
seorang pria turun dari dalam mobil, Ya" itu Fandie. Villy sapa Fandie, Villy sedang mengunci pintu dan ingin berangkat ke Farms, Mas Fandie? sepagi ini, ada apa pagi-pagi datang kesini? aku ingin ajak kamu sarapan bareng, Loh memangnya mas Fandie tidak berangkat kekantor? aku masuk agak siang hari ini, ooh gitu baiklah. dan Villy pun masuk kedalam mobil, kamu mau sarapan apa? Villy pun menjawab, terserah Mas Fandie aja. Fandie pun mengangguk tersenyum. tidak lama Villy dan Fandie pun sampai di angkringan. dan keluar dari dalam mobil berjalan menuju restoran sederhana tersebut.
apa kamu suka tempatnya? Tentu mas saya suka, saya fikir saya akan makan di restoran mahal.
Fandie pun mengerutkan dahi, apa kita pindah saja? ooh tidak mas, saya bukan begitu mas maksudnya saya, mas Fandie itu tidak akan bisa untuk makan di restoran biasa, atau lebih tepatnya seperti angkringan.
kenapa kamu berfikir seperti itu ? karena saya melihat dari penampilan mas Fandie yang terbiasa hidup dengan kemewahan. kamu itu terlalu berlebihan, tapi kenyataannya itu benar kan mas? Fandie pun terkekeh, kamu itu sangat lucu. apa kamu fikir saya akan selalu makan di restoran mahal? Kenapa tidak! mas Famdie itu kan hidup di lingkungan elit. saya khawatir kalau mas Fandie akan sakit perut setelah makan disini, Villy pun menggoda dengan memainkan gerakan tangan,
kamu itu berlebihan, tenang saja jangan kan di restoran sederhana. di angkringan pinggir jalan saja aku bisa menampung banyak makanan loh! begitu baiklah mungkin Lain waktu bisa kita coba dan mereka pun terkekeh bersama.
waiters restoran pun menghampiri dan menghidangkan makanan yang sudah di pesan.
Villy dan Fandie masih berbincang-bincang ringan,
aku ingin bicara boleh? Tukas Jul kepada Villy yang yang masih mengaduk minumannya. Ya kenapa? maafkan aku atas kejadian kemarin, kemarin yang mana Mas? kejadian ketika mati lampu.
__ADS_1
oh itu" Ya tidak masalah, santai saja. lagi pula saya sudah melupakannya kok mas. tidak perlu serius seperti itu. aku merasa tidak enak saja, aku takut kamu canggung sama aku
kenapa canggung? kalau saya merasa sesuatu tidak nyaman dan aman untuk saya, maka saya akan memutuskannya saat itu juga Mas. sudah lah tidak perlu di bahas. justru saya berterima kasih dengan Mas Fandie yang sudah baik sekali
membantu saya, padahal kita baru saja kenal dan mas Fandie dengan suka rela membantu saya.
aah kamu itu bukan apa-apa jadi sudah santai saja. saya hanya merasa berhutang budi. Heii" kenapa kamu bicara seperti itu Villy. aku gak mau kamu berfikir kalau itu semua hutang budi.
Ya Ya Baiklah tapi ada syaratnya! apa? hari ini saya yang traktir bagaimana? Loh kok gitu, Tidak-tidak aku tidak mau. kan aku yang ajak kamu , masa kamu yang bayar, tercemar harga diriku sebagai laki-laki. ini bukan masalah harga diri tapi, bentuk dari pertemanan" bagaimana Mas? Yah sekali-kali saya yang teraktir tidak masalah kan! OK deal ya? Villy pun menjulurkan tangannya menandakan sebuah kesepakatan. OK deal tapi kali ini aja! Villy dan Fandie pun menyetujui. dan saling berjabat tangan.
ini Mba dan ambil saja kembaliannya, terimakasih Bu, Villy pun tersenyum sambil mengangguk.
baru kali pertama seumur hidupku aku di traktir oleh wanita. dan ini sangat memalukan" gerutu Fandie. Ya ampun mas kamu masih memikirkan Hal itu? dan Fandie pun memperlihatkan wajah yang menyebalkan, Villy pun tertawa, seketika Wajah Fandie berubah memerah dan tampak kesal dan tanpa sadar Fandie mengucapkan kata-kata kasar
B******K Villy seketika terkejut dengan apa yang ia dengar tadi. Fandie pun masih belum sadar apa yang telah ia katakan. Villy pun bangun dari tempat duduk berdiri lalu pergi meninggalkan Fandie.
__ADS_1
Villy diam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Hanya karena aku tertawa dan mentraktirnya saja Mas Fandie sampai sekasar itu sama aku, keterlaluan. pak Villy memanggil ojek yang berada di depan restoran tersebut, ke Vill Farms ya pak, Ya Mba, Villy pun pergi menaiki ojek menuju Vill Farms.
Fandie tersadar astaga Villy, pasti dia mengira aku mengatakan itu untuknya, dan Fandie pun menyusul Villy keluar tapi sebelum Fandie menyusul Villy, Fandie menajamkan arah pandangannya kepada seorang laki-laki yang sedari tadi memperhatikannya dengan wajah angkuh, yang tanpa sadar ucapan Fandie tadi terlontar untuk laki-laki itu, dan tanpa sengaja pun malah berbalik melukai hati Villy. Shittt Fandie mengambil kunci dan pergi meninggalkan restoran.
Villllyyyy..... teriakan Fandie memekik dan dengan cepat Fandie menyalakan mobil menyusul Villy. Fandie pun terlihat kacau, bagaimana tidak, Villy yang saat itu sedang menertawainya bergurau, dengan seketika Fandie melontarkan kata-kata yang amat menyinggungnya, apa lagi sampai mengeluarkan kata-kata kasar, aaarrggghhh Fandie pun berteriak kesal sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal kemudian memijat-mijat keningnya sambil menaik turunkan jari-jarinya. bodoh bodoh dasar bodoh kau Fandie. " tukas Fandie membatin".
Villy sudah Sampai, berada tepat di gerbang VILL FARMS. pagi mba Villy, pagi juga pak Sasno apa akan ada visit hari ini? iya mba ada dari Ibu-Ibu PKK Kidul. apa sudah di persiapkan semuanya pak? sudah beres semua mba sebentar lagi mereka tiba.
lalu di tengah-tengah perbincangan Villy dan pak Sasno tiba-tiba Fandie pun sudah tiba dan memasuki mobilnya di pekarangan VILL FARMS, Villy menoleh sekilas ke arah belakang, dan pak Sasno pun tersenyum ketika Fandie turun dari dalam mobil dan menghampiri mereka, selamat pagi pak Fandie, pagi juga pak Sasno. lalu Pak Sasno pun Pamit dan meninggalkan mereka berdua. Wajah yang tidak baik-baik saja di tunjukkan kepada mereka berdua.
Villy aku ingin bicara boleh? Villy berusaha menutupi kekecewaan nya. sambil berjalan menuju ruangannya Villy menjawab Ya ada apa? semua yang terjadi di sana tadi! ooh soal itu tidak masalah Mas toh kita juga baru mengenal, dan itu salah saya, bergurau dengan seseorang yang baru saya kenal. jadi lupakan saja.
bukan seperti itu maksud aku Villy, aku yang salah dan kesalah fahaman ini, sudah mas tidak perlu di bahas lagi. baiknya mas berangkat ke kantor. saya mau prepare untuk tamu yang akan visit hari ini.
Villy pun meninggalkan Fandie dan bergegas menuju perkebunan. Fandie terdiam dan membiarkan Villy pergi. karena tidak memungkinkan untuk Fandie memberikan penjelasannya saat ini. Fandie pun pergi meninggalkan VILL FARMS menuju Kantornya.
__ADS_1
hallo teman-teman pembaca Nobu Y, Mohon maaf baru update terkendala kesehatan, dan akan kembali update semoga masih tetap follow Karya-karya Nobu Y ya .