Cinta Yang Terbalaskan

Cinta Yang Terbalaskan
Hari pertama bekerja


__ADS_3

"Gimana hasil interviu lo? " tanya Paula, yang sejak tadi menunggu kedatangan sahabatnya Elic. Elic tersenyum summeriang menjawab pertanyaan sahabatnya.


"Gue di terima, dan mulai besok gue akan mulai bekerja sebagai Asisteng Secertaris, gue sudah tanda tangan kontrak selama tiga bulan masa percobaan, dan kalau cara kerja gue bagus,gue akan tanda tangan kontrak lagi selama setahun," ucap Elic menjelaskan.


"Ooo, Enak dong kerja kantoran, gue juga mau coba cari pekerjaan di sana, siapa tau mujur gue bisa kerja satu kantor sama lo, tapi gue dengar sih jadi Asisteng secertaris itu kerjaan berat loh, emang lo masih mau kerja di sini kalau enggak lo bisa ninggaling gue," ucap Paula dengan wajah sedih.


Elic tersenyum mendengar ucapan Paula,sambil merangkul lengan Paula Elic berkata.


"Gue ngak akan ninggalin lo di sini,gue tunggu lo di tempat kerja gue. dan akan selalu berdo'a semoga kita akan selalu bersama kerja bersama dalam kantor yang sama."


"Amin, Amin, ya ALLAH," ucap Paula sambil memeluk Elic. Paula dan Elic memiliki wajah yang sangat cantik dan mereka juga memiliki keperibadian yang hampir sama mereka berdua bisa di bilang saudara namun tak serahim.


"Ayo kita mulai bekerja, entar kita kena teguran lagi, seperti kemarin," ucap Elic.


Memang benar kata Elic, mereka adalah pegawai Cafe yang sering kena teguran sebab kalau mereka berdua bersama,mereka berdua lupa kalau lagi kerja selain dari itu suara mereka juga sangat keras kalau lagi bicara berdua.

__ADS_1


Pagi ini Elic bangun lebih pagi,karna takut terlambat masuk kantor.


"Masa, baru pertama masuk kantor gue sudah telat sih, yang ada gue bikin kesan pertama buruk di kantor dong," ucap Elic sambil mengamati penampilannya dan berdandang tipis di depan cermin, setealah selesi Elic berangkat.


Elic melangkahkan kakinya masuk ke dalam area kantor dan tak lupa Elic tersenyum ramah pada setiap karyawan kantor yang berpapasan dengannya.


"Pagi." sapa Elic sambil tersenyum manis."


"Karyawan baru ya?," tanya salah satu karyawan pemuda yang ada di dalam lif yang di naiki Elic.


"Oya kenalin, nama gue Rama," ucap pemuda itu sambil mengulurkan tangan.


"Nama saya Elic pak," ucapnya sambil membalas uluran tangan Rama.


Rama menatapn Elic mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut, Elic pun menyadari kalau dirinya sedang di tatap. Elic merasa agak risih dengan tatapan Rama yang seolah sedang menelangjanginya, dan mencoba agak menjauh, Rama membuka suara dan bertanya ke Elic.

__ADS_1


'Kamu kerja di bagian mana?, dan langtai berapa?," tanya Rama.


Elic melihat ke arah Rama lalu menjawab pertanyaan Rama dengan sopan.


"Saya berkerja di bagian Asisten secertaris di lantai 14 Pak."


Semua karyawan yang tadi satu lif dengan Elic dan Rama semuanya sudah keluar kini tinggal hanya Elic dan Rama yang ada di dalam lif.


Hati Elic mengerutu kesal.


"Jenapa sih orang ini tak keluar -keluar juga?, yang ada malah tinggal gue dan dia saja. Aduhhh, gue kan merasa sangat risih kalau di tatap seperti itu." umpatnya dalam Hati.


Setelah tiba di lantai 14 Elic dan Rama keluar bersamaan, Rama pun menungjukkan ruangan kerja Elic.


Semoga suka ya dengan karya baru aku ini dan jangan lupa tulis comentar dan like nya makasih..

__ADS_1


__ADS_2