
" Tok, tok,tok " suara pintu di ketuk
" Masuk " ucap Alvin
Elic pun masuk dan berkata,
" Maaf pak siang ini pukul 11.30 anda ada miting dengan kelien anda di restoran sebelah " ucap Elic sopan,Alvin melihat jam di tangannya dan berkata " Masih ada waktu ".
" Baiklah pak saya keluar dulu " pamit Elic.
" Tunggu Lic' sebentar kita pergi berama menemui kelien aku itu " ucap Alvin santai
" Baik pak " ucap Elic sopan dan berjalan keluar dari ruangan Alvin.
Sementara Sela menatap Alvin dengan pandangan menyelidiki,
" Secretaris kamu cantik juga " ucap Sela
" Masa sih " ucap Alvin santai
" Iss, aku serius " ucap Sela lagi
" Iya,dia memang cantik,namanya Elic Hoffman dia juga teman sekolah aku dulu " ucap Alvin.
__ADS_1
Sela merasa tidak senang mendengar ucapan Alvin yang memuji kecantikan Elic, Sela merasa di ucapan Alvin tersimpang cinta yang tertunda, " ini ngak akan gue biarin " ucap Sela dalam hati.
" Sel' sebaiknya kamu pulang, aku mau keluar miting dengan kelienku " ucap Alvin
" Lama ngak " ucap Sela manja
"Waktunya ngak pasti kadang cepat selesai kadanh juga tidak " ucap Alvin menjelaskan.
" Baiklah aku ikut kamu turung " ucap Sela sambil merangkul lengan Alvin.
Alvin dan Sela pun keluar dari ruangan kerja Alvin sementara Elic sudah berdiri di depan pintu Lif,
" Elic tunggu " teriak Alvin
Sebenarnya Elic sengaja keluar lebih cepat dari ruangannya, agar tidak keluar bersama dengan Alvin dan juga kekasihnya, Elic merasa tidak nyaman berada di antara mereka dan alhasil ujung -ujungnya satu lif juga dengan mereka berdua. " Sakit " ucap Elic dalam hati.
" Silahkan masuk duluan pak " ucap Elic mempersilahkan Alvin dan Sela masuk duluan ke dalam Lif,
Alvin dan Sela pun masuk,dan terakhir Elic masuk dan berdiri di belakan Alvin dan Sela, di dalam Lif Sela selalu menggoda bahkan bergelayut manja pada Alvin.
Di dalam Lif Elic berkata dalam hati
" Vin hati gue sakit melihat lo kaya gini dengan kesasih lo,hati gue menangis, hik, hik,hik, Lihat gue Vin, apa elo ngak pernah merasakan cinta sedikit saja buat gue " ucap Elic dalam hati.
__ADS_1
Sesampai di lantai bawah Elic berjalan ke arah resepsionis,untuk membuang rasa sakit hatinya Elic langsung memeluk paula tampa berkata apapun,
" Kamu kenapa " ucap Paula
" Gue ngak papa " ucap Elic tenang
" Ngak papa tapi muka kusut kaya gitu " ucap Paula
Elic berbalik dan mencari keberadaan bosnya,rasa sakit hati Elic bertambah waktu melihat Sela mengcium bibir Alvin, ingin rasanya Elic menangis tapi di tahannya karna Elic tidak mau kalau sampai Paula curiga padanya.
" Gue keluar dulu ya " ucap Elic
" Kemana " ucap Paula
" Temanin pak bos bertemu kelien di restoran sebelah " ucap Elic sambil tersenyum manis ke pada Paula.
Elic berjalan ke luar dari lobi kantor menuju parkiran karna di sana Alvin sudah menunggunya sementara Sela sudah pulang,
" Ayo kita pergi " ucap Alvin
Sementara Elic hanya diam dan langsung masuk ke dalam mobil,
" Kamu kenapa " tanya Alvin
__ADS_1
" Saya tidak apa pak " ucap Elic sopan,Alvin mulai melajukan mobilnya dengan sangat santai karna tempat yang mau di datangi cuman berseblahan dengan kantornya.