
masih sakit?? gak mas sudah sedikit hilang nyerinya. sudah minum obat?? belum, loh kok belum nanti aku minum, sekarang !! nanti aja, obatnya kamu simpan dimana? di laci samping kulkas, OK sebentar.
Jul membawakan segelas air dan kantong obat. sekarang minum! dan aku tidak bisa menolak. lalu aku meminumnya.
good pinter. ketika Jul ingin menaruh gelas ke dapur. aku berdiri, kamu mau kemana??
mau ke perkebunan! tunggu-tunggu, kamu baru ngerasain kebas dan baru aja minum obat loh!!
ya terus kenapa mas??
kamu gak kasian sama tangan kamu? terus gimana mau sembuh kalau kaya gini. cuma sebentar aja kok. OK aku temani, loh gak usah !! kenapa?? yaudah ayo katanya mau keperkebunan. dan kami pun pergi dengan berjalan kaki.
aku boleh tanya sesuatu Vi?? Ya tentu, mau tanya apa? apa kamu marah sama aku? Hah marah?langkahku tiba-tiba terhenti. apa alasannya aku marah mas, kamu ada-ada aja deh sambil tersenyum kecil dan menggelengkan kepala.
syukurlah kalau kamu gak marah sama aku,
Vi ' ya ? apa boleh aku lebih dekat sama kamu?
Deeggg, seketika jantungku seperti meledak. aku tergugup aa, eemm aah itu maksudnya mas seperti ini dan aku pun refleks memajukan langkahku kehadapannya. dan Jul pun terbengong dengan pipi merona. kamu itu lucu yah dengan sedikit senyuman.
loh tadi mas bilang ingin lebih dekat? gimana sih!! maksudnya aku itu bukan seperti itu Vi. Lalu? seperti ini sambil menggenggam tangan kiriku, mas apa-apaan sih gak enak di lihat orang. dan aku pun segera melepaskan tanganku dari genggamannya.
maaf jika aku lancang Vi! its OK mas dan kami pun lanjut berjalan kembali.
kang soleh sudah mengumpulkan masing-masing penanggung jawab, dan aku pun sudah selesai menyampaikan beberapa hal. tentang pihak "plumbing" yang akan segera melakukan pengerjaan minggu depan.
__ADS_1
aku dan Jul berjalan menuju kebun Apel, Vi maaf untuk yang tadi ! oh itu santai aja mas. aku gak apa-apa kok. untuk pertanyaan ku tadi aku serius, yang mana? aku menoleh kepada Jul.
aku ingin lebih dekat sama kamu, lebih tepatnya aku ingin mengenal kamu lebih dari sekarang. aku pun terdiam. kami sebagai orang dewasa sudah faham apa yang di maksud hanya saja aku masih tidak bisa mempercayai hal itu. karena aku tau betul kalau aku itu bukan Tipe wanita yang Jul inginkan.
mas kayanya kamu itu lagi gak enak badan deh, apa perlu aku antar kamu ke dokter?
aku itu sehat Vi, tolong jangan alihkan perbincangan kita.
baiklah mas, dan aku pun kini berubah serius. kenapa tiba-tiba kamu ingin mengenal aku? kasih aku alasannya?
aku tidak punya alasan untuk itu Vi, yang aku tau saat ini aku hanya mengikuti kata hati ku aja. mungkin saat itu aku cukup egois dengan perasaan ku dan sikapku sama kamu. semakin kesini aku semakin gak bisa untuk bohong sama perasaan aku sendiri Vi.
aku berusaha untuk membenci kamu tapi kenyataannya gak bisa. Benci?? aku pun mengrenyitkan dahi ku
apa alasan kamu benci sama aku mas? apa karena ada perkataan aku yang menyinggung kamu? atau apa? bukan karena itu. aku tau selama empat tahun terakhir kamu selalu melihat aktivitas ku melalui sosial media. aku tau kamu mencari sesuatu hal tentang aku. aku berusaha untuk mengabaikan itu, dan bersikap biasa saja. tapi nyatanya aku terusik dengan kehadiran kamu. yang gak tau kenapa selama empat tahun ini beberapa kali kamu muncul di dalam mimpiku.
jujur aku membenci hal itu Vi, aku tidak mengharapkan untuk pertemuan kita ini. tapi kenyataannya kita terus di pertemukan dengan hal yang tak terduga. aku fikir awalnya kamu bertemu Sita karena semua ini cara kamu supaya bisa ketemu aku. dan di tambah lagi pertemuan kamu dengan om Handoko, dan pertemuan kita di PT SAH membuat aku yakin semua ini rencana kamu untuk dekat sama aku?
dan aku pun mendengarkan apa yang Jul katakan.
apa sudah selesai? Jul pun mengangguk,
baiklah boleh sekarang aku yang bicara mas? dan Jul pun mengangguk untuk kedua Kalinya.
memang semua yang kamu ucapkan tentang aku itu benar mas. hanya saja untuk pertemuan sita dan pak Handoko aku tidak tau kalau mereka semua keluarga kamu mas. lalu di tambah lagi dengan pertemuan kita di kantor kamu.
__ADS_1
disini bukan kamu saja yang terusik mas, aku pun sama. apa kamu fikir aku mau seperti ini? apa kamu fikir aku tidak tersiksa dengan apa yang aku rasakan! kalau aku bisa milih aku pun gak mau dengan semua ini mas.
aku tau, kalau kamu membenci aku mas. makanya aku berusaha menjauh dari kamu. tapi nyatanya sampai detik ini aku makin di persulit.
aku tau semua apa yang kamu ucapkan sama sita tentang aku, kalau aku wanita yang biasa saja. kalau aku bukan tipe kamu. kalau aku ..
"bibir ku terjeda ketika Jul meletakan jari telunjuknya ke bibirku". aku mohon sudah Vi, bibirku bergetar dan seketika cairan bening menetes di pipiku dengan perlahan.
dan Jul pun mengusap cairan bening itu dengan tangannya.
mas, ada baiknya kalau kita untuk saling menjauh. kenapa? bahkan kita sudah saling tau perasaan kita satu sama lain kan? aku tidak mau mengambil keputusan dengan terburu-buru mas. lebih baik kita sama-sama menjaga hati kita masing-masing.
untuk apa lagi?? apa empat tahun itu masih belum cukup?? bukan begitu mas. aku tidak mau kalau semua karena kasihan, keterpaksaan, yang ternyata semua ini hanya karna terbawa suasana.
kamu tau kan mas, kalau untuk beberapa bulan terakhir kita selalu bersama. itu pun karena pekerjaan dan karena aku sakit. Tapi Vi??
mas cukup aku yang merasakan kalau aku memang memiliki perasaan sama kamu. aku tidak pernah memaksa kamu untuk memiliki perasaan yang sama.
aku tau betul wanita seperti apa yang kamu inginkan. dan aku bukan wanita yang kamu harapkan mas.
tapi Vi, kenyataannya perasaan ini gak bisa untuk aku tutupi lebih lama lagi. aku akui, kalau aku salah, perkataan ku saat itu sudah menyakiti hati kamu. aku terlalu kasar berbicara sama kamu. aku egois.
dan aku merasa terluka melakukan hal itu sama kamu Vi. aku masih mencari kebenaran tentang perasaan aku sama kamu. dan aku temukan semua itu sama kamu Vi. aku cemburu kamu dekat dengan pria lain. aku sakit melihat kamu kesakitan karena aku.
tidak ada yang perlu aku yakinkan dengan perasaan ku Vi. apa yang aku rasakan hanya aku yang tau. begitu pun dengan kamu, kita berdua sudah sama-sama egois dengan perasaan kita Vi.
__ADS_1
tidak ada kata-kata lagi dalam bibirku aku hanya bisa terdiam.