku pikirin, lagi juga aku gak pernah minta dia buat nolong aku.
__ADS_1