Cinta Yang Terbalaskan

Cinta Yang Terbalaskan
Canggung


__ADS_3

Pagi Ini Elic bangun lebih awal,Elic melihat ke arah jam yang ada di dalam kamarnya menungjukkan angka 4.55,


" Inikan masih terlalu pagi " guman Elic dalam hati,lalu Elic bangun duduk dan menyangdarkan kepalanya di kepala tempat tidurnya, Elic mengingat kejadian semalam yan di lakukannya pada bossnya, " Mati gue kenapa mesti bersipat kasar kaya gitu sih,gimana kalau Alvin sampai memecat gue,ucap Elic sambil menepuk jidatya.


Elic bangun keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat sarapan pagi untuk dirinya, Elic membuat sarapan dan memakanya, selesai makan Elic membuat susu coklat ke sukaanya dan membawanya masuk ke dalam kamarnya, Elic meletakkan gelas susunya yang di bawanya di atas meja,kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersikan diri.


Selesai mandi Elic mengenakan pakaian berwarna pink salem yang di padukan denga rok warna merah selutut dan tak lupa memolesi sedikit bedak di wajah tirusnya dan sedikit listip di bibir seksinya ,Elic selalu terlihat modis dan natural kalau pergi ke kantornya.



Setelah selesai, Elic meminum susu coklatnya sampai tandas, dan berjalan keluar kontrakannya menuju halte untuk menunggu mobil angkutan umum, Elic sudah sampai di depan kantornya kemudian berjalan masuk dan di sambut dengan wajah jutek Paula yan ada di bagian resepsionis.


" Kenapa' tuh muka jutek amat " ucap Elic sambil merangkul pungdak Paula,


Paula memanyungkang bibirnya dan berkata!,


" Elo itu sahabat gue atau bukan sih, tega ya elo bohongin gue " ucap paula dengan nada kesal,


Elic mengaruk pelipisnya dan berkata!,


" Bohongin Elo, kapan!!!,soal apa?...,

__ADS_1


" Pura -pura lupa ya, itu soal mata juling bos baru kita " ucap Paula kesal.


Elic tertawa keras dan berkata!,


" Hahahah,' Elo marah sama gue hanya soal itu, kemarin malam itu gue cuman bercanda elonya aja yan nanggepinya seserius itu " ucap Elic sambil menutup mulutnya dengan ke dua tanganya.



Wajah jutek Paula


Belum sempat Elic melangjutkan ucapannya bosnya sudah masuk di pintu masuk kantor, sontak Elic dan Paula menungdukkan kepalanya dan berkata!,


" Hemmmm " jawab Alvin',


Alvin melangkah masuk dan melewati Elic begitu saja tampa melihatnya.



Elic berguman dalam hati!!,


" Semoga saja bos rese ini lupa dengan kejadian semalam "

__ADS_1


Sebelum sampai di depan lif Alvin berbalik badan melihat ke arah Elic dan berkata!,


" Apa kamu mau tetap di situ atau kembali ke ruangan kamu untuk bekerja" ucap Alvin tegas,


Elic menungdukkan kepalanya dan berkata?!,


" Maaf pak " ucap Elis dan langsung berjalan menuju arah lif yan biasa di pakai karyawan seperti dirinya.


Sementara Alvin berjalan mengdekati Elic dan berkata!,


" Pakai lif khusus saja biar lebih cepat "


ucap Alvin masih dengan nada datarnya, Alvin mulai masukdi dalam lif khusus yan di ikuti Elic di belakangnya.


Di dalam Lif suasana terlihat sangat canggung, Alvin diam begitupun dengan Elic, Elic berguman dalam hati!,


" Perlakuan seperti ini akan jauh lebih baik, antara bos dan sekertarisnya " ucap Elic dalam hati,


Sementara Alvin diam karna sedang memikirkan rencana untuk membuat Elic mau mendekat padanya, hihihihi ketapa jahat Alvin di dalam hatinya.


Sesampampai di lantai atas Alvin langsung berjalan menuju ruanganya sementar Elic berjalan menuju ruang miting untuk mempersiapkan segala sesuatu yan mungking di perlukan Alvin.

__ADS_1


__ADS_2