
Pagi ini Elic dan Paula berangkat lebih pagi, Mereka berdua terlihat sangat cantik dan menawan, Sesampai di kantor suasana masih sangat lenggang tapi Rama sudah berada di lobi kantor dengan pakaian yang rapi dan juga di temani dengan segelas Hot Cofee.
Elic yang melihat Rama langsung membungkuk dan menyapa begitu pun dengan Paula,
" Pagi pak ucap Elic dan Paula bersamaan "
" Pagi jawab Rama dengan suara santai"
Sekarang kamu sudah datang dan mari kita bekerja sama membuat Boss baru kita terkesan dengan acara penyambutan ini ucap Rama,
" Iya pak ucap Elic "
" Dan saya juga mau ikut menyiapkan acara ini pak ucap Paula sambil menaikan satuh tangannya ".
Setelah selesai menyiapkan acara penyambutan, Elic melihat jam tanganya 8.25 masih ada waktu lima menit untuk membuat Cofe ucap Elic dalam Hati, Elic mulai berjalan menuju pentri dan belum sempat Elic membuat Cofe Rama sudah menghampiri dan berkata!,
" Bos kita sudah ada di parkirang sebaiknya sekarang kita turung untuk menyambutnya "
__ADS_1
" Baik pak ucap Elic sopan.
Rama dan Elic masuk ke dalam Lif dan memencat tombol angka Satu, Sesampai di lantai satu para karyawan kantor sudah berdiri berjejeran dan juga Paula tentunya, Paula sangat penasaran dengan wajah tampang bos nya dengan mata yang juling ucap Paula dalam hati.
" Alvin mulai masuk di Area lobi kantor" semua mata karyawan wanita terpesona melihat ketampanannya, postur tubuh yang tinggi, wajah yang sangat menawang di padukan dengan kecamata hitam yang menambah kesempurnaanya,
" Sunggu ciptaan Tuhan yang sangat sempurna ucap Para karyawan wanita, Paula cuman masem -masem mendengar ucapan para pekerja itu dan berkata dalam hati.,
" Coba kalau bos kita buka kecamata kalian pasti pada ilfil melihatnya ucap Paula dalam hati "
Begitu banyak yang datang menyalimi Bos baru mereka dan menyampaikan kata sambutan,
" Welcome " jawab Alvin singkat
Sementara Elic merasa agak gugup dan mengosok -gosok matanya.
" Deg, Deg, Deg, suara jangtung Elic " Gue ngak salah lihat kan " ucap Elic dalam Hati, wajah ceria Elic kini berubah menjadi pucat, Elic mulai menungdukkan penglihatannya dan mulutnya sudah komat -kamit, dan berharap orang yan ada di hadapannya bukanlah orang yang pernah menyakitai hatinya.
__ADS_1
" Elic' suara Rama memanggil "
Sontak Elic melihat ke arah Rama dan juga Bosnya dan berjalan ke arah Bosnya, walupun merasa gugup Elic tetap Propesional menjalangkang kewajibannya sebagai seorang secertaris,
" Selamat Datang di kantor baru anda Tuan " ucap Elic sopan sambil membungkukkan kepalanya.
Rama mengenalkan Elic kepada Alvin,
" Bos dia adalah Asisten saya ucap Rama sopan "
" Alvin cuman berkata " Hemmmm "
Sekarang antarkan saya menuju ruangam saya ucap Alvin dingin, Rama menungtung Bossnya masuk ke dalam lif dan Elic mengikutinya dari belakang.
Di dalam lif Alvin melihat gadis pengdek itu melalui pantulan cermin yang ada di lif,dan Elic ngak tau kalau dirinya sedang di perhatikan karna yang memperhatikannya sedang memakai kacamata hitam,
" Sekarang kamu sudah tumbuh jadi gadis yang cantik ya,dan sebaiknya gue pura -pura ngak mengenalinya ucap Alvin dalam hati,
__ADS_1
Di dalam lif Elic hanya berdoa semoga dan semoga Alvin ngak mengenalinya karna ini sudah cukup lama mereka ngak bertemu,