
FLASHBACK ON
dulu pertama kali aku bertemu dengannya ketika ada acara di rumah sepupuku. kebetulan sepupuku itu baru saja melangsungkan pernikahan.. jadi ada beberapa sahabat, dan teman sepupuku yang tidak bisa hadir di acara resepsi kemarin, mereka datang kerumah.
dan di situ aku melihat seorang pria, entah sejak kapan aku mulai menyukainya. jantungku berdebar, setiap kali bertemu dengannya.. iya pria itu adalah mas Jul,
beberapa kali kami bertemu, ketika aku sedang bersama sepupuku.
entah di resto, atau di mall...
aku tidak pernah menunjukan sikap apapun, karena aku tidak cukup berani untuk berbicara banyak hal, maupun lebih..
aku lebih menikmati, untuk memandanginya saja.. karena menurutku itu sudah lebih dari cukup..
aku bertemu ketika aku masih duduk di bangku kuliah, saat itu si memang aku tidak pernah memperhatikan penampilan. aku terlalu cuek dengan penampilanku..
lalu seiring berjalannya waktu.. aku tidak pernah bertemu lagi dengan mas Jul, aku berfikir...aahh, mungkin aku hanya merasakan kekaguman saja padanya.. batinku..
tiba-tiba ketika aku membuka salah satu medsos ku. aku melihat wajah yang aku kenal dan aku rindukan.. iya tepat sekali pria itu adalah mas Jul..
awalnya aku hanya memandangi profilnya saja.. terus selama beberapa minggu..
dan entah dorongan dari mana aku memberanikan diri untuk follow akunnya..
tidak butuh waktu lama, benda pipihku mengeluarkan notif..
"anda dan pengguna ini sekarang berteman"
apaaa??, aku terkejut.. dengan kegirangan dan merasa senang, seperti habis menang lotre..
tidak sering aku berkomentar di medsosnya.. hanya sesekali saja.
dan mas Jul pun begitu..
__ADS_1
tidak terfikir oleh kami untuk bertukar nomer seluler. aku dan dia hanya berkomunikasi via medsos saja. gak lebih.
entah.. perasaan ini semakin menjadi-jadi..
satu tahun berlalu.. perasaan ini tetap sama tidak ada yang berubah, dua tahun berlalu pun tetap sama hingga 4 tahun perasan ini pun tetap sama hingga sekarang.
************FLASHBACK OFF***********
aku masih menangis dan bersandar di tepi kasur.
"Batinku"
apa aku harus berhenti sampai di sini, berusaha untuk melepaskan semua perasaanku, menghilangkan semua perasaan, di hatiku. yang sudah ku pendam selama empat tahun ini.
sepertinya aku harus menghilangkan semuanya. kamu benar mas, aku memang bukan wanita yang pantas untuk kamu, aku sadar siapa aku. aku harus menghilangkan perasaan ini walau hatiku kelu...
ku usap cairan bening di pipiku, lalu ku bangun dan berusaha bersikap normal.. di takutkan, kalau tiba-tiba sita masuk, dan melihat aku sedang menangis itu kan "kebodohan dan kekonyolan"
tak lama sita pulang.. dan membuka pintu kamar..
mba Vi..
sambil mengedarkan ke penjuru ruangan..
mba Vi kemana yah.. kok gak ada.
mbaaa... mba vi..
iya ta.. sebentar mba lagi di kamar mandi nih.. habis cuci muka..
aku keluar dan meraih handuk di gantungan..
mba.. malam ini mau kemana.. tanya..
__ADS_1
mba belum tau Ta...
nanti kita fikirkan yah..
sekarang mba mau buka laptop dulu ada kerjaan yang harus mba selesaikan..
mau aku bantu..??
aahh gak usah .. kamu kalau mau tidur, duluan aja..
mba masih banyak kerjaan..
ku buka email dan beberapa pesan dari pelangganku...
uugghh sehari gak di buka aja udah numpuk begini... ku buka satu per satu..email yang masuk setelah itu beberapa pesan...
syukurlah untungnya tidak ada masalah di sana.. sedikit tenang dan lega..
akhirnya selesai juga.. sambil mengangkat tangan ke atas. dan ke samping, untung merenggangkan otot-otot yang sangat kaku...
ya ampun gak kerasa.. waktu menunjukkan pukul lima sore..
ta... ta... ta.. sambil ku goyang kan tubuhnya..
iya mba eeemmmhhh
iisss kamu ini kebiasaan kalau bangun tidur nguapnya gede.. ngulet lagi...
gak da anggun-anggunnya banget si, jadi perempuan...
ihhh mba sirik aja, namanya juga orang baru bangun tidur..
hmmmm jawabku "MALAS"...
__ADS_1