
Elic mengetuk pintu ruangan Alvin dan masuk, " Ini pak semuanya sudah saya kerjakan ucap Elic sopan" Taruh saja disitu " ucap Alvin sambil berdiri mendekat ke arah Elic, " Jadikan kita nonton " ucap Alvin, Elic hanya tersenyum dan berkata " Iya pak ".
" Jangan panggil gue bapak kalau sudah bukan jan kantor " ucap Alvin
" Lalu aku harus panggil apa pak " ucap Elic, Alvin berfikir sejenak dan berkata " kamu,aku atau sayang saja " ucap Alvin, " Kita,emang kita punya hubungan " ucap Elic,
Alvin mengaruk kupingnya yan tidak gatal dan berkata " Elo itukan teman gue " ucap Alvin, Elic teelihat sangat kecewa karna Alvin cuman mengangapnya hanya sebagai temannya saja, tidak apa asal gue bisa dekat dengan lo ucap Elic dalam hati.
" Sejak kapan gue jadi teman lo eh kamu " ucap Elic sambil tersenyum,
" Sejak saat ini, aku pengen jadi teman yan baik untuk kamu " ucap Alvin sambil menepuk lengan Elic,.
Sebenarnya Alvin sudah mulai jatuh cinta sama Elic, mungking karna gensi pernah menolak Elic jadi dia lebih memilih berteman dulu nanti kalau Elic sudah merasa nyaman bersamanya,Alvin akan mengunkapkan perasaanya.
" Jalan yuk " ajak Alvin
" Ayo " ucap Elic sambil tersenyum, Alvin dan Elic keluar dari kantot sambil menaiki mobil Alvin di perjalana Alvin mengajak Elic makan,
__ADS_1
" Makan dulu yuk masih ada waktu untuk nontong " ucap Alvin
" Aku ikut kamu saja " ucap Elic
" Beneran mau ikut aku " goda Alvin
" Apaan sih " ucap Liana sambil mengcubit lengan Alvin
" Aw, aw, aw, sakit Beb " ucap Alvin
Elic sedikit terkejut mendengar ucapan Alvin dan berkata,
Elic membatin, " Sadar Lic' Alvin itu sudah punya ke kasih bentar lagi tunangan dan nikah, elo itu cuman jadi duri dalam dangin, dan tampa sadar Elic kembali meneteskan air mata, dan kali ini Alvin melihatnya,
" kamu kenapa Lic' ucap Alvin yan langsung memberentikan mobilnya,
" Aku tidak apa " bohong Elic sambil menghapus air matanya,
__ADS_1
" Tidak apa gimana tadi aku liat kamu menangis "
" Enggak aku ngak nangis ko,mataku cuman kelilipan saja " bohong Elic yan menutupi kesedihan dalam hatinya,.
" Kenapa berenti sih,aku kan lapar mau makan " ucap Elic pura -pura ceria, Alvin kembali melajukan mobilnya hingga sampai di depan sebuah restoran yan cukup dekat dengan bioskop yan akan mereka datangi untuk nongtong.
Alvin mulai memarkirakan mobilnya di parkiran restoran, kemudian turun dari mobil di ikuti oleh Elic, " Masuk yu " ucap Alvin, Elic menganguk dan berkata " Ayo " Elic dan Alvin pun masuk di dalam restoran yan di sambut hangat dengan pelayan restoran.
Setelah selesai makan Alvin dan Elic keluar restoran menuju arah parkiran mobil sambil bercanda ria, jujur Elic sangat suka dengan momen seperti ini, apalagi bersama dengan Alvin, peria yam pernah membuat dunia Elic cungkir balik, jujur sampai sekarang perasaan cinta Elic semakin besar kepada Alvin walaupun saat ini Elic ngak pernah tau apa yan ada di dalam hati Alvin.
Sesampai di depan bioskop Alvin mengajak Elic untuk membeli minuman dan cemilan,
" Lic' beli itu dulu yuk " ajak Alvin
" Saya ngak suka makan ataupun minum sambil nontong " ucap Elic
" Ya sudah kita langsung masuk saja" ucaAlvin
__ADS_1