Crazy Deal

Crazy Deal
Dia Mendorongmu


__ADS_3

...Dibutuhkan hati yang kuat untuk mencintai, tetapi dibutuhkan hati yang lebih kuat untuk terus mencintai setelah terluka...


...****************...


"Hai, selamat pagi, aku terlambat?" Isabell menyapa Carry, teman seperjuangannya di toko dengan wajah memelas. "Mr. Jones sudah datang?" melirik ke arah ruangan manajer.


"Terlambat dua menit, tidak terlalu fatal."


Jawaban Carry cukup membuatnya lega.


"Bagaimana dengan Mr. Jones?"


"Dia juga baru sampai, kau aman. Aku mengatakan kau sedang berada di toilet. Kenapa kau terlambat?"


"Aku menginap di rumah salah satu kerabatku," Isabell tidak mengatakan secara gamblang jika kerabat yang dia maksud adalah calon keluarga barunya. Entah ini akan terwujud atau tidak, Isabell tidak ingin memikirkannya sekarang.


"Aku tidak tahu jika kau memiliki kerabat? Euuy, aku selalu terganggu dengan caramu berpakaian. Bagaimana bisa Mr. Jones tidak melayangkan protes tentang penampilanmu ini?"


"Pertanyaanmu yang mana yang harus kujawab terlebih dahulu?"


"Yang mana saja."


"Kurasa bukan hal yang aneh jika aku memiliki kerabat. Semua orang memilikinya, bukan? Aku bukan makhluk yang berasal dari pluto kemudian tersesat di bumi karena ketinggalan pesawat."


Praktis Isabell memutar bola matanya begitu mulutnya mengeluarkan kata pluto. Wajah Darren yang songong tiba-tiba melintas.


"Kau tidak pernah bercerita." Carry mengabaikan perkataan konyolnya tentang makhluk pluto.


"Kau tidak bertanya. Dan mengenai pertanyaanmu yang kedua, kau terdengar seperti sangat meremehkanku!" Isabell mendelik dan sedikit memanyunkan bibirnya. Diantara para karyawan store, Isabell memang hanya dekat dengan Carry. Ia bebas bercerita apa pun dengan wanita itu. Walau sebenarnya banyak yang ia rahasiakan dari Carry, termasuk statusnya di dalam keluarga Willson.


"Kau tahu aku tidak seperti itu," Carry mencubit kedua pipinya dengan gemas.


"Dan kau juga harusnya tahu mengapa Mr. Jones tidak pernah mempermasalahkan penampilanku."

__ADS_1


"Ya, ya, itu karena penjualanmu selalu melebihi target."


Ya, bagaimana tidak melebihi target, Isabell selalu memaksa saudara angkatnya membawa istrinya untuk berbelanja ke tempatnya, begitu juga dengan calon ibu mertuanya yang terkadang suka kalap.


Selain itu, Isabell juga tahu cara menggaet pelanggan agar tetap royal. Penampilannya memang kurang menarik, tapi Isabell memiliki sikap sabar, empati dan konsistensi. Dia juga pandai beradaptasi dan mampu berkomunikasi dengan baik dan yang paling penting, ia memiliki etos kerja yang baik.


"Dan aku selalu iri kepadamu, apa kau tahu siapa yang kau layani semalam? Mrs. Alena Willson." Carry memekik dengan wajah yang dibuat sedramatisir mungkin.


Carry salah satu wanita yang sangat mengagumi Willson. Impian gadis itu tidak jauh berbeda dengan Isabell. Menjadi Cinderella, dimana pangeran yang mereka impikan berasal dari Willson. Ya, para pria Willson memang selalu berhasil menarik perhatian para wanita. Perbedaan Isabell dan Carry, Isabell tahu Willson yang mana yang dia inginkan dari dua pria Willson. Sementara Carry, ia tidak peduli apakah Austin atau Darren yang akan ia pilih. Ia menyukai keduanya. Menurut Carry, kedua pria itu memiliki daya tarik tersendiri.


Isabell tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Carry dan karyawan lainnya jika pria yang mereka kagumi, salah satunya adalah tunangannya. Andai Isabell mengatakan yang sebenarnya, berani bertaruh tidak akan ada yang percaya tengang hal itu.


"Siapa yang tidak mengenal Mrs. Willson. Dia wanita yang sangat hangat." Dan wanita itu calon mertuaku! Ia menambahi dalam benaknya.


"Andai aku di posisimu, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut dengan mengabadikan momen tersebut dan mungkin meminta tanda tangan juga menyerahkan diri untuk diangkat sebagai menantunya. Ya, Tuhan, dia cantik sekali. Wajar saja bibit yang keluar dari rahimnya tidak ada yang gagal. Aku penasaran, apakah putra-putranya semengagumkan yang terlihat di media."


"Bahkan lebih. Terlihat tidak manusiawi."


"Apakah kau akan menyebutkan pembohong jika aku mengatakan bahwa pagi ini aku bertemu dengan kedua pria Willson." Aku bahkan mencium keduanya. Wajahnya merona seketika mengingat momen tersebut. Ya ampun, wangi Austin bahkan masih terasa menempel di ujung hidungnya.


"Kau pembohong yang sangat pintar. Ya Tuhan, wajahmu terlihat sangat meyakinkan. Ada apa dengan semburat merah di pipimu?"


Isabell mendesahh, ia sudah menduga bahwa kejujurannya akan dianggap sebagai kehaluan yang menyakitkan.


"Ya sudah jika kau tidak percaya."


"Tidak akan ada yang percaya. Bagaimana bisa kau bertemu dengan keduanya pagi ini? Kau ingin mengatakan bahwa kau tidur bersama mereka?"


"Jika yang kau maksud tidur bersama di atap yang sama, ya, kami melakukannya."


Carry meringis menatap Isabell dengan prihatin. Tangan wanita cantik itu terulur mengusap lengan Isabell. "Wanita seperti kita memang hanya bisa bermimpi, tapi Isabell sayang, matahari sudah lama terbit, saatnya bangun dan sudahi mimpimu."


Isabell tidak ingin menjelaskan lebih lanjut. Bisa-bisa Carry menganggapnya gila. "Hm, Carry..."

__ADS_1


"Ya."


"Apa pendapatmu tentang ****, gairah dan hasrat."


"Semangat hidup," sahut Carry ringan tanpa perlu berpikir panjang.


"Artinya aku bukan penyemangat untuknya?" Isbaell bergumam menarik kesimpulan.


"Siapa? Kau diam-diam memiliki kekasih?"


"Bagaimana dengan cinta, ketulusan, dan saling menerima. Apakah menurutmu itu tidak cukup untuk membangun sebuah hubungan yang manis. Aku mencintai seseorang dan aku selalu bersemangat setiap membayangkan wajahnya."


"Tentu saja bisa, tapi bagi orang-orang yang naif. Tapi cinta harus dibarengi dengan gairah dan hasrat. Bagaimana bisa kau mempertahankan cintamu jika kau tidak bisa memuaskan gairah pasanganmu."


"Jika cinta harus dibarengi gairah, apakah gairah dan hasrat juga dibarengi dengan cinta."


"Tidak. Pria yang haus akan belaian akan menemui pramunikmat untuk memuaskan hasrat mereka. Setelah mereka mendapatkannya, mereka akan pergi. Ini yang dikatakan perdagangan dalam birahi."


Isabell refleks tertawa mendengar kata birahi yang disandingkan dengan perdagangan.


"Pria bajiingan mendapat kepuasan, wanita murahan mendapatkan bayaran."


"Carry..."


"Hmm.."


"Aku pernah mendengar seseorang mengatakan cinta, sekss, gairah dan hasrat tidak ada diantara dia dan tunangannya. Menurutmu, apa arti dari ucapan pria itu?"


"Pria itu sedang mendorongnya. Astaga, kenapa dia mendorongnya jika mereka sudah bertunangan. Apakah ini pertunangan bisnis? Cinta, saat pria itu mengatakan tidak ada cinta, ia seakan menegaskan bahwa wanita itu bukan tipe wanita idealnya. Dan saat ia menyebut sekss, gairah dan hasrat, di sana ia mengatakan bahwa tunangannya bukan wanita murahan yang akan ia bawa ke atas ranjang untuk menghangatkan tubuhnya. Dia tidak menemukan alasan untuk mempertahankan hubungan tersebut. Wanita itu tidak berhasil menyentuh hati, perasaan, dan libido pria itu. Ck! Siapa yang harus dikasihani di sini."


Isabell mencengkram ujung seragamnya. Sebagian besar ia setuju dengan apa yang diucapkan oleh Carry. Intinya, di mata Austin, Isabell tidak menarik.


"Oh, ada pelanggan. Aku pergi dulu." Carry menepuk pundaknya dan segera berlalu.

__ADS_1


__ADS_2