Crazy Deal

Crazy Deal
Siapa Yang Akan Menang?


__ADS_3

Ingin rasanya Isabell melayangkan tamparan pada Austin saat pria itu dengan entengnya menyanggupi tantang Jason yang mana Isabell menjadi salah satu doorprize dadakan untuk acara balap liar yang akan Austin dan Jason adakan.


Tunangan keparatnya itu bahkan tidak meminta izin kepadanya. Jangankan meminta izin, menoleh pun tidak.


Beginikah cara Austin ingin mendorongku? pikir Isabell. Jika memang cara kejam seperti ini yang akan dilakukan Austin, maka ia akan tetap bertahan di sini, melihat sejahat apa cara yang dilakukan Austin. Akankah Austin kalah dengan sengaja atau pria itu akan berjuang mati-matian untuk menang? Sungguh Isabell lebih penasaran seperti apa cara Austin akan menyelamatkan dirinya jika pria itu ternyata kalah. Isabell harus mempersiapkan diri jika pada akhirnya Austin berlagak layaknya pria bajingan yang rela memberikannya begitu saja kepada Jason. Hei, dia masih virgin!


Isabell merogoh kantong mantelnya, memastikan bahwa ia membawa ponsel. Jika harus terpaksa, ia akan menghubungi Steve. Hanya pria yang bisa ia andalkan saat ini dan hanya nomor pria itu yang ada di ponselnya selain nomor ayah dan saudara angkatnya.


"Kau belum menjawab pertanyaanku, Dude." Jason melayangkan tatapan menjijikkan ke arah Isabell. Menyorot gadis itu dengan tatapan lapar seperti singa buas yang terisolasi dan dibiarkan menderita kelaparan. Benar-benar menjijikkan. Isabell harus menahan diri agar tidak melompat dan mencakar wajah pria itu. Memangnya kenapa jika dia masih virgin? Apakah bagi orang-orang bajiingan ini keperawanan sama dengan makanan pembuka yang sangat istimewa? Isabell bersumpah akan membunuh Austin jika pria itu kalah dan membiarkan Jason mengambil hadiahnya.


"Gadismu masih virgin?" Jason lagi dan lagi mengulang pertanyaannya.

__ADS_1


"Mengapa kau begitu sangat penasaran?" Austin mengeluarkan sebatang rokok dan menyelipkannya di antara bibirnya. Alexa langsung menyalakan pemantik. Tindakan gadis seksiih itu diapresiasi Austin dengan senyuman tipis yang sialnya begitu menawan.


"Jika kau menang, kau akan mengetahui jawaban atas pertanyaanmu," Austin menghisap dalam rokoknya dan membuang asapnya ke wajah Jason. Pria itu mengibaskan tangan dengan santai seakan asap rokok Austin tidak mengusiknya sama sekali.


"Jika kau kalah, mungkin aku akan berbaik hati mengatakan kepadamu." Kali ini diiringi dengan seringaian nakal serta kedipan sebelah mata.


Melihat cara Austin yang begitu legowo, bukan hanya membuat Jason terlihat kesal. Isabell pun terlihat ingin menelannya bulat-bulat. Bagaimana bisa Austin bersikap kurang ajar seperti ini?


Mengetahui dirinya dijadikan hadiah taruhan membuat puluhan atau bahkan ratusan pasang mata menoleh menatapnya. Sebagian ada yang menatap dengan iba, sebagian ada yang menatap penuh iri. Segelintir orang yang menatapnya dengan iri, sepertinya akan dengan suka rela bertukar posisi dengannya. Hei, apa hebatnya kedua pria itu? Ralat, apa hebatnya menjadi objek taruhan yang dijadikan mainan dan pemuas sesaat. Ini gila, benar-benar gila.


"Austin... kita harus bicara..." Isabell menarik tangan Austin dengan sedikit kasar agar tunangannya itu berbalik ke arahnya.

__ADS_1


"Aku..."


"Tetap di tempatmu, jangan kemana-mana, tetap seperti ini sampai aku datang." Austin malah memberi titah sebelum Isabell sempat mengeluarkan pertanyaan yang menuntut penjelasan.


Tunangannya tersebut segera berbalik kembali dan memasang helm. Siap untuk bertarung.


"Aku menebak gadis itu masih tersegel. Wow! Aku begitu sangat bersemangat!" Jason mencoba mengusik ketenangan Austin.


"Good luck," sahut Austin ringan.


Satu, dua, tiga, ada sekitar sepuluh motor yang akan ikut balapan. Semuanya bersorak sorai begitu kesepuluh pembalap itu mengambil posisi masing-masing. Suara bising saling bersahutan antara sorak sorai para penonton dengan dengungan knalpot. Hanya Isabell satu-satunya manusia yang bergeming di sana. Ia diserang rasa waswas luar biasa. Siapa kira-kira diantara kesepuluh pembalap itu nantinya yang akan menang?

__ADS_1


__ADS_2