Crush On You

Crush On You
Kembali wajah dingin


__ADS_3

Arkan tampak sangat berat lepas dari Mika, tapi saat Mika berjanji kalau dia yang akan menjemputnya pulang dari sekolah, barulah Arkan mau masuk ke dalam kelas.


"Jangan berbuat janji kalau kamu tidak bisa menepatinya...." Ucap Jefri setelah Arkan masuk kedalam kelas.


Mendengar ucapan Jefri, Mika langsung menatap Jefri yang dari tadi berdiri di sampingnya. Lagi-lagi Jefri tampak sangat dingin dan langsung pergi begitu saja.


"CK... Wajah dinginnya kembali lagi..." gumam Mika sambil menatap Jefri dengan kesal.


Mika sebenarnya kesal karena Jefri tidak membantunya sama sekali saat Arkan menangis karena tidak ingin lepas darinya. Jefri hanya diam saja sambil memandang mereka.


"Pak Doni apa boleh berhenti di depan halte?" tanya Mika sebelum mereka sampai di perusahaan.


"Halte? Kenapa nona?" Doni tidak langsung menyetujui apa yang dikatakan Mika, dia langsung melirik kearah Jefri.


"Saya tidak ingin ada kesalahpahaman nantinya saat saya juga ikut keluar" ucap Mika dengan gugup sambil melirik Jefri yang terus saja diam.


"Ba... Baik nona..." jawab Doni dengan bingung karena Jefri terus saja diam.


"Terimakasih pak..." Mika tampak sangat lega karena Doni mau mengikuti permintaannya.


"Tidak ada berhenti, jalan terus sampai perusahaan..." ucap Jefri yang tidak setuju dengan keinginan Mika.


Doni dan Mika pun langsung menatap Jefri bersamaan. Mika yang tampak bingung karena Jefri tidak setuju dengan permintaannya, tiba-tiba teringat dengan apa yang terjadi di sekolah Arkan. Dimana Jefri membiarkan para guru berpikir kalau dirinya adalah ibu kandung Arkan dan Jefri suaminya. Dan saat dia ingin menjelaskan, Jefri berusaha untuk mencegah nya untuk menjelaskan.


"Saya hanya tidak ingin kamu nanti lama sampai di kantor dan akibatnya pekerjaan terbengkalai" alasan Jefri kenapa dia tidak mengizinkan Mika untuk turun di pinggir jalan.


Mendengar alasan, Jefri Mika yang polos langsung percaya dengan apa yang dikatakan Jefri, sangat berbeda dengan Doni. Doni yang mengenal Jefri tidak langsung percaya, dan Jefri pun berusaha menahan dirinya untuk tidak tersenyum karena alasan Jefri. Doni juga sangat senang karena Jefri sudah ada kemajuan.


Saat Mike keluar dari dalam mobil Jefri, pegawai yang baru saja datang tampak kaget. Dalam tempo beberapa detik info Mike keluar dari dalam mobil Jefri, menyebar ke seluruh pegawai. Mereka langsung berkomentar yang negatif terhadap Mika. Sonia dan Sarah yang membaca komentar orang-orang tentang Mika, langsung tampak sangat kesal.


Mika kini berada di ruangan Jefri untuk memberitahu jadwal Jefri dalam satu hari ini.


"Bawakan pada saya laporan proyek yang di Bali" ucap Jefri setelah Mika memberitahu jadwalnya.


"Baik pak dan kalau begitu saya permisi dulu pak..."


"Hemmm..." jawab Jefri dengan singkat.


"Tunggu sebentar..." Mika yang baru saja dua langkah, langsung menghentikannya dan menoleh ke Jefri yang masih saja fokus dengan laptopnya.


"Tolong buatkan saya kopi..." ucap Jefri tanpa menatap Mika.


"Baik pak.."


 

__ADS_1


Saat Mika masuk kedalam pantry, Mika melihat Tika dan Alya sedang minum teh. Tika dan Alya adalah pegawai yang tidak suka dengan kehadiran Mika sejak masuk team 1 desain. Mereka sangat iri pada Mika karena Naima pemimpin mereka, memberikan Mika proyek yang besar pada hal Mika baru saja masuk dan apalagi saat ini Mika diangkat jadi sekretaris direktur utama.


" Al, kalau kamu ingin cepat naik ke atas kamu harus pintar cara menggaet atasan mu!" ucap Tika pada Alya.


"Oh, ya??? Kalau begitu aku mau coba..." sambung Alya sambil memperhatikan Mika yang terus saja diam.


Mika memilih melakukan tugasnya, dia tidak ingin ditegur Jefri karena kelamaan membuat kopi. Karena Mika terus saja diam tidak menanggapi mereka, Tika tampak sangat kesal. Saat Mika ingin pergi, dengan sengaja Tika memanjakan kakinya, hingga membuat Mika tersandung.


"Aw ...."


Akibat Mika tersandung, membuat kopi panas yang dibuat Mika tumpah dan mengenai tangan dan bajunya. Mika pun langsung menatap Tika dengan kesal.


"OPS, sorry aku tidak sengaja..." ucap Tika yang pura-pura minta maaf sambil tersenyum.


Mika ingin sekali membalasnya, tapi dia teringat Jefri menunggu kopi nya. Dengan kesal Mika kembali membuat kopi yang baru untuk Jefri. Setelah puas mengerjai Mika, Alya dan Tika pun pergi.


 


sebelum Mika mengetuk pintu ruangan Jefri, Mika lebih dulu memperhatikan bajunya yang kotor karena tumpahan kopi.


"Semoga dia tidak memperhatikannya..." gumam Mika sambil menatap bajunya yang tampak kotor.


Tok...Tok...Tok...


"Masuk!"


"Ini pak, kopinya. Apa ada lagi yang bapak perlukan?"


"Laporan proyek yang Bali tolong bawakan pada saya!"


"Baik pak!" Mika pun langsung pergi mengambil berkas yang diminta Jefri dari mejanya.


"Pak, ini berkas yang bapak minta...." ucap Mika sambil memberikan berkas yang dibawanya.


"Terimakasih" ucap Jefri sambil mengambil berkasnya dari tangan Mika.


Saat dia mengambil berkas dari tangan Mika, Jefri melihat baju Mika yang tampak kotor.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Jefri langsung sambil menatap Mika.


"Maksudnya pak?" Mika tampak bingung dengan pertanyaan Jefri padanya.


Jefri pun langsung memberikan kode pada Mika untuk melihat kearah bajunya. Noda yang begitu sangat jelas , tentu saja Jefri dapat melihatnya.


"Oh, ini pak. Tadi saya tersandung sewaktu bawa kopi, jadi baju saya kena pak..." ucap Mika dengan berbohong.

__ADS_1


"Lain kali hati-hati!" ucap Jefri.


"Baik pak. Kalau begitu saya permisi pak..."


"Ya..."


Setelah Mika pergi, Jefri menghubungi seseorang. Saat Mika lagi bekerja, Naima tiba-tiba mengetuk mejanya.


"Bu Naima..." cicit Mika sambil bangkit berdiri.


"Bagaimana? Apa semuanya lancar?"


"Lancar Bu..." jawab Mika dengan tersenyum


"Baguslah. Ini untuk mu..." ucap Naima sambil memberikan paper bag pada Mika.


"Untuk saya?" Naima mengangguk kepalanya dengan tersenyum.


"Sebagai hadiah perpisahan..." ucap Naima.


"Tapi..."


"Tidak ada tapi. Saya pergi dulu ya..."


"Terimakasih Bu...."


"Sama-sama. Oh, ya jika mengalami kesulitan kamu bisa menghubungi saya..." ucap Naima sebelum pergi.


"Baik Bu...."


Setelah Naima pergi, Mika membuka paper bag nya dan langsung tersenyum saat melihat isinya bajunya.


"Pas banget..." ucap Mika sambil melihat bajunya yang kotor dengan tersenyum.


Dengan tersenyum Mika membawa paper bag nya ke toilet, dia ingin mengganti bajunya yang kotor.


Dari balik kaca, Jefri juga ikut tersenyum saat melihat Mika yang tersenyum.


Ting...


Mendengar ponselnya berbunyi, Jefri langsung membuka nya.


"Ingat janjimu..." pesan dari Naima pada Mika.


Ternyata yang dihubungi Jefri adalah Naima. Jefri meminta tolong untuk membelikan baju yang baru untuk Mika. Jefri juga meminta tolong pada Naima untuk tidak memberitahu kalau bajunya dari nya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2