Cinta Yang Terbalaskan

Cinta Yang Terbalaskan
teraktiran Rama


__ADS_3

Sesampai di kanting kantor Elic dan Paula memesan makanan siang mereka,mereka duduk berseblahan sambil bercand, dan tiba -tiba ada suara baritong yang mengagetkan mereka berdua.


" Boleh gabung ngak ucap suara Rama "


dan tampa di persilahka Rama sudah langsung Duduk, Elic dan Paula saling memangdang, Elic kemudian berkata silahkan pak.


Rama menikmati makan siangnya dan sesekali melihat ke arah ke dua wanita yang ada di depannya, tidak ada suara yang keluar di antara mereka bertiga kecuali hanya suara sendok dan piring.


Selesai makan Elic menuju kasir untuk membayar makanan yang sudah di makan dan juga Paula.


" Berapa ucap Elic kepada kasir kanting" Sudah di bayar neng sama Tuan Rama ucap pak kasir.


Elic agak sedikit terkejut dan kembali lagi menuju meja yan di tempati tadi makan karna di sana masih ada Rama dan Paula.


" Terimah kasih atas teraktirannya pak ucap Elic sopan.

__ADS_1


Rama hanya menganguk dan tersenyum, sedangkang Paula hanya sedikit bingun melihat tingkah Elic dan Rama


" Maaf pak saya dan teman saya duluan masuk ke kantor ucap Elic sopan "


" Kita bareng saja aku juga sudah selesai, sekarang mau kembali ke kantor karna lantai tempat kita bekerja sama ucap Rama sambil memakai jas kerjanya kembali.


Mereka bertiga meninggalkan kanting dan masuk ke dalam kantor, Paula berhenti di depan bagian Recepsionis karna situlah tempat Paula bekerja, sedangkang Elic dan Rama masuk ke dalam lif dan naik di lantai paling atas karna di sanalah mereka bekerja.


Di dalam lif Rama memulai pembicaraan karna sedari tadi Elic cuman diam.


Elic membalikkan badannya dan berkata


"Bos baru kita siap pak ucap Elic sopa"


" Putra Tuan Miller, Alvin Millet dia akan menggantikan ayahnya dan juga akan menjadi Bos baru kita ucap Rama,dan kita akan melakukan penyambutan untuknya di kantor ini dan tolong kamu urus semuanya.

__ADS_1


" Baik pak akan saya lakukan sesuai yang bapak ingingkang ucap Elic sopan, Rama senang mendengar ucapan Elic barusan dan Rama juga selalu merasa aneh saat bersama Elic.


Setelah keluat dari lif Elic segera langsung masuk ke dalam ruangannya, karna banyak dokumen kantor yang harus di selesaikannya dan juga harus menyiapkan pesta penyambutan untuk Bos barunya besok lusa.


Jam menujukkan 18:10 pekerjaan Elis sudah selesai, dan waktunya untuk pulang, Elic mulai memasukkan semua barang -barangnya ke dalam tas,mematikan komputernya dan berjalan menuju lif, dan sebelum lif tertutup Rama juga ikut masuk.


" Elic merasa sedikit tegan dan takut, karna sekarang di kantor sudah sangat sepi, Rama yang menyadari kegugupan Elic angkat suara, Kenapa dengan wajah kamu ucap Rama dengan nada santai?, Elic meraba mukanya dengan tangannya dan berkata.


" Ada apa dengan muka saya pak ucap Elic polos "


" Pfffff, Rama tersenyum mendengar ucapan Elic yang begitu sangat polos,Elic,Elic muka kamu tegang banget sih,santai aja aku ngak akan ngapa -ngapain kamu ucap Rama santai.


Seketika kegugupan Elic hilang mengdengar ucapan Rama,Elic membuang nafasnya lega, " Hufff "


Setelah pintu sampai di lantai bawah Elic buru -buru keluar dan berjalan menuju tempat Recepsionis.

__ADS_1


" Saya duluan pak teman saya Paula sudah menunggu saya sedari tadi ucap Elic dan berlalu meninggalkan Rama yang masih berdiri di depan pintu lif.


__ADS_2