Cinta Villycha Untuk Julian

Cinta Villycha Untuk Julian
CVUJ EPISODE 13


__ADS_3

***keesokan paginya***


matahari mulai terbit waktu menunjukan pukul tujuh lima belas menit.


aku sudah menyelesaikan ritual mandi, sudah mengenakan pakaian yang sedikit formal, celana bahan putih dan baju satin berwarna navy berlengan panjang gelembung balon. dan juga sudah memoles sedikit riasan.kebetulan aku hari ini ada janji dengan salah satu perusahaan, yang mensuplay ke butuhan tanaman. perusahaan ini yang mensuplay kebutuhan pokok di Bogor juga.


PT S.A.H FARM.


terletak tidak jauh dari tempat yang ku tinggali sekarang. hanya butuh waktu dua puluh menit untuk sampai sana.


tapi karena aku sudah ada janji dengan pak Handoko, pagi ini jadi kuputuskan, bertemu pak Handoko untuk menyelesaikan dokumen-dokumen yang aku butuhkan.


sebenarnya hari ini aku ingin mengajak sita untuk menemaniku ke rumah pak handoko. tapi aku berubah fikiran, untuk tidak mengajak sita ikut denganku.


jadi aku tinggalkan sita di rumah sendiri.


dan sebelum pergi pun aku sudah membuatkan sarapan roti sandwich dan telur mata sapi. aku menutup pintu, lalu pergi. berjalan menuju rumah pak handoko.


ketokan pintu beberapa kali.. tok..tok..tok..


tak lama muncul dari balik pintu dan membukanya.


salam.. jawabnya kembali.


mba Villy..


aah iya pak, maaf pagi-pagi mengganggu.


tidak apa-apa mba, mari masuk.


lalu aku masuk kedalam rumah dan bertanya soal kelengkapan dokumen.


kebetulan sudah jadi mba, sebentar saya ambilkan. lalu di ambilkan lah, dokumen tersebut.


ini mba pak Handoko menghampiriku.


ku buka map itu dan ku baca dengan seksama


ok pak, ini sudah cukup dan sudah beres yah pak.. uang saya transfer langsung ke bapak sekarang. aku cari no rekening yang sudah aku save sebelumnya. dan pak sudah yah.. terimakasih mba. sama-sama pak.. oh iya mba vi mau minum apa? tawarnya... sampai lupa saya untuk buatkan minuman.


ooh tidak usah pak, terimakasih. lain kali saja. karena hari ini saya sudah ada janji dengan seseorang.


saya pamit yah pak, baik mba hati-hati di jalan. dan aku pun berlalu pergi.


aku pergi menggunakan taxi online..


beberapa menit kemudian aku sudah sampai di lokasi.


selamat pagi bu, ada yang bisa kami bantu.. seperti tatapan keķaguman.


mungkin aku terlihat sangat menawan pagi ini. "batinku"

__ADS_1


sambil terkekeh dalam hati. geli rasanya memuji diri sendiri hahaha.


oh iya pagi. saya mau bertemu dengan ibu fransiska. apa sebelumnya sudah ada janji bu..


ooh sudah..


maaf dengan ibu siapa..


Villycha.


oh baik tunggu sebentar yah bu, dengan seulas senyum.


mari bu saya antar. silahkan.


kami naik kelantai dua, menuju ruangan ibu fransiska.


tok tok tok..


masuk..jawaban dari dalam ruangan itu.


resepsionis itu membukakan pintu.


pagi bu siska..


pagi bu Villy


ya ampun saya fikir bu Villy itu mengabari saya, untuk pertemuan besok.? ujarnya. dan


aku pun tersenyum.


saya sudah di sini dari tiga hari yang lalu bu.


oh ya ampun.. bu Villy tau gitu kita ketemu di luar saja.


aah tidak apa-apa kok bu. santai aja.


oh iya bagaimana untuk pesanan saya.. kira-kira minggu depan bisa? "tanya ku memastikan pasti" sambil duduk di bangku yang saling berhadapan.


bisa kok bu.. mau di samakan dengan yang di Bogor juga gak?


oohh jangan kurangi 20% saja.


oh gitu ok..


oh iya terus yang akan jadi partner saya disini siapa ?


oh itu langsung QC Manager yang akan membantu bu Villy.. oh gitu syukurlah jadi langsung dengan ahlinya yah bu?


betul sekali..


dan kebetulan letak lokasi perkebunan ibu dengan rumah beliau sangat dekat jadi bisa memantau setiap saat.

__ADS_1


ohh baik lah.. jadi besok sudah bisa bantu saya ya?


iya bu bisa..


oh iya sebentar, akan saya perkenalkan ibu dengan QC Manager kami.


hallo pak bisa keruangan saya?


panggilan telepon selesai.


tok tok tok..


silahkan masuk pak..


nah bu perkenalkan ini pak Julian. pak Perkenalkan ini bu Villy.. kami ber dua terkejut dan bertemu pandang..


loh.. mas Jul.. loh kamu..


wah sudah saling kenal ya..


jadi tidak perlu perkenalan lagi yah bu..


jadi pak Julian ini adalah QC Manager di perusahaan kami.


oh gitu..


pak seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bapak akan jadi partner bu Villy besok. siap kan pak..? owh masih sedikit terkejut, OK jawabnya singkat.


baik kalau gitu nanti saya siapkan semua kebutuhan bu Villy ya..


ok... kalau gitu saya pamit yah bu siska, pak Jul. aku berpamitan dan di akhiri dengan jabatan tangan.


sudah dua bulan berlalu, semenjak kesepakatan kontrak kerja sama kami deal.


aku dan mas Jul memang selalu bertemu. hanya saja, kami hanya bertemu untuk membahas pekerjaan, tidak ada yang spesial.


dan memang kami akui, untuk kali ini. kami sangat cocok dan nyambung dalam segala hal. yang pasti berhubungan dengan pekerjaan.


sudah banyak kemajuan dari perkebunanku, bulan depan sepertinya sudah bisa di panen.


tidak terlalu sulit untuk pekerjaanku kali ini. tidak terlalu banyak membuang waktu. semua pekerja, yang dulunya bekerja dengan pak Handoko, aku yang ambil alih. jadi aku tidak perlu banyak mengajari. pasalnya mereka sudah cukup faham untuk berkebun.


ketika hari sudah menjelang sore, langit pun sudah mulai mengeluarkan butir-butir air.


angin sangat kencang sore ini. entah kenapa padahal sedari pagi hingga siang tadi, cuaca cukup cerah dan bersahabat.


ketika aku ingin meninggalkan perkebunan di depanku ternyata ada sesosok pria yang aku kenal, yang tak lain adalah mas Jul. memang hanya ada satu jalan diperkebunan ini. hanya saja para pekerja sudah lebih dulu pulang kerumah mereka.


aku berjalan di belakang mas Jul, aku tidak berani menyapanya, karena walau aku adalah partner kerjanya, aku masih begitu canggung.


tepatnya" semenjak Perkataan sita padaku waktu itu. Dan aku masih mengingat jelas. dari itu aku lebih memilih menjaga jarak. mas Jul berlari-lari kecil begitu juga dengan ku., sambil aku menutupi kepala ku dengan kedua tangan di atas kepala. karena di sepanjang jalan kami memang ada beberapa gubuk yang biasa di gunakan untuk peristirahatan, para pekerja. sedang angin pun sangat lah kencang saat itu..

__ADS_1


tiba-tiba dari samping ku lihat ada kayu dan ranting yang sudah menggelayut. dan sepertinya akan terjatuh bisa Menimpa kepala atau tubuh orang yang berjalan di hadapnya.


ketika kulihat dengan sedikit mengedip-ngedipkan mata karena butir hujan.. aku refleks berlari dan mendorong mas Jul ke arah depan, mungkin dorongan ku sangat kencang. hingga mas Jul tersungkur ke rumput.. dan tiba-tiba *****Brrruuuuggggg*****


__ADS_2