
" iya,tapi sekarang aku belum mecap" ucap Elic
" Buruan entar kita telat kan ngak enak " ucap Alvin
" memang ini acara apaan sih " ucap Elic penasaran
" Entar kamu juga tau " ucap Alvin sambil mengedipkan matanya.
Selesai berdandan Elic keluar dari kamarnya, dan berjalan ke arah Alvin
" Aku sudah siap " ucap Elic sambil tersenyum
Alvin terkejut melihat penampilan Elic yang begitu terlihat sangat cantik dari pada biasanya
" Vin, Alvin aku sudah siap " ucap Elic sambil melambaikan tangannya di wajah Alvin
" Iiya "ucap Alvin gugup
"Kamu kenapa melamun kaya gitu " tanya Elic
" Enggak apa aku cuman kaget saja melihat penampilan kamu " ucap Alvin jujur
" Memang ada yang salah ya dengan penampilan aku " ucap Elic sambil melihat dirinya
__ADS_1
" Enggak,kamu terlihat sangat cantik" ucap Alvin.
Kata -kata Alvin sontak membuat wajah Elic jadi beluin," Kamu itu " ucap Elic sedikit malu, " Sebaiknya kita pergi sekarang deh " ucap Alvin sambil melihat ke arah jam tanganya, " Dari tadi aku sudah siap" ucap Elic sambil berjalan keluar dan di ikuti oleh Alvin.
Sesampai di pesta,Alvin meminta Elic untuk mengandeng tangannya
" Lic, kita bergadengan tangan masuk " ucap Alvin
" Memang kenapa, apa mesti seperti itu " ucap Elic sambil menatap wajah Alvin
" Ngak perlu banyak tanya lakukan saja yang ku minta " ucap Alvin tegas.
" Vin " pangil salah satu orang yang ada di dalam ruangan itu
" Hei, sob sudah lama ngak bertemu,makin keren aja lo, gimana apa lo sudah nikah " ucap Alvin peda teman sekelasnya waktu masi duduk di banku SMA yang tak lain adalah Rio.
Rio juga termasuk siswa yang sangat populer di jaman sekolah dulu,kini Rio sudah menikah dan sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah.
" Itu istri gue " tunjuk rio pada seorang wanita yang sedang sibuk berbicara dengan sesama wanita di sana, " Sayang " panggil Rio
Wanita itu berbalik dan berjalan ke arah Suaminya Rio
__ADS_1
" Ferpi " ucap Elic
" Iya dia istri gue " ucap Rio
" Kenapa bisa?, setau gue elo itu benci dan jijik banget sama Ferpi " ucap Elic terkejut.
Memang jaman sekolah dulu,Ferpi dan Elic termasuk gadis yang paling di hindari dari ketua pemuda itu, mungking dari segi kecantikan Ferpi dan Elic tidak termasuk dalam kategori gadis cantik di jaman sekolah dulu.
" Mungking karma gue " ucap Rio sambil tersenyun lalu berkata ke Alvin, " Lalu elo ngapain jalan sama Elic kesini, setau gue dulu lo pernah nolak Elic kan " ucap Rio sambil tersenyum mengejek.
Alvin mengaruk kepalanya yang tidak gatal dan berkata " Itu kesalahan terbesar gue " ucap Alvin sambil melihat ke arah Elic.
Didalam Hati Elic berkata " Maksud Alvin bicara kaya gitu Ke Rio apa " ucap Elic dalam hati.
" Elic gimana kabar lo " ucap Ferpi sambil memeluk Elic
" Kabar gue baik lebih baik malah " ucap Elic sambil tersenyum manis
Elic melihat ke arah perut Ferpi dan berkata " Kamu terlihat lucu dengan perut buncit seperti itu " ucap Elic sambil mengelus lembut perut Ferpi.
-
-
__ADS_1
Habis baca jangan Lupa tinggalkan jejaknya ya,Terimah kasih.