
di dalam kamar Jul senyum-senyum seperti orang tak waras.. sambil menatap langit-langit kamar.
entah kenapa saat di dekatnya aku merasa nyaman. ketika aku mengerjainya aku senang. aku tidak bisa menentukan perasaan apa yang aku alami,
yang aku tau saat ini aku ingin terus bersamanya.
apa mungkin karena aku kasihan, atau rasa bersalah. karena aku , villy cedera seperti ini.,"batinku.
di kamar yang lain, dengan fikiran yang menerawang.. aku tersenyum sambil memiringkan tubuh dan memeluk guling..
apa iya aku bisa menghilangkan perasaan ini. yang sudah ku pendam bertahun-tahun lamanya.
tapi aku tidak cukup berani untuk mengatakan apapun, bahkan untuk menatap nya saja aku tidak sanggup.
apa lagi aku ingat, Sita pernah berkata, kalau Jul tidak menyukaiku. itu perkataan pertama setelah tiga hari pertemuan kami.
dan ketika sudah berlangsung tiga bulan pun. Jul berkata hal yang sama pada sita.
memang tidak ada yang salah dalam hal ini. aku saja yang terlalu berharap dari dulu hingga saat ini.
padahal aku bisa saja mendapatkan laki-laki yang aku mau, banyak pengusaha muda yang sudah datang hanya sekedar, ingin berkenalan. tapi tetap saja hati ini menolak. aah entah lah.. lebih baik aku tidur.
aku membuka jendela, dengan kedua telapak tangan berada di pangkal jendela, ku mencium aroma embun, yang sangat khas sekali. aaahhh rasanya aku seperti berada di tengah-tengah bukit.
pagi ini terasa sangat sejuk, tidak seperti biasanya.
ada baiknya aku keperkebunan lebih pagi, baiklah kalau begitu, aku mandi dulu setelah itu aku langsung keperkebunan.
rasanya keperkebunan lebih pagi jauh lebih menarik..
tiga puluh menit berlalu, aku sudah siap dengan pakaian santai,
aku berangkat sekarang saja. mumpung masih pagi, aku membuka pintu kamar, dan kulihat, belum ada yang bangun. kembali ku tutup pintu kamar, lalu dari arah belakang terdengar suara, Vi.. eeh ibu.. kamu mau kemana pagi-pagi udah rapih..
èmm itu aku mau keperkebunan.
sepagi ini?
iya bu..
kok tumben?
iya lagi kepingin aja udah lama juga kan bu aku gak ngerasain kaya gini. cuacanya juga lagi bagus banget, rasa puncak ,"tukasku sambil terkekeh..
oh ya udah.. eh kamu gak mau ibu buatin sarapan dulu..
gak deh bu, nanti aja sepulang dari perkebunan.
yaudah kalau gitu, ibu mau kedapur. pintunya tutup lagi.
iya bu.. dan aku berlalu pergi keluar rumah
ku berjalan menyisir sisi perkebunan..
ku hirup dalam-dalam aroma khas pagi hari sambil merentangkan ke dua tangan dengan lebar... aduuh " sakit sambil meringis. aku sampai lupa cedera ku belum sembuh total. lalu ku berusaha merentangkan tangan perlahan.
oohhh Tuhan, sudah lama sekali aku tidak merasakan seperti ini, sangat teduh.. fikiranku tiba-tiba jernih dan kosong, seperti tidak memiliki beban sama sekali..
andai setiap waktu aku lalui ini seperti dulu.. dengan suasana hati yang sangaaat, sangaaaattt damai.
sambil memejamkan kedua mata, dan masih merentangkan kedua tangan.
di sebrang sana..
pagi bu... loh sudah bangun mas..
iya bu, maaf ini kesiangan.
__ADS_1
gak kok baru juga jam enam pagi
saya kira, saya sudah kesiangan.
malah belum pada bangun mas..
hanya Villy saja tuh yang sudah bangun. terus langsung keperkebunan.
sepagi ini bu?
iya dari jam setengah enam tadi, sudah pergi dia.
mas Jul mau ibu bikinin sarapan apa? atau ibu buatkan teh?
ohh tidak bu nanti saja.. saya mau keperkebunan juga..
oohh gitu.. baiklah.
saya pamit dulu yah bu..
iya mas..
," aku sudah berada di kebun apel,
ya ampun, aku baru sadar.. di sini bagus untuk foto selfie batinku terkekeh..
andai aku tau dari dulu, ini sangat menyenangkan.. aku akan menghabiskan waktu pagiku disini..
sambil ku ambil ponselku dari saku jaket, cekrek.. cekrek
dan tiba-tiba, terdengar suara dari arah belakang..
sepertinya itu gaya yang lumayan.. walau sedikit kaku,"tukasnya
sampai membuatku terkejut..
biasa saja..
kenapa ada disini?,"tukasku berlagak cuek.
emang kenapa, apa aku gak boleh kesini!!
mau seharian disini pun terserah kamu..
sambil aku berlalu pergi..
dan Jul menyusul ku dari belakang hingga kesampingku.
apa kamu selalu Melakukannya setiap pagi!
enggak juga.. tergantung suasana hati!
suasana hati maksudnya?
iya aku Melakukannya tergantung mood..
tapi beruntungnya mood ku selalu baik, dan mungkin akan ku lakukan lagi.
jadi kamu baru Melakukannya hari ini?
aku menoleh, lalu tersenyum, tidak juga dan sudah beberapa kali juga kok aku melakukan ini. itu pun tiga tahun yang lalu, di tempat yang berbeda!!
APAAAAA ???? tiga tahun lalu??
kenapa begitu, bahkan kamu bisa melakukan ini setiap waktu..
entah, sambil menggidikan bahuku.
__ADS_1
mau kemana.. ,"tukasnya
Pulang ," sedikit ku berteriak sambil berlalu meninggalkan nya.
heeeii tunggu...
sepertinya aku sudah bisa acuh padanya, walau sedikit" batinku.
kami sudah sampai, dan duduk di pos ronda. pos ronda depan rumah. yang di sisi sampingnya ada sebuah bangunan, yang ku gunakan sebagai tempat sortir, hasil panen.
ku selonjorkan ke dua kakiku.. sambil memijat-mijat begitu pun dengan mas Jul melakukan hal yang sama. dan aku teringat.. tanganku!! aaauuuu sedikit meringis dan menahan ngilu.. kenapa tiba-tiba terasa sakit lagi. padahal tadi saat di kebun tidak terlalu merasakan sakit seperti ini.. bahkan aku bisa merentangkan tanganku dengan sangat lebar walau harus perlahan, ini sungguh aneh.. apa karena efek dari alam..hmm entah lah. nanti aku coba tanyakan pada dokter. mungkin aku harus konsultasi,"batinku dan sedikit bergumam hampir tak terdengar.
bagaimana keadaan tanganmu, apa yang dirasakan.
apa dia tau aku sedang menahan sakit, hebat sekali."batinku
sudah tidak apa-apa kok..
sudah tidak merasa sakit."tukasku
tapi wajahmu terlihat pucat..
oh itu mungkin karena aku belum sarapan.
yasudah, ayoo masuk, kita sarapan.."tukasnya
sambil menarik tangan kiri ku.
sudah selesai ke kebunnya..
sudah bu tadi saya dan Villy beristirahat dulu di pos ronda.
oohh. gitu.. yaudah kalian cepet bersih-bersih.. dan langsung saja sarapan.
Jul memang baru beberapa hari tinggal di rumah. tapi ibu selalu menganggap tamu nya sebagai keluarga, jadi tidak ada rasa sungkan. dan seperti di rumah sendiri. karena aku sudah banyak bercerita, tentang kecelakaan ku waktu itu. yang ku sampaikan, bahwa Jul merawat ku dengan sangat baik saat di Rumah sakit. hingga sampai akhirnya Jul, datang ke rumah. hanya untuk mengantar Obat yang tertinggal.
nurani Orang tua pasti tau, apa yang terjadi dengan anaknya. apa lagi saat ini ada seseorang yang sebegitu peduli, hanya karena obat yang tertinggal. bisa sajakan, tidak perlu repot-repot sampai datang ke bogor, hanya untuk mengantar obat. bisa di kirim via ekspedisi.
dan ibu pun sempat berbicara ketika aku tidak berada di rumah, ibu selalu mengatakan bahwa aku itu sangat keras kepala, apa lagi yang berurusan dengan obat, pekerjaan, dan pendamping hidup.
kami duduk dan bu.. panggil Jul pada ibu..
iya mas, ada apa?
ibu dan bapak gak sarapan?
ohh sudah kok mas.. tinggal kalian ber dua yang belum. makanlah, habiskan sambil tersenyum.. ibu tinggal yah, mau siram tanaman dulu.
aku sedikit kesulitan untuk ambil nasi dan lauk.
Jul menyadari hal itu. Dan dengan cekatan Jul, mengambilkan sarapan untukku.
susah sekali untuk mengucap minta tolong! tanyanya datar.
,"terimakasih" .tukasku
kami sarapan bersama, dan Jul Memulai pembicaraan.
hari ini kegiatan mu apa?
hari ini aku ingin kedokter, ingin periksa tanganku.
baiklah, akan aku antar.
cegahku, eeeeh tidak usah mas. aku bisa sendiri.
dan Jul mengabaikan perkataan ku.
__ADS_1
nanti arahkan saja jalannya. dan lanjut memasukan makanan ke dalam mulut.