
Alic Hoffman, itulah nama gue umur 24Tahun,kedua orang tua gue sudah meninggal empat tahun yang lalu,semenjak orang tua gue meningal gue tinggal seorang diri,rumah orang tua, gue sudah di jual untuk membayar hutan, dan sekarang gue ngontrak rumah.
Hidup seorang diri di kota tak lah semudah yan gue bayangkang, ngak kerja ngak makan itulah istilah yang sering keluar dari mulut gue. gue kerja di sebuah Cape cepat saji, di situ gue selalu mendapat sif malam karna siang gue pake ungtuk nyari kerja yan lain.
Hari ini gue dapat panggilan intetviu dari sebuah perusahaan besar yan ada di kota gue tempati, ya gue sih sangat senang apalagi kalau bisa kerja di sana pasti kehidupan gue akan berubah 50%, gue melangkahkan kaki masuk ke area kantor gue menatap dari bawah hingga ke atas gedung pencakar langit, Waoo sungguh sangat menakjukkan, suatu ke banggaan kalau gue bisa kerja di kantor ini.
"Siang Mba," ucap ku sama Recepsionis yan ber tag nama Tari.
"Alic Hoffman ya?, saya yang kemarin menghubungi anda, mari ikut saya masuk ke ruangan GM," ucap Tari.
__ADS_1
Alic mengikutinya dari belakang, Sesampai di depan ruangan itu Tari menyuruh saya masuk.
"Nah sekarang Anda masuk di dalam sana, akan ada pertanyaan -pertanyaan yan akan di ditanyaka di dalam," ucap Tari menjelaskan.
"Baiklah, Terimah kasih," ucap Alic sopan.
Setelah gue di interviu dan di jelaskan yang harus gue kerjaikan,gue tanda tangan kontrak selama 3 bulan ke depan masa percobaan, dan kalau gue bisa bekerja dengan baik gue akan tanda tangan kontrak lagi selama setahun ke depan.
"Pasti saya akan bekerja dengan sangat baik,dan saya mohon undur diri," ucap Elic sopan.
__ADS_1
"Akhirnya gue bisa kerja di kantor besar itu juga, sebagaj secertaris.
'MILLER INTER PRES' perusahaan paling besa yang ada di kota ini, ya Tuhan mimpi apa gue semalam," ucap Alic senang dan bahagia dalam hati.
sepulan dari kantor Elic langsung pulang ke kontrakannya, untuk beristirahat dan tidur sebentar karna sebentar malam dia akan kerja di Cafe karna dia dapat sif malam.
Selesai mandi Elic memakai baju seragam kusus yang sering di pakainya kalau kerja di Cafe, karna di sana semua pelayan memakai pakaian yang sama, Elic duduk di depam cermin dan memakai sedikit bedak dan pelembab bibir rambut di ikat tinggi dan memperlihatkan lehet jengjangnya,Elic hanya cukup berdandan Natural karna dari segi rupa Elic adalah gadis yang sangat cantik dan manis.
"Selesai waktunya gue berangkat kerja."
__ADS_1
dan tak lupa Elic selalu memakai sweternya,agar ngak kedinginan kalau pulang nanti, berhubung waktu pulang Elic sangat larut yaitu jam 1 dini hari, tapi berungtung tempat kostny tidaklah terlaluh jauh hanya cukup 10 menit berjalan kaki sudah sampai.
Elic masuk ke dalam Cafe dan langsung di sambut oleh sahabatnya, Paula mereka sudah bersahabat selama 2 tahun karna Paula juga termasuk perantau di kota yang ditinggali Elic. Namun Paula masih memiliki orang tua yang utuh sedangkang Elic haya sebatang kara.