Cinta Yang Terbalaskan

Cinta Yang Terbalaskan
Perasaan Alvin


__ADS_3

Sesampai di rumah, Alvin mengedong tubuh Elic denga ala bridal style,Alvin membawa Elic masuk ke dalam kamarnya dan menidurkannya di sana.


" Maaf ya Lic,karna sudah menyakiti hati kamu, aku janji ngak akan pernah menyakiti hati kamu lagi, mulai dari sekarang aku akan selalu menjagamu dan aku tak akan membuat kamu sendiri lagi " ucap Alvin sambil melihat waja Elic yang sedang berbaring di depanya.



Setelah Alvin mengucapkan kata -katanya, Elic kembali meracau tak menentu,


" Kamu itu seorang pria berengsek Alvin, tapi kenapa aku masih mengharapkanmu,Hiks,hiks,hiks,Alvin apa kamu tau kalau aku sangat mencintaimu dari dulu hingga sekarang perasaan ini tak pernah hilang " racau Elic sambil menarik tangan Alvin.


Alvin tersenyum bahagia memdengar pengakuan Elic,ternyata benar kata orang, orang mabuk itu akan mengucapkan semua isi hatinya dan juga jujur dan Elic lah salah satunya.


" Aku juga mencintai kamu Lic " ucap Alvin sambil tersenyum.


Tampa membersikan diri, dan juga berganti pakaian Alvin membaringkang tubuhnya di samping Elic, karna saat ini Elic menarik tangan Alvin masuk ke dalam dekapannya.


" Selamat tidur Lic "ucap Alvin sambil mengecup lembut rambut Elic dari belakang, karna saat ini Elic tertidur dengan cara membelakanginya.

__ADS_1


Hingga pagi Elic masih tertidur lelap dalam pelukan Alvin, karna saat ini posisi mereka sudah berbeda, Elic yang memeluk tubuh Alvin.


Perlahan tangan Elic mulai meraba -raba sesuatu yang kekar yang sedari tadi melingkar di perutnya, perlahan Elic mulai


membuka matanya dengan sangt pelan karna sedang penasaran tangan siapa yang saat ini berada di perutnya.


" Aaaaaaa " teriak Elic ketika melihat tangan kekar Alvin melingkar di perutnya, sontak membuat Alvin terbangun karna mendengar teriakam Elic yang begitu sangat kengcang,


" Kamu kenapa teriak seperti itu " ucap Alvin sambil mengosok -gosok matanya.


" Apa yang kamu lakukan sama aku?... Aku di mana?.. " Ucap Elic kaget sambil berteriak.


" Hemmm, " ucap Elic karna tangan Alvin berada di mulutnya.


" Aku akan buka tangan aku tapi janji jangan teriak lagi " ucap Alvin


" Hemmmm " ucap Elic sambil menutup matanya bertanda setuju kalau dia tidak akan teriak lagi.

__ADS_1


Alvin mulai melepaskan tanganya, sementara Elic mengatur napasnya dengan sangat pelan, Elic melihat ke arah Alvin dengan pandangan ingin membunuh lalu berkata,


" Aku di mana Vin?... dan kenapa aku ada di sini?..." ucap Elic


" Semalam kamu mabuk lalu aku membawamu kesini, aku tidak membawamu ke kontrakanmu karna di sana kamu pasti sendirian, lain kalau di sini ada aku bersamamu " ucap Alvin menjelaskan.


Elic perlahan mengingat kejadian semalam, tapi tak mengingat apa saja yang sudah di katakannya.


" Kita ngak ngapa -ngapain kan Vin "


tanya Elic.


" Maksud kamu begitu " ucap Alvin sambil memperaktekkan ke dua tanganya.


" Iya " ucap Elic singkat


" Memangnya kenapa kalau kita begitu, kalau memang iya aku akan tanggung jawab " ucap Alvin santai

__ADS_1


" Vin' jawab yang benar dong, semalam kita ngak ngapa -ngapain kan " ucap Elic dengan mata yang sudah memerah.


Melihat mata merah Elic, Alvin berkata, " Enggak, aku bukan peria berengsek yang akan memamfaatkan ketidak sadaran orang, walaupun semalam aku begitu tergoda di tambah kamu memelukku dengan sangat kencang " ucap Alvin menjelaskan.


__ADS_2